Showing posts with label Tips Fotografi Landscape. Show all posts
Showing posts with label Tips Fotografi Landscape. Show all posts

Saturday, February 2, 2019

Explore Bogor : Sensasi Nyebur Curug Leuwi Cepet


Curug Leuwi Cepet

Loket Masuk

Lelah dengan aktivitas keseharian? dan ingin melepas penat tapi dengan cara yang 'tidak biasa'? kayaknya yang satu ini bisa di coba nih. Berendem di Curug leuwi Cepet. Curug Leuwi Cepet terletak di desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang - Sentul Bogor. Mencoba berendem di Curug Leuwi Cepet yang jernih dari air pegunungan dan dingin nyess memiliki sensasi kesegaran dan sapa tau bisa lebih awet muda hehe....... nah yang terakhir gak bener cuma karangan penulis hehe.......

Curug Leuwi Cepet terletak di kawasan Curug Leuwi Hejo, untuk mencapai tempat ini saya berangkat dari bekasi menggunakan kendaraan roda 4 kemudian exit di Sentul Selatan. Selanjutnya mengikuti perjalanan. Bagi yang belum pernah kesini cukup simpel kok karena bisa menggunakan google map atau waze yang akan memandu hingga lokasi. Jarak antara exit tol hingga kawasan leuwi Hejo sekitar 45 menit perjalanan normal. Setelah membayar tarif parkir untuk mobil sebesar 15rb rupiah kemudian kami memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang telah tersedia, selanjutnya menyiapkan 'senjata' untuk motret dan bergegas menuju pintu loket Leuwi Hejo. Saat hari biasa di kenakan tarif 15rb untuk sekali masuk. Namun sebenarnya tarif ini hanya di peruntukkan hingga Curug Leuwi Hejo dan Curug Barong dalam kawasan tersebut.
Penampakan dari Samping

Curug Leuwi Cepet

Setelah membayar tiket masuk segera mengikuti petunjuk arah menuju Curug Leuwi Cepet. Kondisi jalan lumayan enak dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, namun trackingnya lumayan menanjak. Membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit untuk sampai ke Curug Leuwi Cepet dari Loket utama. Nah untuk mesuki Leuwi Cepet masih harus bayar lagi ternyata gaess.... Tarif masuknya 10rb . Tarif ini sebenarnya untuk masuk kawasan Leuwi Cepet dan Leuwi Liek yang masih dalam satu kawasan. Namun kali ini saya hanya akan ke leuwi cepet saja

Setelah membayar tiket masuk yang kali ini tidak di kasih lembaran tiket nih kira kira uangnya masuk kemana yaa hehe.

Curug Leuwi Cepet kelihatanya datar dengan airnya yang jernih dan memiliki dasar yang hijau dari jauh dengan airnya yang dingin nyess serasa mandi di air es, dingin menyegarkan di tengah suasana panas setelah perjalanan jauh. Bebatuan di Curug Leuwi Cepet tidaklah terlalu besar, diapit oleh dua tebing Curug yang indah. Untuk melewati curug ini harus bisa berenang karena ternyata setelah saya coba menyeberangi ternyata itu dalam meski kelihatannya dangkal. Hm hmmm kali ini saya mundur gaesss karena akan menyeberangi dengan membawa Camera jadi resiko buat saya kalau kameranya kecebur hehe..

Akhirnya cukup dengan mandi di air yang jernih tersebut yang cukup menyegarkan. Untuk mencapai Curug Leuwi Liek bisa menyeberangi Leuwi Cepet melewati dua tebing yang mengapitnya. So ada yang mau mencoba kesegarannya?

Yuk explore Bogor yang memiliki banyak curug yang indah.

