Tuesday, July 21, 2026

DESY RATNASARI, MAKE UP DI WARTEG

 


DESY RATNASARI, MAKE UP DI WARTEG (berita lawas) Ini berita penting ya hehe, make up di warteg . Masyarakat Jakarta pasti sudah akrab dengan Warung Tegal. Biasanya warteg tempat mangkalnya abang becak dan sopir bajaj dan tempat para pengangguran kongkow-kongkow (ini sih dulu ya, sekarang warteg udah mahal harganya hehe..admin). Sejak datangnya Desy Ratnasari, artis remaja si cantik manis ini membuat warteg di kawasan Rawasari semakin semarak. Kontan saja para abang becak dan sopir bajaj hengkang dari warteg itu. 

Tidak ada tempat bagi Desy untuk berlindung, kecuali di warteg itu. Sementara matahari bersinar terik. Suhu udarapun meningkat tinggi dari biasanya. Kalau bersembunyi di bawah tenda kru film "OOM PASIKOM, PARODI IBUKOTA" aroma bau busuk terasa menyengat hidung. 

"Bagi saya tidak jadi masalah bermake up di warteg. Walau kesannya kumuh tapi kesederhanaan warung membuat kita rileks, " ujar artis yang memiliki tinggi 164 cm ini. 

Karena munculnya Desy tentu saja pengunjung warteg menjadi ramai. Tapi bala juga bagi empunya warteg. Dari sekian banyak pengunjung warteg hanya beberapa orang saja yang ngopi atau makan. Sang empunya warteg hanya bisa urut dada. Kesemuanya pengunjung hanya melihat-lihat Desy. Karena jadi tontonan gratis membuat warteg membludak. Untung tidak ada yang mencolek-colek Desy. 

"Walau saya rugi waktu karena tak ada yang beli, ya tidak apa-apa. Saya bangga lho, sebab ada bintang film duduk di warung saya, "ujar ibu empunya warung. 

Tidak hanya bermake up, tapi juga untuk beristirahat tentu saja warteg yang kecil ini menjadi sesak. Di pojok lain dua remaja bertengkar. Apa pasal? Selidik punya selidik, sang cewek cemburu karena melihat sang cowok ingin berkenalan dengan Desy. 

Untung saja suting cepat berlangsung. Sehingga Desy bisa lebih dini meninggalkan warteg itu. Kalau lebih lama mungkin bakal ada yang terjadi. Sebab massa semakin banyak. Karena massa datang sendiri. Bukanlah gampang mencari massa pada tengah hari untuk menjadi figuran film. 

Ditanya soal pacar Desy menutup diri. Padahal beberapa anak muda tergila-gila padanya. Apa lagi zaman sekarang, satu dua remaja yang tidak punya pacar. Ketinggalan zaman dong?.

"Saya memang nggak punya pacar. Saya takut pacaran. Kata orang bahaya,"kilahnya berkelakar. Rupanya suting Desy kali ini tidak berjalan mulus. Kenapa Des? "Saya harus berperang dengan debu. Itu sih tidak apa-apa. Kalau bau busuk mau muntah rasanya. Kan lebih baik mangkal di warteg daripada berjemur matahari dan berteman sampah, "katanya. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990

No comments:

Post a Comment