Saturday, December 27, 2025

RENGGA TAKENGON, UNTUK AKTING NANGIS, TERINGAT ANAK


RENGGA TAKENGON, UNTUK AKTING NANGIS, TERINGAT ANAK. Untuk mencapai akting masimal sangat susah. Apalagi menangis, tapi tidak demikian dengan Rengga Takengon. Dia punya cara. Untuk itu dia mengingat anak-anaknya, baru dia bisa menangis. Karena dia sering keras kepada anak-anaknya. 

"Untuk apa saya menangisi orang lain. Apa salah kalau saya mengingat anak?" Kata bapak 3 anak ini." Kalau menyalahi aturan akting, bantelah situ, " ujarnya dengan dialek Medan. 

Rengga Takengon pemeran Kemal dalam serial TVRI Tembang Di Tengah Padang ini, sangat baik membawakan adegan tangis. Padahal kita lihat saja wajah sehari-harinya, wajah keras dan ada kesan bengis. Apalagi kalau dia bicara, selalu meledak-ledak seakan tidak perduli dengan situasi. Begitu masuk ke Set, maka lunturlah kesan bengisnya itu. Dan keadaan seperti ini tergambar ketika suting Tembang Di Tengah Padang, di Segunung Cipanas , Jawa Barat. 

Rengga bukan bintang top TV, atau artis laris dalam dunia pertelevisian. Tapi pengalamannya di film boleh dikatakan memadai. Dia tampil di film sejak tahun 70an, Sebelumnya Rengga adalah seorang pelaut. Sebagai anak buah kapal, hampir separuh dunia telah di jelajahinya. "Soalnya sayatu bitu kwae ajrekpada kapal luar negeri, " kata bapak yang lahir di Aceh dan besar di Tanah Melayu (Deli Serdang) ini. 

Ketika ditanya kenapa Rengga tertarik pada dunia akting, dia katakan berawal dari kesukaan menonton sejak kecil. Selain membintangi beberapa film layar lebar dan TV, Rengga juga dikenal sebagai dubber. Hampir separuh suara artis pernah diganti olehnya. begitu katanya. 


MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990



FILM DISANA MAU DISINI MAU


FILM DISANA MAU DISINI MAU. Kebahagaan dalam keluarga Pak Nugroho tiba-tiba saja guncang. Kiki anak gadis mereka satu-satunya yang selama ini menjad kebanggaan ternyata telah menipu mereka. Mulanya Kiki memang anak yang baik, tapi karena tidak lagi mendapatkan perhatian yang utuh dari kedua orangtuanya terjadilah perubahan-perubahan pada diri Kiki. Untuk berontak tidak berani. Akibatnya mencari pelarian lain. 

Kiki mulai terlibat dengan gaya pergaulan remaja frustasi masa kini. Selama keadaan itu berlangsung, Kiki cukup pandai menyembunyikannya, sehingga Pak Nugroho dan isterinya tidak menaruh curiga sedikitpun. 

Pada suatu malam tanpa sengaja Pak Nugroho dan isterinya yang baru pulang dari sebuah resepsi memergoki Kiki dengan teman-temannya. Mereka terpukul. Pak Nugroho segera mengambil langkah dengan membuat peraturan yang ketat. Kiki yang duduk di kelas terakhir sebuah SLTA dicarikan seorang guru privat untuk mendampingi Kiki. 

Peraturan-peraturan ayahnya dianggap remeh saja oleh Kiki. Yang membuat frustasi justru hadirnya guru privat yang tiap hari datang untuk memberi les. Kiki lalu minta saran pada teman-temannya. Setelah mendapat input, Kiki segera bertindak. Namun semuanya tidak membuat Robin sang guru mundur. Kembali Kiki meminta bantuan Csnya.e

Kali ini teman-temannya sengaja hadir untuk membantu. Ketika melihat Robin yang gagah, ganteng dan simpatik itu, rencana jadi berubah. Mereka berpendapat sekiranya Robin menjadi guru lesnya, tentu saja sudahdipacari. Menurut mereka selain memenuhi syarat, juga tipe Robin jelas bertanggungjawab. 