Follow IG saya yah...
Sisi Lain Leuwi Cepet

Wednesday, January 30, 2019

Pasih Andus, Pantai Dengan Deburan Ombak yang Tinggi dan Menggetarkan Hati

Pasih Andus
Pasih Andus merupakan salah satu Pantai yang terletak di Nusa Penida sebuah pulau kecil yang masuk Kabupaten Klungkung - Bali sehingga kalau kita mengaitari pulau ini banyak sekali terdapat pantai-pantai yang Indah dan perawan. Pasih Andus terletak di Desa Mekarwangi kecamatan Nusa Penida, Klungkung - Bali. Berbeda dengan Pasih Uug yang lebih di kenal dan instagrammable, Pasih Andus masih sepi pengunjung dan belum terekspose secara luas, namun demikian pantai ini memiliki daya tarik tersendiri.

Daya tarik dari Pasih Andus adalah deburan ombaknya yang menghantam tebing karang dan menggelegar menciptakan suara yang menggetarkan hati dengan diiringi muncratnya air laut ke atas yang pecah setelah menabrak tebing karang sehingga membuat deburan tipis seperti asap. Untuk itulah pantai ini juga di kenal dengan 'Smoke Beach'.
Memotret Senja

Bagaimana untuk mencapai tempat ini? seperti dalam tulisan saya sebelumnya Kelingking Beach  dan juga di Angels Billabong serta di Pasih Uug (Broken Beach) maka disitu saya sebutkan untuk mencapai Nusa Penida saya menyeberang melewati Pelabuhan Sanur untuk kemudian menyeberang dengan menggunakan speed boat ke Nusa Penida. Di Nusa Penida sendiri sudah menunggu jemputan yang kami sewa agar mengantarkan hingga lokasi. Bedanya adalah saat memasuki kawasan Pasih Uug terdapat jalan bercabang yaitu yang kekanan dan ke Kiri. Disini kita harus berhati hati karena kadang-kadang tidak ada petunjuk jalan, namun kadang-kadang terdapat tulisan kecil. Nah Ambil yang ke kanan, kalau ke kiri menuju Pasih Uug. Lebih simpelnya sih ikuti saja guide yang akan membawa kita hingga ke lokasi. Nah saat itu saya beserta rekan-rekan tidak menggunakan guide nih hanya mengandalkan insting hehe. Akhirnya sampai juga ke Pasih Andus. Pantai disini bukanlah pantai yang dapat digunakan untuk mandi-mandi namun lebih enak untuk menikmatinya dari atas batu karang.
Deburan Ombak yang memecah

Pasih Andus juga memiliki pantai dengan tebing yang tinggi dan menjorok ke dalam seperti sebuah lekukan, kemudian di sebelah kanan terdapat tebing dengan batu karang. Ombak di sini cukup besar sehingga ketika ombak menghantam batu karang akan menimbulkan bunyi yang cukup mengagetkan dan menggetarkan hati. Disini sepi pengunjung sehingga tepat sekali bagi yang ingin menyendiri sambil menikmati suasana sore dengan deburan ombak yang bikin deg degan. Tapi jangan terjun ya bahaya hehe.....

Deburan ombak yang memecah di hantamkan ke batu karang menyebabkan semburat air yang terpecah seperti asap. Bagi saya sebenarnya lumayan menakutkan tapi terdapat sensasi yang luar biasa indah.

So, pengin cari tantangan lain dan tidak ke pantai yang itu itu saja? ke Pasih andus ya....

Jangan lupa follow IG saya @totoandromeda.id yaa....

