FILM "SUDAH DONG" diganti jadi "KEPINGIN SIH KEPINGIN" (berita lawas). Raviman Film sudah mulai memproduksi film ketiganya. Kembali di sutradarai Henky Solaiman berdasarkan cerita-skenario rekaan Asrul Sani. Bintang-bintang yang dipasang antara lain Deddy Mizwar, Lydia Kandou, Firdha Razak, Wahab Abdi, Jajang C Noer, dan sutradaranya sendiri ikutan pegang peranan juga.
Judul semula "Sudah Dong" namun kemudian produsernya, manu Sukmajaya kaget sendiri manakala menyadari betapa banyak film Indonesia yang eblakangan ini pakai judul "dong-dongan". Coba saja lihat mulai "Gantian Dong", "Sabar Dulu Dong", "Antri Dong" sampai "Jangan Paksa Dong". "Wah penonton bisa kisruh nanti karena judul-judul tersebut serupa tapi tak sama," keluh Manu.
Omong punya omong dengan beberapa relasi, akirnya ketemu juga judul baru yang dirasa lebih tepat "Kepingin Sih Kepingin". Namun judul ini nyaris di tolak pihak Deppen, dengan dalih asosiasinya ke arah yagn rada miring. Karuan saja Manu ngotot mempertahankannya. "Ceritanya tentang seseorang yang kepingin sukses dalam usaha banyak tapi tak kunjung berhasil, jadi ia cuma bisa kepingin sih kepingin. Pak Asrul sendiri sudah setuju denan judul ini."
"Terus terang ide ceritanya dari film komedi "Tootsie" (di bingangi Dustin Hoffman) yang belum lama ini ditayangkan di TVRI sebagai film cerita lepas", mengaku Manu.
Kalau dalam film itu Hoffman harus menyamar jadi wanita agar memperoleh peran dalam sebuah serial televisi, maka sekarang Deddy Mizwar pun kudu menyaru jadi Mience supaya dapat pekerjaan.
Saat suting di sebuah kantor dibilangan Pulo Gadung Jakarta Timur, terlihat Deddy Mizwar datang melamar pekerjaan kantor. Mula-mula ia diterima dengan baik oleh manager personalia yang idperankan oleh Henky Solaiman. Tapi manakala datang pelamar lain, seorang wanita yang berani menyingkapkan rok untuk memamerkan pahanya, sontak mata Henky 'hijau". Deddy tak jadi diterima bekerja, diganti cewek ini. Merasa sakit hari, esoknya Deddy datang lagi dengan memakai wig dan berdandan genit. Bukan cuma Henky yang matakeranjang, tapi sang boss Wahab Abdi pun langsung menerimanya. lalu apa yang terjadi selanjutnya? ~MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990
