QOMAR MUNDUR DARI KWARTET TOM TAM , BIKIN GRUP BARU 4 SEKAWAN (Kabar lawas). Nurul Qomar selama ini dikenal sebagai motor Kwartet Tom Tam. Sunggu tak disangka, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba tepat pada tanggal 1 Januari 1991, ia mengajukan surat pengunduran diri, dari kelompoknya. Wah, berarti bubar dong, salah satu grup lawak yang sebenarnya sudah punya ciri khas dan penggemarnya sendiri ini.
"Lho belum tentu, cuma saya saja kok yang mundur. Yang lain mungkin akan terus melanjutkan, mungkin dengan cari anggota baru pengganti saya, atau bertiga saja, " kilah Qomar.
Yang bisa menjawabnya tentu saja tiga anggota Tom Tam lainnya, Firman, Kimung dan Ogut (nama aslinya Rosihan Anwar).
Saat penampilan bersama mereka yang terakhir pad amalam menyambut Tahun Baru 1991, di Ancol, bagaimanapun juga Qomar merasa sangat trenyuh, sampai nyaris tak kuasa berkata-kata di panggung. "Ya saya merasa berat dan sedih selama 14 tahun 6 bulan, kami bersama. Jadi, kendati kami berpisah lahiriah, tapi kekeluargaan tetap bersahabat."
Lantas apa yang menyebabkan Qomar membuat tindakan drastis ini?
"Saya berkeyakinan, soerang pelawak harus full profesional. Sejak lama saya berusaha mengajak kawan-kawan saya itu mencurahkan seluruh perhatian pada grup kita. Itu tiga kawan saya rupanya sulit melepaskan jabatan sebagai karyawan Pemerintah. Akibatnya kesibukan masing-masing menimbulkan kesenjangan komunikasi. Perbedaan sikap dan pandangan, khususnya perbedaan idealisme dalam sikap berkesenian, inilah yang akhirnya membuat saya keluar,".
Tapi bukan berarti Qomar lalu mundur dari dunia lawak, karena dalam tempo tak sampai seminggu, memasuki tahun baru 1991 ia telah mengibarkan bendera baru , "4 Sekawan" dengan merekrut bintang pelawak yang naik daun, yaitu Derry, Ginanjar dan Eman.
"Ini upaya kami untuk memanage grup lawak dengan lebih baik lagi, kami berempat ingin full profesional, " promosi grup baru yang terutama ingin berkiprah di masyarakat kalangan menengah.
Qomar yang punya acara OPTIMIS, (Obrolan Pagi Tentang Iman dan Islam) Setiap Kamis subuh di radio SK (Suara Kejayaan), membuatnya sering bertemu dengan tiga kawan barunya yang juga ngetem disana. Diawali dari bingan-bincang tukar pengalaman, terasa kesamaan pandangan dalam melihat film mereka.
"Bahwa untuk memulai sebuah kerja yagn akan menghasilkan sebuah karya yang baik., maka salah satu syaratnya harus di rencanakan dengan baik, maka salah satu syaratnya harus direncanakan dengan baik. ~sumber MF 120/88 tahun VII, 2 Feb-15 Feb 1991
.jpg)
No comments:
Post a Comment