Wednesday, August 19, 2026

TEGUH KARYA : MESTINYA FILM MENJADI UPACARA BERSAMA....

 


TEGUH KARYA : MESTINYA FILM MENJADI UPACARA BERSAMA....(berita lawas). Seperti sederetan sutradara tangguh lain, Teguh Karya juga berkarya di televisi. Menyemarakkan dunia sinetron, Sutradara besar ini tetap belum tertandingi dalam hal kecermatan dan ketelitian, serta menghasilkan gambar-gambar realistis dalam keseharian lewat garapan sinemanya. 

Teguh Karya yang sudah dikenal sebagai pemain sandiwara sejak akhir tahun 50-an dan menekuni bidang penyutradaraan, dalam pementasan-pementasan yang diadakan oleh ATNI, makin memantapkan dirisnya sebagai sutradara dan sineas lengkap. Tak hanya dipanggung, film-film layar lebar melainkan juga di televisi. 

Berikut cuplikan wawancara yang dimuat di majalah film No. 222/188/TH XI, 17 - 30 Des 1994, tentang kesibukannya mempersiapkan sinetron produksi barunya tentang komposer WR Soepratman di sanggarnya yang sejuk. 

T ; Apa yang menarik untuk dibicarakan dengan perkembangan produksi sinetron saat ini?

J : Apa yang disebut sinetron adalah salah satu alat kesenian pertunjukkan dramatik di televisi yang paling 'buncit' dari deretan kesenian yang lain. Saya melihatnya sinetron masih harus berproses. Tidak bisa terlalu dibicarakan. Biarkan sinetron itu berproses, ini yang paling penting. Karena apa? Karena sinetron membutuhkan proses sebagai sebuah bentuk kesenian pertunjukkan baru. 

Kita harus memberikan kesempatan kepada sinetron untuk berproses. Apapun yang sedang dibuat, dipikirkan ditafsir dan dikerjakan orang tentang sinetron, harus melihatnya dari kaitan dalam berproses. Kalau tidak begitu akan ada yang apriori. 

T : Barangkali setidak-tidaknya ada standarisasi produksi sinetron yang ingin di capai?

J : Kelak akan lahir film televisi dan drama televisi yang punya standar. Kelak ada sinetron yang lahir sebagai standar umum, ada yang unik-unik ada yang dibuat untuk kepentingan berbagai kalangan dan ada juga untuk kalangan tertentu. 

Semuanya itu membutuhkan proses, sesuai dengan bakatnya dan harus terimbangi oleh ilmunya, wawasannya, kemudian baru kit amelihat maju mundurnya dunia persinetronan. 

Festival Sinetron Indonesia (FSI) adalah salah satu yang saya sebut salah satu sebagai proses. Di zaman sekarang ini, ada kita lihat sinetron untuk kepentingan film televisi dan kepentingan drama televisi, penggarapannya dibuat bukan oleh kamera elektronik, melainkan dengan kamera magnetik (film 16 mm). Maka biarkan segala sesuatunya berproses. Baik olrang-orang, tokoh-tokohnya, dan juga peraturan-peraturannya. Biarkanlah berproses.

T : Bagaimana dengan Pak Teguh sendiri, yang juga ikut memproduksi sinetron kini?

J : Bagi orang-orang seperti saya, Slamet Rahardjo, Arifin C Noer, dan Putu Wijaya bukan gagah-gagahan datang ke dunia sinetron. Andai saja ada ceirta yang bisa dilukis, mungkin yang saya bikin adalah lukisan. Karena saya bukan pelukis tentu tidak bisa. 

T : Apa dampak adanya sutradara sinetron yang lahir tanpa latar belakag?

J : Dari satu sudut pandang seakan-akan banyak sutradara sinetron lahir tanpa latar belakang yang kuat. Bila kita lihat dalam jangka panjang biasanya yang tidak becus itu kalah. Hukum alam pada dasarnya begitu. 

Kalau kita memberikan kepercayaan kepada orang yang salah, atau kepada orang yang kurang tepat, maka yang akan terjadi adalah kehancuran. Tidak ada pohon besar yang tumbuh dalam sehari. Sebaliknya tidak akan ada pohon besar roboh pula dalam satu hari. 

T : Apa pendapat Pak Teguh dengan banyaknya bintang sinetron berakting teatrikal?

J : Sebenarnya tidak ada! Itu cuma kita punya rasa kecurigaan saja. ukuran akting adalah meyakinkan orang apa tidak!?. Kalau tidak meyakinkan orang berarti itu bukan akting!. Banyak yang mengatakan akting teatrikal karena kita kurang banyak perbandingan, kuran gbanyak tahu dan kurang banyak melihat. Cukup banyak pemain sinetron yang belum meyakinkan orang, seperti pemain teater yang baru tamat belajar. 

Akting adalah Akting! Akting definisinya adalah membuat orang yakin! mau dibawakan bagaimana, ya terserah asalkan orang yang melihatnya yakin dengan apa yang dilakukannya. Baik di teater, film maupun di sinetron pemain yang mati itu tidak mati betulan. Tapi seorang pelakon harus dapat meyakinkan penonton bahwa dia mati. 

T : Contohnya bagaimana?

J : Saya ambil contoh dalam film Casanova. Ketika adegan para biarawati turun dari kapal dan hendak naik perahu ke dermaga, sutradara membikin lautnya dari plastik. Anda bayangkan, plastik jadi lautan. Itu sah sah saja, dan yang membuka adegan itu bukan sutradara asal jadi. 