Kiki seolah baru sadar. Salah satu sebab yang membuatnya tidak melihat kenyataan itu, karena penampilan Robin yang begitu lugu dan kampungan. Disamping Kiki menganggap kehadiran Robin hanya merupakan perintah untuk dipatuhi. 

Robin memang anak desa yang coba mengadu nasib di kota. Pak Nugroho meminta dia mengajar Kiki karena sewaktu melamar ke kantornya, dia sempat melihat ijazah Robin yang nilai rata-rata sembilan. Karen alowongan belum ada, Robin ditempatkan dirumahnya. 

Sejak saat itu sikap Kiii berubah terhadap Robin. Mereka jadi akrab, Kiki dengan caranya berhasil membuat Robin menyesuaikan diri dengan kehidupan kota. Perubahan terjadi pada diri Robin, juga penampilannya. Pendapat teman-teman Kiki semakn tampak, Robin memang gagah, ganteng dan simpatik. Memenuhi syarat untuk di kategorikan sebagai idola. 

Friday, December 26, 2025

YAN BASTIAN, "SAYA SENIMAN JALANAN"


 YAN BASTIAN. Siapa tak kenal Yan Bastian lelaki yang telah membintangi puluhan film? Apalagi di lingkungan PT. Inem Film, namanya sepertinya sudak mengakar dan menyatu dengan perusahaan film tersebut. 

Menarik sekali bisa bincang-bincang dengan seniman berkumis yang memiliki wawasan luas dan logat bicara yang berwibawa. Ia selain dikenal sebagai bintang laga, juga seorang biduan. Kedua bidang seni ini telah digelutinya bertahun-tahun. Bayangkan, untuk bidang tarik suara ini saja, teman seangkatan Elly Kasim. Sedang film ia berangkat sama-sama dengan Ratno Timoer. 

Sebagai seorang seniman, kalau boleh dibilang begitu, ia nampak sederhana dan bersahaja. Tak pernah ada kesan mau mencari popularitas dalam bidang ini. "Saya ini kan seniman jalanan, seniman kecil. Ya mesti tahu diri. Nggak perlulah macam-macam. Bagi saya sikap berkesenian ini adalah berkarya," ujar lelaki asal Padang ini. 

Berkarya, sesuatu hal yang harus dilakukan seorang seniman, tapi bagi Yan Bastian, berkarya tidak harus 'ngoyo'. Ketika ditanya kemungkinan dapat Piala Citra, spontan Yan Bastian menyambar. "Buat apa citra-citraan? Biar terkenal? kalau kita sudah terkenal terus mau apa? Toh itu tidak membuat orang memiliki jiwa besar. Tak usahlah aneh-aneh," tambah Yan pemeran Ganda dalam film "Seruling Naga Sakti" yang sutingnya di Pelabuhan Ratu. 

Ia paling gemar membintangi film-film laga. Ia mungkin karena kondisi fisiknya yang mendukung, seperti tubuh tegap dan memiliki watak yang keras. Itulah sebabnya film-film yang dibintangi selalu berkisar film-film aksi. Tidak mencoba film yang memiliki tema lain, seperti drama?

"Film drama kita kan monoton. Dari itu ke itu saja. Paling yang di perlihatkan hanya yang berdasi, keluarga yang sedang makan di meja dirumahnya yang mewah. NGgak ada kecuali itu," tegas lelaki yang memulai debutnya dalam film "Dendam Berdarah" (1970) sebagai figuran. 