Tuesday, January 29, 2019

8 TIPS DASAR MEMOTRET FOTO LANDSCAPE


Fotografi memang sangat menarik untuk di kupas tuntas, siapapun sebenarnya bisa memotret karena sekarang dengan handphone pun bisa memotret, hanya saja yang membedakan adalah tekhnik dan cara memotret. Semua orang bisa memotret, tapi tidak semua orang bisa menghasilkan foto dengan baik. Nah kali ini saya akan membagikan tips memotret foto landscape berdasarkan pengalaman yang pernah alami. Sebelum berbagi tips ada baiknya kita perlu tahu apa itu foto landscape. Foto Landscape merupakan foto yang menjadikan sebuah pemandangan sebagai sebuah subjek utama dari sebuah foto. Foto Landscape merupakan hamparan pemandangan alam baik berupa daratan maupun lautan. Foto Landscape biasanya mengabaikan objek orang maupun binatang namun tidak jarang mengambil objek manusia maupun binatang sebagai objek pemanis bagi sebuah foto Landscape. Selain unsur air seperti pantai , air terjun, sungai maupun juga daratan sepertu gunung dan sawah, pemandangan kota juga merupakan sebuah foto landscape. Hamparan gedung-gedung tinggi dapat di jadikan sebagai latar belakang dari sebuah foto.

Jadi kalau kita berbicara foto landscape maka kita akan berbicara tentang sebuah pemandangan seperti itu simpelnya sih. Dengan demikian kita tahu kearah mana foto yang akan kita buat kalau ingin memotret landscape serta subjek dan objek apa saja yang bisa di jadikan sebagai sebuah bahan untuk memotret. Nah kali ini saya akan berbagi tentang tips memotret landscape secara simpel yuk simak sambil ngopi atau ngeteh..... hehe....

8 Tips Dasar Memotret Landscape ala Totoandromeda

1. Persiapkan Kamera, Lensa, Batere cadangan dan Memory Card

Kamera menjadi komponen utama untuk memotret sehingga jangan sampai ketinggalan, kemudian persiapkan lensa yang di butuhkan apakah akan menggunakan lensa standar yang di punyai atau menggunakan lensa wide. Untuk memotret Landscape sih saya sarankan menggunakan lensa wide.  Selain kamera dan lensa hal terpenting lainnya adalah Batere cadangan, namun jika tidak memiliki batere cadangan pastikan kalau saat sebelum memotret batere sudah di charge dengan penuh. Kemudian Cek kembali keberadaan Memory card. Hal ini biasanya terlupakan nih karena memory card habis di pindahkan di laptop sehingga lupa mencabut kembali dan memasangnya di camera. Nah ini juga pernah nih saya alami beberapa kali. Hadeh kalau sudah faktor u/ ya gitu deh hehe. Jadi pastikan Memory card ada dan cukup, kalau perlu bawa cadangan juga.

2. Gunakan Tripod dan Cable Realease

Salah satu unsur penting dalam memotret adalah menggunakan tripod sehingga mudah untuk memakainya. Tripod sangat berguna untuk menjaga kekuatan dan tahan terhadap getaran selama memasangnya benar. Gunakanlah tripod yang pas untuk kamera anda jangan sampai tripodnya kecil sementara kameranya besar tentu tidak imbang dan riskan sekali. Gunakan tripod yang kuat untuk menopang kamera anda. Sementara Cable Realese berguna sekali ketika kita akan menggunakan dalam mode bulb dan lebih dari 30 detik. Rata -rata kamera hanya mampu menahan waktu hingga 30 detik sehingga di perlukan bantuan cable realease.
Memotret menggunakan Filter NiSi dengan GND 1.2 soft

3. Pergunakan Filter

Filter merupakan salah satu komponen penting saat kita memotret landscape meski tidak mutlak namun untuk merekam momen tertentu dan pada jam-jam tertentu agar hasil lebih memuaskan kita tetap harus menggunakan filter. Filter dan holder menjadi satu kesatuan kalau kita menggunakan filter square, sementara kalau filternya masih menggunakan yang bulat maka tidak perlu holder lagi. Terdapat beberapa pilihan filter namun saya paling sering membawa filter ND 6 dan 10 stop, Filter GND, biasanya saya bawa GND soft 1.2 namun saat berada di lautan lepas saya lebih memilih untuk memakai GND hard 0,6 atau 0,9 tergantung kebutuhan. Kemudian selain filter ND dan GND saya biasanya juga membawa filter Reverse 0,9 . Setelah semua siap maka segera ke lokasi dan siap memotret.


