MANGARA SIAHAAN, KALAU BINTANG FILM SUPIR TAKSI (Berita Lawas). Kalau suatu saat anda naik taksi di ibukota, mungkin tanpa disadari taksi itu dikemudikan oleh bintang film dan mantan Ketua II Parfi. Dialah Mangara Siahaan, seorang dari sekian banyak sopir taksi yang berpacu di jalanan Jakarta. Profesi ini telah ditekuni hampir sembilan bulan di perusahaan taksi Ratak, Jakarta. Dan ini bukan adegan film. Ini periuk nasi Mangara.
Menurutnya, betapa banyak pengalaman yang diperoleh selama ia beralih ke profesi tersebut. Dari satu jalan ke jalan lain ia bergulir bersama sedannya menelusuri kota Jakarta. Penumpang yang dibawanya beragam tingkah polahnya. Ada yang tergopoh-gopoh mengejar waktu, ada juga yang santai. Ada yang cerewet, ada juga yang penuh pengertian. Terkadang ada beberapa penumpang yang bisik-bisik ketika wajahnya dikenali mereka. Atau ada yang ragu-ragu, lalu menanyakan langsung apakah betul sopir itu si Mangara. Semuanya ia ladeni. "Bahkan, anehnya, ada yang meminta supaya saya yang mengantar, "ucap Mangara sambil tersenyum. "Tapi saya nggak mau memonopoli. Diperusahaan, saya kan nggak sendirian. Sopir lain juga kan cari penumpang, "ujarnya.
Profesi yang sedang Mangara jalani ini konon berawal dari kterlibatan dirinya dengan salah satu kontestan pemilu, ketika ia pilih jadi anggota PDI. Menurutnya, ia secara sadar masuk paratai tersebut, bukan sekedar ikut-ikutan. Dan iapun sudah siap menerima segala konsekuensi yang menimpanya. Tatkala seorang sutradar amenawari main film, justru ia ditolak oleh sang produser. Alasannya produser tak mau menanggung resiko, tentu jika film yang dibintanginya tak boleh beredar. Begitu pula, ungkapnya dengan film serial TVRI "Saraswati" (12 seri), namanya dicoret dari proyek tersebut.
"Karena itu, saya realistis saja. Orang dirumah, istri dan dua anak, kan perlu makan. Ya beginilah jadinya, "kata aktor yang dipuji permainannya dalam "Binalnya Anak Muda" 1978.
"Saya mengharapkan kesenimanan saya tidak dimatikan. Yang terakhir itu tidak biasa, "lontar sang sopir yang sol sepatunya lebih cepat aus daripada sebelum ia jadi sopir.
Mangara Monang Siahaan, dilahirkan 19 April 1947 di P. Siantar, Tapanuli Tengah, tercatat pula ia memiliki beberapa nama samaran, misalnya, Marshall, Acang, Aaron atau Phytagoras. Putra pasangan AMS Siahaan dan T. Pasaribu ini pernah kuliah di Fakultas Hukum UI, tapi tidak tamat. Bahkan jauh sebelumnya, 1967 Mangara pernah menjadi ketua Presidium KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia). Perkawinannya dengan Maria Karina Magdalena membuahkan dua anak, Kennedy dan Carter. Pertama terjun di dunia film Mangara ikut membintangi film "Perawan di Sektor Selatan" 1969 dan hingga kini ia telah bermain di 50 film.
Mangara mengakui, ia akan bersedia tetap main film jika diberi kesempatan lagi. Bagaimana dengan taksinya? "Yah, lihat-lihat saja, nanti kalau film bayarannya memadai mengapa tidak?".
~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988