Menanggapi himbauan menteri Penerangan saat itu tentang pembuatan film-film cerita daerah, Yan Bastian setuju dengan imbauan Bapak Menteri Penerangan tentang pembuatan film cerita daerah. Bayagkan saja, kalau masing-masing propinsi saja membuat film, sudah tambah berapa film? Lagian film daerah itu kan banyak manfaatnya, budaya masing-masing daerah bisa di kenal di seluruh tanah air. Nilai budayanya terangkat. Dan lagi, kalau pembuatan film itu melibatkan seniman daerah, kan mereka juga berkembang . Juga akn ikut meningkatkan sektor pariwisata, " Jelas Yan Bastian.


~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990


Wednesday, December 24, 2025

CHAIRIL JM INGIN KETEMU GEORGE RUDY

 


CHAIRIL JM MIRIP GEORGE RUDY?. Datang seorang lelaki dari Seberang. Tinggi, tegap dan berbadan kekar. Tak ada hubungan keluarga dengan bintang film ganteng, George Rudy, tapi sungguh wajahnya mirip dengan bintang laga itu. "Kalau muka saya mirip George Rudy, itu hanya kebetulan saja, " kilahnya. 

Sebelum memasuki dunia film, cowok ini sempat bekerja di perusahaan kayu namun kemudian berhenti, lalu melanglang buana sampai akhirnya tiba di Jakarta. Malang melintang di kota metropolitan, akhirnya ketemu Tanaka, yang banyak memberi ilmu dan pengalaman. Tanaka yang membawanya pada Dasri Yacob, sutradara yang banyak menangani film-film laga. 

Karena tubuh yang tegap, tampang nan ganteng dan punya dasar ilmu bela diri, tak heran Dasri Yacob tertarik. "Pertamanya sih cuman jadi figuran, tapi lama kelamaan saya dapat peran lebih," kilah cowok pemegang ban Coklat ini. 

Chairil JM sudah banyak membintangi film, misalnya di Wiro Sableng saja ia sapai ikut lima kali. Belum lagi film lain seperti Tapak Sakti, Warisan Ilmu Karang, Seruling Naga Sakti, Si Pahit Lidah II , bujang jelihim dan beberapa film lagi. Dalam film "Warisan Ilmu-Karang" misalnya  ia menjadi leading-man. Lalu bersama sutradara Liliek Sudjio, Chairil ikut dalam film "Orang-orang Sakti" film pertamanya sendiri sudah ia perani tahun 1985 dalam "Lelaki Sejati".

Prestasinya tidak diraihnya begitu saja. Kedisiplinan dalam suting banyak membantu meningkatkan karirnya. "Saya selalu bangun subuh setiap pagi untuk lari lari. Yah sekedar menjaga kondisi. Kalau malam saya nggak bisa begadang. Paling banter setelah warta Berita TVRI, " sela pria kelahiran Jambi, 11 Maret 1964 ini. 

Tapi kenapa wajah kamu mirip dengan George Rudy? bagaimana kalau kamu ketemu dia dalam satu film? Memang  pingin ketemu George Rudy dalam satu film, tambah lelaku yang lama dibesarkan di Padang Sumatera Barat ini. 


~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990


*)Chairil JM juga dikenal sebagai Mpu Ranubaya dalam sinetron Tutur Tinular 1997, dan Chairil JM sudah meninggal beberapa waktu yang lalu. 

Tuesday, December 23, 2025

ARIFIN C NOER, PERNAH DEMAM KAMERA

 


ARIFIN C NOER, PERNAH DEMAM KAMERA. Percaya tak percaya tapi anda harus percaya. Ini salah satu adegan yang harus di lakukan oleh Arifin C Noer dalam film komedi situasi yang berjudul Cas Cis Cus. Ia memerankan seorang direktur dari sebuah perusahaan. "Saya ingat waktu memainkan Sang Mertua dalam drama Pinangannya Anton Chekov tahun 60an.Saya ingat itu, maka saya minta kumis ini," ujar Arifin sambil tertawa. 