Point of Interest dan Titik fokusnya
4. Cari titik Fokus (Focal Point)

Titik Fokus adalah titik dimana mata akan tertuju pada foto yang kita jepret. Titik fokus berbeda dengan Point of Interest (POI) tapi POI juga merupakan focal point. Perbedaannya adalah setelah mendapat titik focus maka baru akan di ketahui PoInya yang mana. Titik focus bisa berupa batu, pohon maupun sebuah bangunan yang akan muncul dalam foto. Setelah menentukan Titik fokus maka carilah Point of Interest sehingga ketika penikmat fot melihat foto kita dapat langsung tertuju pada POInya.

Perhatikan garis horisontalnya

5. Cek Garis Horisontal

Garis horizonal adalah garis lurus sebuah foto, artinya sebuah foto landscape yang bagus bukanlah foto yang miring-miring garisnya dalam hal ini bisa garis pantai maupun garis bumi yang akan terlihat jelas. Jangan sampai garisnya miring. Biasanya di setiap kamera ada menu untuk membantu meluruskan garis horizontal apakah foto kita sudah lurus garis horizontalnya atau belum. Cek garis horisontal juga cek tripodnya karena ini berhubungan.

Forgroundnya batu
6. Cari Forground yang Kuat

Sebuah foto landscape akan lebih menarik ketika ada forgroundnya. Forground bukanlah Focal point, tapi focal point bisa menjadi forground. Dengan menempatkan forground yang kuat menjadikan foto kita akan lebih berdimensi.

Depth of Field
7. Maksimalkan Depth of Field (DOF)

Apa itu Depth of Field? Secara definisi Depth of Field adalah rentang jarak yang dimiliki oleh subjek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman/atau fokus sebua foto yang dihasilkan. Memotret landscape biasanya tajam dari ujung ke ujung, biasanya saya menggunakan F/4 sd F/11 untuk menghasilkan foto yang tajam dan tidak blur, kemudian jangan lupakan prinsip hyperfocal distance , gunakan titik fokusnya di 3/4 foto biasanya yang saya lakukan. Kemudian jepret

Sering sering motret ya
8. Sering Memotret

Nah langkah terakhir adalah sering seringlah Memotret karena dengan sering memotret maka secara insting juga akan mengetahui kelemahan dan kelebihannya. Kemudian dengan sering berlatih memotret makan makin terasah kemampuannya dan jangan lupa untuk tidak malu bertanya terhadap yang lebih tahu.

Demikian 8 tips dasar untuk memotret landscape versi gw hehe. Untuk tekhnik lain seperti waktu terbaik memotret, dan lain-lainnya tunggu tulisan saya berikutnya ya...











Wednesday, December 12, 2018

TANJUNG LAYAR SAWARNA DESTINASI WISATA BANTEN YANG BIKIN KANGEN

Tanjung Layar

Pemandangan Daylight
Mendengar nama Tanjung Layar yang terlintas adalah dia batu besar menjulang bak Layar sebuah perahu. Ya betul sekali, salah satu daya tarik dari tujuan wisata di Banten adalah Desa Sawarna yang memiliki deretan pantai selatan yang indah dengan karakter ombaknya yang tinggi. Salah satu destinasi wisata di Sawarna adalah Tanjung Layar. Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengangkat tulisan tentang Sawarna namun kali ini yang akan di tulis adalah bagian dari Sawarna yaitu Tanjung Layar.

Tanjung Layar menjadi salah satu bagian penting dari geliat wisata di Sawarna. Menjadi pusat dari segala tujuan bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Sawarna. Sebagai pecinta fotografi yang paling banyak di lakukan oleh mereka-mereka yang akan 'hunting' foto di Sawarna memiliki jadwal yang hampir polanya sama. Yaitu hari Jumat berangkat menuju Sawarna , sampai di Sawarna pagi langsung memotret sunrise, pilihan pagi pertama adalah di Karang Taraje atau Karang Bodas atau sekarang pun sunrise bisa di lakukan di Cibobos (setengah jam sebelum sawarna) kemudian siangnya istirahat dan sorenya Sunset di Tanjung Layar. Kenapa Tanjung Layar menjadi pusat bertemunya sekaligus pusat geliat ekonomi rakyat? karena disinilah tempat yang paling banyak wisatawan. Kalau soal penginapan sangat berkembang pesat dari yang murah hingga yang mahal ada.
View tanjung Layar

