Showing posts with label Sinetron damarwulan. Show all posts
Showing posts with label Sinetron damarwulan. Show all posts

Friday, August 7, 2026

SINETRON : DAMARWULAN


SINETRON DAMAR WULAN (sinetron lawas). Sinetron laga klasik sempat jadi trend terbukti rating Misteri Gunung merapi, Prabu Siliwangi, Anglingdarma, Misteri Nini Pelet dan Dendam Nyi Pelet tetap tinggi. Berangkat dari kenyataan tersebut Budiyanto S, yang sukses menggarap Prabu Siliwangi produksi Mega Kreasi Production menghadirkan sinetron senada dengan judul Damarwulan. 

Untuk menggarap sinetron ini, Budiyanto membangun set di kampung halamannya di Desa Blanakan Ciasem, Sukamandi, Jawa Barat seluas 10 hektar. 

Agar para pemain tidak boring dan keluyuran seusai suting, Budiyanto mencoba membangun base camp dengan segala fasilitas pendukungnya. Rumah yang dijadikan tempat tinggal artis dan kru dilengkapi AC dan TV berukuran besar dengan fasilitas entertainment yang memadai. Untuk membesarkan otot pemain-pemainnya, agar nampak kekar, Budiyanto menyiapkan tempat fitness yang representatif layaknya tempat fitness papan atas di Jakarta. 

"Kami memang menginginkan pemain-pemain baru yang datang dari dunia model bisa membesarkan badan, agar besar badannya proporsional. Sesuai dengan tuntutan cerita", ujar suami Lina Budiarti ini. 

Dengan alasan ingin mengorbitkan bibit-bibit baru di pentas sinetron Indonesia, di setiap sinetron yang ditanganinya hanya menampilkan beberapa pemain top. Seperti di sinetron Damarwulan, hanya menghadirkan Sarah Azhari , memerankan tokoh Kencawawungu, Rizal Jibran sebagai Damarwulan, Syamsul Gondo sebagai Punokawan dan selebihnya pemain pendatang baru seperti Firan Lorenzi (Minak Jinggo), Wira Kusuma (Patih Logender), Rico Jund (Layang Seta), Adrian Umora (Layang Kumitir), Dian (Anjasmara), Wahyu Hidayat (Wirandaka) dan Jelita (Suhita).

Damarwulan merupakan cerita rakyat yang sudah melegenda di masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah tentang pemuda Damarwulan yang selalu membuat para wanita mabuk kepayang, tak memandang gadis atau janda bahkan seorang istripun bisa tergila-gila padanya, meski Damarwulan tidak menanggapinya. 

Seperti halnya Ratri dan Sablah yang sudah bersuami, mereka bertaruh untuk menggaet Damarwulan. Dengan berbagai cara keduanya berusaha mendapatkan sang pujaan hati. 

~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002