"Dan kacamata in sudah lama saya simpan, untuk film ini saja, kacamata ini saya pakai kembali," tambah Arifin. Soal mengatur akting dia memang bilangnya, berkali-kali menyutradarai drama dan film, tapi dalam film ini justru ia jadi pemain. 

Saat pengambilan gambar, Arifin grogi, sampai tidak mampu menggerakan badan. Bahkan mulutnya pun tak mengeluarkan suara, terpaksa suting diulangi. Eh ternyata masih kagok juga. Baru pada pengambilan gambar yang ketiga kalinya Arifin seperti menemukan kekuatannya kembali. Ia bermain bagus dan lancar. 

~MF


Monday, December 22, 2025

LEROY OSMANI, ANTI PERAN UTAMA

 


LEROY OSMANI, JEBOLAN PESANTREN YANG ANTI PERAN UTAMA. Ada aktor yang mengaku selalu menolak memerankan peran utama dalam film. Itulah Leroy Osmani. Saya tidak akan memerankan tokoh utama kalau saya tidak yakin bisa memainkannya dengan bagus. Sasaran pasti merebut Citra, minimal masuk nominasi, " kata jebolan pesantren Gontor, Ponorogo yang lahir di Ujung Pandang. 

Tampaknya prinsip ini dipegang betul Leroy yang fasih menirukan beberapa logat daerah itu. Selama kiprahnya di layar perak belum pernah memegang peran utama. Apa ini termasuk kiat mempertahankan eksistensinya di film?"mungkin,"jawabnya. 

"Film adalah pilihan hidup saya. Apapun yang terjadi saya akan tetap berada di jalur yagn sudah saya pilih. Untuk itu saya harus tetap eksis. Seperti juga saya memilih istri. Apapun yang terjadi, baik atau buruk harus saya terima. Tidak ada kamus cerai dalam hidup saya. Saya paling benci kata-kata itu. Tapi nambah lagi boleh dong?, seloroh bapak tiga anak yang juga terlibat dalam film Dua Kekasih arahan sutradara Agus Eliyas. Dalam film ini, Leroy masih tetap kebagian peran antagonis. 

Soal penampilan dalam acara TV Kamera Ria bersama Jabrik, kelompok vokal yang terdiri dari sembilan aktor beken, Leroy berkomentar "Pokoknya penyanyi panggung putus, sekali take langsung jadi, nggak pakai latihan latihan segala."

Kenapa cuma sembilan orang? "Sengaja , Dalam judi sembilan kan angka paling top. Lagu Kutak Katik kan tentang membolak balikkan angka Porkas, kata aktor yang dalam album ini membawakan lagu Semalam di Malaysia. 

~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990


Sunday, December 21, 2025

GUGUN BENGET, LELAKI OK, WANITA OK


 GUGUN BENGET, LELAKI OK, WANITA OK. Hingga tahun 1990 tidak terasa sudah 7 film yang di dukungnnya. Sejak kali pertama dan secara kebetulan ia direkrut oleh sutradara Tommy Burnama meramaikan film Warkop DKI, "Saya Suka Kamu Punya", Semula ia tidak yakin kehadirannya lewat film kocak itu akan berkepanjangan dan memberikan tempat baginya di lahan film yang penuh pesona. Apalagi kehadirannya saat pecinta film nasional sedang keranjingan tokoh b a n c i Emon yang di perankan oleh Didi Petet. Sementara ia sendiri identik denan Emon yang dilayar putih  maupun sehari hari. 

Meski begitu, Gugun Benget yang terlahir dengan nama Ibnu Gugun Siregar ini tidak mau dikatakan pria berperilaku kewanita-wanitaan. Padahal sikam dan gayanya yang feminin itulah yang membuat beberapa sutradara memberikan kesempatan padanya. Seperti halnya dalam film "Saya Suka Kamu Punya" ia berperan sebagaimana dirinya yang feminin, staf Direktur sebuah perusahaan yang juga agak kewanita-wanitaan. Langkah berikutnya dalam film "Si Doi" juga tampil dalam film "Lebih Asyik sama Kamu", "Godain Kita Dong" dan juga "Catat Namaku Rintan" (Cinta Punya Mau). 