Tanjung Layar dari sisi barat

Sisi lain Tanjung Layar

Infrastrukturnya juga sudah enak. Untuk mencapai Tanjung Layar dari Ciantir dapat di tempuh dengan menggunakan jasa ojek ataupun berjalan kaki. Panorama yang indah dengan gugusan batu Layarnya dan juga terdapat batu-batu karang di sekitarnya menambah keindahan tanjung layar. Apabila surut maka Tanjung Layar dapat di dekati oleh pengunjung meski harus tetap waspada karena ombak dapat sewaktu waktu menghempas dengan dahsyatnya.
Karakter Ombak di Sawarna seperti pada umumnya pantai laut selatan besar dan tinggi.

Untuk mengabadikan Sunset di Tanjung Layar dapat memilih view yang di inginkan meski kadang bocor oleh para pengunjung namun pandai pandailah memilih view untuk mendapatkan foto yang ciamik. Peralatan dan perlengkapan fotografi juga harus di persiapkan jangan sampai ketinggalan.

Bagi yang berniat hanya sekedar mencari sunset maka tidaklah sulit karena selepas sunset selesai dapat langsung pulang namun bagi yang ingin menginap banyak sekali homestay yang nyaman di Ciantir. Pengunjung juga tidak perlu kuatir akan kelaparan karena di sekitar Tanjung Layar terdapat banyak warung-warung milik warga sekitar yang menyediakan berbagai makanan. Penduduk Lokal sangat ramah terhadap wisatawan yang datang sehingga jangan malu malu untuk bertanya.

Umumnya sih para pemburu foto selama berada di Sawarna akan menggunakan jasa ojek dengan tarif sekitar 150-200rb untuk dua hari tergantung negosiasi. Jasa ojek di sini sudah merangkap sebagai guide dan porter jadi jangan sungkan-sungkan untuk meminta tolong ke mereka untuk menunjukkan spot foto yang bagus dan membawakan barang-barang yang kita bawa. Jika ingin memberi tips lebih itu tergantung masing-masing orang.
Keberadaan Langitnya yang ngangenin

Lantas apa sih keistimewaan dari tanjung layar ini? ya keistimewaannya adalah terdapat dua batu layar itu, meski sering motret namun tempat ini selalu membuat kangen, kangen dengan suasananya dan tentu saja yang di cari oleh fotografer adalah kondisi langit yang berbeda beda.

Berikut tips memotret sunset di Tanjung Layar :

1. Siapkan Kamera, Tripod, Filter, Memory Card
2. Cari Spot yang aman dan Nyaman
3. Memakai sandal yang Nyaman dan tidak licin
4. Pahami karakter awan dan langit kadang-kadang gerimis sebentar hingga menjelang magrib malah cetar tuh jadi harus sabar
5. Selalu waspada

Mau mengulangnya? yuk

Tuesday, December 11, 2018

MENGEJAR SUNSET DI PANTAI MELASTI TABANAN

Siap Jepret


Sayangnya cuaca tidak cetar
Pulau Bali memang terkenal dengan keindahan pantainya. Surga keindahan pantainya yang selalu di kunjungi oleh para wisatawan. Salah satu keindahannya adalah Pantai Melasti yang ada di Tabanan. Sebenarnya di Bali terdapat beberapa pantai Melasti karena memang di tempat tersebut sering dilakukan upacara Penyucian diri 'Melasti' yang dilakukan sebelum hari raya Nyepi. Demikian Juga di Pantai Melasti Tabanan ini.

