Tuesday, March 24, 2026

LINTAR KETIKA MUSIM DURIAN TIBA, MOBIL KE JURANG DILUAR SKENARIO

 


LINTAR KETIKA MUSIM DURIAN TIBA, MOBIL KE JURANG DILUAR SKENARIO, (Berita Lawas).Sebuah sedan Twincam merah meluncur mulus dari arah Lido menuju kota Bogor. Di dalam mobil yang benar-benar masih gres, maklum baru beberapa hari di ambil dari dealer, nampak sutradara Abdi Wiyono duduk di samping Sarijo, sopirnya. Sementara Bagong kru film dari PT. Virgo Putra  duduk di kursi belakang dengan santainya. Memang siang itu, tepatnya Kamis 20 Oktober 1988,direncanakan akan suting film "Lintar, Ketika Musim Durian Tiba" di sekitar Puncak. Baru beberapa kilometer mau memasuki daerah Ciawi, tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah Minibus L300 putih, menyenggol sisi kanan sedang merah yagn ditumpangi sutradra itu. Braak!.

Abdi Wiyono langsung mengambil tas besar yang dibawanya untuk melindungi kepalanya dari benturan yang lebih keras. Begitupun sang sopir yang dengan sigap membanting stir untuk menghindari. Tapi mobil tak terkendali dan malah melayang, membentur tembok bertulang beton langsung nyelonong sebelah kiri jalan . Bruuk....! Abdi Wiyono langsung memerintahkan untuk segera meninggalkan mobil yang terperosok itu. Bagong, langsung mendobrak pintu yang masih terkunci secara otomatis. Akhirnya semua berhasil , bisa keluar dengan segar bugar. Tetapi baru beberapa meter dari mobil ketiganya jatuh terkulai serta merintih kesakitan. Sementara mobil putih yang bikin penyebab kecelakaan itu, malah tancap gas dan kabur. 

Untunglah beberapa mobil kru film yang beriringan masih ada di belakang, sehingga ketiga korban bisa di tolong dan dibawa kerumah sakit yang terdekat di Ciawi. Walau sutradara tak mengalami luka yang parah, tetapi rencana suting film yang nyaris hampir selesai di hari itu pun jadi berantakan. 

Akibat kecelakaan itu, selain suting gagal, produser pun dituntut tanggung jawab untuk mengganti kerusakan kendaraan. Memang sedang merah dipinjamkan pihak sponsor untuk perlengkapan film."Lintar Ketika Musim Durian Tiba" ini. Yang jelas semua kerugian ditanggung Ferry Angriawan selaku produser film.~sumber MF 062/30/Tahun V, 12-25 November 1988

No comments:

Post a Comment