AMI PRIYONO, SUTRADARA KOK JADI GEMBEL? (berita lawas). Ami Priyono memajang nama lengkapnya , Ki Dalang Lembu Amiluhur Priyawardhana Priyono, dalam credit title Film Terbaik FFI 1978 "Jakarta Jakarta". Lewat film yang menggondol lima Piala Citra ini pula Ami dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik.
Namun ternyata Ami yagn memulai debut penyutradaraan pada tahun 1974 lewat drama horor "Dewi". (Sayang sekali film yang dibintang"Jodoh Boleh Diatur", komedinya Warkop Dono-Kasino-Indro yang diilhami fim komedi sukses Amerika "Three Men and a Baby".
Sampai sekarang sudah lewat dua tahun belum juga Ami memulai penggarapan film terbarunya. Padahal ia sudah bersepakat dengan Ferry Angriawan, produser PT. Virgo Putra Film untuk bikin sebuah film drama.
"Syarat terpenting untuk keberhasilan suatu film adalah kerjasama dan pengertian antara sutradara dengan produsernya, " begitu prinsip Ami yang juga menganut pahan "Alon Alon Asal Kelakon". Itu sebabnya Ferry juga tak pernah mendesaknya untuk segera memulai.
Bahkan belakangan tahu-tahu tersiar kabar Ami jadi gembel yang bergelandangan di kawasan kumuh. Dengan jenggot dan rambut gondrongnya yang kusut masai, busana lutah lutuh, wajah muram, terlihat ia menggigil demam di kaki patung Pak Tani, silang Menteng jakarta Pusat.
Tepat saat itu lewat mobil mewah Baby Benz yang dikendarai Nani Vidya. Spontan Nani menjerit "Eyang!". Berlari turun dari mobil untuk memeluk dan kemudian memapah Ami ke Rumah Sakit.
Tentu saja ini cuma adegan dalam film yang berjudul "Cas Cis Cus" arahan perdana Putu Widjaya. Rupanya Ami tertarik dengan tokoh kakek yang minggat dari rumahnya karena anak-anaknya tak lagi memperhatikannya, malah memandangnya sebagai semacam barang rongsokan yang tak berguna lagi. Namun kekerasan hati lelaki tua ini akhirnya luluh juga ketika cucunya membawa buyut yang masih bayi mungil.
Memang, Daripada menyutradarai, sekarang Ami lebih sering jadi pelakon. Bisa dilihat misalnya sebagai ayah Onky Alexander yang kepergok nyeleweng dengan sekretarisnya di Ancol dalam "Namaku Joe" atau jadi duda kaya raya ayah Donny Damara dalam Ketika Cinta Telah berlalu. ~Sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990