Nah letak dari pantai Melasti ini sebenarnya tidak jauh dari Pantai Tanah Lot sebagai patokannya.Untuk mencapai tempat ini bagi wisatawan terlebih dahulu harus memasuki kawasan Tanah Lot dengan membayar tiket masuknya untuk kemudian memarkirkan kendaraannya. Kemudian berjalan menuju arah Pura Batu Bolong. Letak Pura Batu Bolong sendiri berada tidak jauh dari Pura Tanah Lot. Patokan yang paling mudah adalah tempat di mana Tari Kecak di Tanah Lot di lakukan pada jam-jam tertentu. Sebuah tanah lapang khusus sebagai tempat pertunjukan Tari Kecak. Dari sini berjalan menuju ke dalam, melewati tanah lapang dan menyeberangi sungai kecil maka sampailah di Pantai Melasti.
Angle Yang Lain

Harus pandai pandai mencari spot

Harus hati-hati karena saat menyeberangi sungai terdapat batu-batu yang kadang-kadang licin. Karakter ombak di Pantai Melasti cukup besar karena itu harus selalu waspada. Uniknya di pantai ini terdapat batu di tengah yang kalau di perhatikan seperti kucing yang sedang tertidur, dan apabila beruntung saat kesini di musim hujan maka akan menemukan air terjun yang langsung terjun ke pantai. Cukup indah. Hempasan ombak memecah batu-batu karang dan keindahan matahari terbenam menjadi salah satu daya tarik terutama bagi para pecinta fotografi Landscape.

Pantai ini tergolong sepi dengan garis pantainya yang pendek dan karakter pasirnya yang lembut di pinggiran namun kasar sekali di bibir pantainya. Seringkali pantai ini di jadikan tempat Prewedding, atau kadang-kadang terlihat sejoli yang sedang menyatakan cintanya. Daya tarik lain dari pantai ini adalah keindahan bebatuan yang akan terlihat indah dalam jepretan, dan ombaknya yang besar namun bagi yang suka bermandi ria di pantai sebenarnya tempat ini tidak recomended untuk mandi, Namun tetap indah untuk di nikmati.

Nah Bagi kalangan Landscaper ini mejadi tempat yang di buru karena disinilah salah satu tempat untuk menjepret matahari terbenam alias Sunset. Saat ini saya ke Melasti ramai-ramai bersama teman-teman landscaper yang lain. Sesampai di sini cuaca masih sore menjelang magrib sehingga memiliki waktu untuk mempersiapkan peralatan motret dari Tripod, filter dan segala tetek bengek yang di perlukan untuk motret.

Mengambil angle yang tepat, memotret hingga puas.

Setelah selesai menjepret maka segera bergegas pulang menuju parkiran, biasanya saat ada pertunjukkan Tari Kecak pertunjukannya belum selesai. Oh iya jangan kalau kesini jangan lupa bawa baterai karena keadaan agak gelap walaupun bisa mengandalkan baterai dari handphone.
Air terjun di Melasti

Aliran air terjun menuju pantai

Menjepret Senja



Tuesday, November 22, 2016

Hunting Bareng SFI dan NiSi Filter Indonesia ke Sawarna

Peserta Hunbar

Siap-siap nyanset di Tanjung Layar
Sawarna menjadi begitu istimewa di blog ini karena sudah 3 kali tercatat di tulis dalam blog ini. Sawarna memang istimewa dengan menjadikan ikon Tanjung Layarnya sebagai salah satu tujuan wisata alternatif yang murah di kawasan Bayah Kabupaten Lebak, Banten. Kali ini saya ingin berbagi cerita ketika mengadakan hunting bareng Seascape Sawarna yang diadakan oleh komunitas Serikat Fotografi Indonesia (SFI) yang berbasis di Instagram dengan nama instagramnya @serikat_fotografi_indonesia dengan didukung oleh NiSi Filter Indonesia sebuah Brand Filter yang kini sedang naik daun. Bagi pecinta fotografi Landscape Filter tentu menjadi wajib untuk di gunakan karena kamera yang kita miliki tidak bisa menangkap seperti apa yang ada dalam otak kita sehingga memerlukan bantuan filter, baik itu ND, GND maupun CPL.
NiSi Filter Cleaner