Meski kehadirannay di lahan film karena keberadaanya yang demikian, tapi ia tetap mengaku sebagai lelaki tulen. "Boleh di test bang, saya lelaki tulen kok. Tulis yang gagah, laki-laki jantan tigu. Aaauuu... pintanya, tanpa disadari gayangnya yang khas tetap nyeonong.

Sebenarnya ia takut kalau keberadaanya yang demikian ini terbaca dan diketahui oleh kedua orangtuanya di Medan. Alasan lain karena ia mengaku dari keluarga fanatik. Langkahnya di film mendapat protes keras dari kedua orangtuanya. 

Meski begitu, keinginannya untuk tetap menekuni film tidak pernah surut, Untuk itulah ia sangat mendambakan peran yang lebih berbobot. Tentunya bukan sebagai "pria Wanita" yang selama ini dilakoninya tapi  yang lebih menantang sebagai laki-laki. Tapi anehnya ketika ditanya mau jadi apa ia hadir sebagai pemain film, oleh bintang gress yang lahir di Medan, 12 Juni 1964. Pokoknya Lelaki OK, wanita OK.

~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Feb 1990 

Friday, December 19, 2025

MURTISARI DEWI KECELAKAAN SUTING, LUKA BAKAR DI DADA

 


MURTISARIDEWI KECELAKAAN SUTING, LUKA BAKAR DI DADA. Mengorbit lewat peran pendekar centil Lasmini dalam film "Saur Sepuh", membuat Murti Sari Dewi terus ditawari peran sebagai pendekar wanita Selasih dalam arahan Sisworo Gautama Putra dalam film "PUSAKA PENYEBAR MAUT".

"Saya memang absen dalam Saur Sepuh IV, karena ceritanya sudah melompat ke generasi berikutnya, " aku Murti yang dalam film Pusaka Penyebar Maut ini kembali dipertemukan dengan Fendy Pradana, pemeran tokoh Arya Kamandaka. 

"Yang menggembirakan, dalam film ini, scene saya berimbang dengan Suzanna yang memerankan tokoh Nyi Polok," tambah gadis Solo ini. Padahal kan Kak Suzzy sudah jadi aktris populer sejak saya masih anak-anak,".

Hal baru lainnya yang dialami Murti adalah kesempatan untuk mengisi suaranya sendiri. "Dulu-dulu suara saya selalu diisi oleh Ivonne Susan . 

Ada yang menggembirakan, sebaliknya ada juga yang mencemaskan. Terjadi pada saat adegan penyiksaan Selasi, mendadak ada kabel listrik yang menyambar ke dadanya. Percikan api kontan membakar sebagian kulit buah dada dan juga pipi Murti. Saking sakitnya, Murti menjerit sambil berjingkrak. Kru film buru-buru merubung untuk menolong. 

"Kulit dada saya gosong," keluh Murti. 

Apakah di perlukan operasi plastik untuk memulihkannya?

"Ah nggak perlu cuma pakai obat-obat tradisional yang dibalurkan agar cepat kering, " senyumnya memperlihatkan gigi gingsulnya. 

Luka gosong itu sekarang sudah sembuh, tak meninggalkan bekas lagi. Tapi tahukah Murti kalau seorang artis mengalami musibah saat suting berhak mendapatkan santunan dari perusahaan asuransi?

"Murti menggeleng. Ah sudahlah tapi kalau ada saya mau mengasuransikan wajah supaya ndak ada jerawat, hehe."

Maklum dalam usianya 19 tahun, wajah murti memang sedang subur-suburnya sebagai ladang jerawat. Justru ini yang dianggapnya bisa mengganggu kontiniti jalannya suting.