Sejenak bersantai

Back to perjalanan Hunting kali ini yang berlangsung dari 23 - 25 September 2016 dengan jumlah peserta  25 orang, sebenarnya ini diluar ekspektasi karena pada awalnya target peserta hanya 15 orang namun karena banyak yang ingin ikut maka akhirnya perserta pun di tambah. hingga mencapai 25 orang. Perjalanan memerlukan waktu sekitar 6 Jam dengan agenda 2x sunrise dan 1x sunset di spot yang sudah di tentukan dengan waktu keberangkatan Jumat hingga Minggu. Seperti waktu yang sudah ditentukan maka Jumat malam pun berangkat sekitar jam 8 , namun agaknya perjalanan kali ini kurang beruntung karena sepanjang perjalanan hujan turun dengan kondisi jalan yang cukup jelek. Sampai lokasi menuju desa Sawarna dan menuju homestay masih gerimis. Pagi yang gerimis, cukup pesimistis juga mengingat jadwal pagi ini adalah memotret sunrise di Lagoon Pari. Sesampai di homestay dengan diantar ojek yang sudah kami pesan sebelumnya kemudian dilanjutkan sholat subuh beruntungnya saat itu pula hujan reda. Kemudian perjalana tetap dilanjutkan untuk menuju spot Lagoon Pari.
Lagon Pari

Lagon Pari

Lagon Pari

Spot sekitar Lagon Pari

Spot Lain Sawarna

Sampai di spot selanjutnya mempersiapkan segala peralatan dari Tripod yang saya pakai, Kamera dan seperangkat filter NiSi dari mulai Holder V5 Nisi yang sudah termasuk CPL, Filter ND dan Filter GND 0,9 hard Nisi, di setting dan selesai. Siap jepret. Dengan di dampingi oleh tukang ojek sekaligus guide maka jeprat jepret pun akhirnya berlangsung dengan meriah. Masing-masing peserta di dampingi guide yang akan memandu apabila ada ombak untuk memberi aba-aba sekaligus membawakan barang yang kita bawa. Selesai sunrise di Lagoon pari kemudian pulang ke homestay dan selanjutnya istirahat untuk menanti sore untuk selanjutnya hunting sunset di Tanjung Layar.

Sebelum hunting sunset ada sharing fotografi juga yang dapat menambah pengetahuan tentang fotografi Landscape sekaligus cara pemakaian Filter yang berguna bagi para peserta tentunya. Kegiatan ini dibuat secara interaktif artinya selain pemberi materi juga ada tanya jawab sehingga keterlibatan peserta dituntut secara aktif agar dapat mengambil ilmu yang diberikan.
Tanjung Layar

Tanjung Layar

Saatnya hunting sunset pun tiba. Tukang ojek sudah siap menunggu untuk segera mengantar ke Tanjung Layar. Bagaimana cuaca sore itu? ya agaknya kurang beruntung juga nih karena hujan gerimis pun datang, namun menjelang magrib meski masih sedikit gerimis cahaya secara pelan keluar, dan kali ini hunting sunset di Tanjung Layar pun tidak mengecewakan, karena dapat mengabadikan momen indah sore itu meski dengan harap-harap cemas. Indahnya sore itu di tutup dengan steelwhool di area tanjung layar.

Kembali ke homestay, dan sebelum tidur tentu saja ada sharing cara edit foto secara sekilas dan ringan. Esok harinya dilanjutkan untuk sunrise di Karang Bodas. Bagaimana cuaca paginya? lumayan sedikit keluar cahaya meski agak telat ke lokasi sunrise sih. Namun dari semuanya secara umum hunting bareng ke Sawarna ini cukup memuaskan dengan kondisi alam yang juga mendukung.

Ingin join hunting bareng dengan saya berikutnya? jangan lupa pantengin dan follow Instagram saya yah di @totoandromeda