T : Apa pendapat Pak Teguh tentang Penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia?

J : Saya kembalikan dulu kepada kenyataan yang ada bahwa kit amasih lagi berproses dalam dunia persinetronan. Kalau ada kesalahan sedikit itu soal biasa. Sebab masih berproses. Jadi jangan salahkan siapa-siapa dulu. 

Mari kita lihat penilaian bukan untuk membicarakan kategori. Misalnya akting Yang mirip-mirip akting ada? Namanya pura-pura, Ada juga lagi mirip-mirip akting? Namanya imitasi. Soal ini harus membudaya. 

Karena sinetron masih barang baru dan masih berproses,biarkanlah mencari jati dirinya. bukan berarti tidak dikritik, tapi nanti setelah kelak berhasil. Untuk saat ini soal FSI saya tidak mau berkomentar banyak atau mengartikan , sebab sinetron kita masih berproses. 

T : Apa yang menggelisahkan Pak Teguh saat ini?

J : Kegelisahan saya adalah terhadap pertumbuhan film nasional. Sebab saya tidak percara bahwa pertumbuhan film kita bisa parah seperti sekarang. Kita sudah terlalu kurang menafsir apa yagn sebenarnya kita perlukan dengan film nasional. 

T : Maksudnya?

J : Kenapa tidak banyak tema-tema film nasional seperti film Di Balik Kelambu? Bagaimana seorang menantu yang kurang mampu tinggal bersama mertua, dan berhadapan dengan menantu lain yang hebat-hebat. Ini 'kan masalah yang ada di sekitar kita. Bisa saja film bicara tentang wanita yang baru beranjak dewasa. Atau bagaimana seorang janda membesarkan anak-anaknya. Persoalan-persoalan seperti  itu kan sangat dekat sekali dengan kehidupan kita pada umumnya. 

Kenapa kita tidak di bikin cerita yang dekat dengan masyarakat? Kenapa yang dibikin yang aneh-aneh? Misalnya jemput pacar dengan helikopter? Maka kita selalu bertanya bangsa apa yang sedang diceritakan dalam film tersebut. ?

Akibatnya semakin jauh masyarakat dengan film nasional. Begitu ada film Ghost, ada sineas bicara begini, "membikin film kayak gitu saya juga bisa!?" Kalau bisa kenapa tidak dari dulu bikin? Film Shost 'kan tidak  cuma cerita tentang lelaki gentayangan. 

T : Bagaimana menurut Pak Teguh film yang baik sekarang ini?

J : Film yang baik menurut saya film yang membuat penonton dan masyarakatnya bersatu Kalau bisa saya ibaratkan pertunjukkan film-film nasional harus seperti upacara bersama. Kalau sudah upacara bersama tidak diundang pun masyarakat akan hadir. 

T : Apa yang menjengkelkan Pak Teguh dalam perkembangan film nasional akhir-akhir ini?

J : Tanpa sebab, dalam film ada adegan seorang gadis buah dadanya di ablak-ablakkan, dudukpun disengaja-sengajakan. Contoh lain, aa adegan orang yang mati yang di close up jam tangan Albanya, jadi lama-lama kita kan malu! Akibatnya, banyak cerit afilm yang tidak dikenal oleh masyarakatnya. Ada adegan lain menggambarkan orang kaya sarapan pagi dengan menu yang luar biasa. 

Kalau di lihat film Ghost menarik karena tokoh-tokoh yang ada di dalamnya kayak manusia, begitu dengan jalan pikiran perasaannya. Flm nasional banyak yang dapat dimengerti jalan ceritanya tetapi tidak mengena di hati penontonnya. Kenyataan itu yang sering terjadi. 

T : Apa yang seharusnya dilakukan di perfilman nasional untuk saat ini?

J : Dalam kondisi sekarang ini, tidak bisa satu orang yang bisa memperbaiki perfilman nasional . Harus diperbaiki dengan sederetan orang. Yang saya sebut adalah sikap mental baru dalam memandang film nasional dan harus dilakukan secara marathon pula. 

Ada film kita bagus-bagus. Saya ambil contoh film Kejarlah Daku Kau Kutangkap, Naga Bonar dan Di balik Kelambu misalnya. Kenapa tema-tema film seperti ini tidak ada yang meneruskanya lagi? Kenapa film-film sekarang larinya kearah naluri yang cukup liar? Karena itulah film nasional memerlukan isi dan tema yang baru. Formatnya arus baru. Seperti juga kasus serupa pernah terjadi di Italia dan Perancis.

T : Apa yang ingin Pak Teguh Sampaikan lewat Alang Alang dan Pakaian dan Kepalsuan?

J : Kalau Alang-Alang pencetusnya adalah menteri kependudukan dan Keluarga Berencna, Pak Haryono Suyono dimana hendak membicarakan soal kependudukan. Saya punya respek terhadap kependudukan. Orang tidak hanya diberikan perhatian kepada pakaiannya rumahnya tau keadaanya, tetapi yang paling penting saya hendak mengatakan agar jangan sampai merasa miskin perhatian. Kalau ketemu pemuluh tuduhannya cuma maling. Intinya saya hendak bicara jangan orang merasa miskin perhatian. 

Kalau Pakaian dan Kepalsuan adalah sebuah parodi. Sebuah kelakar, jangan pakaian kemana, kelakuan kemana-mana. Tokoh-tokohnya hanya manusia biasa tetapi omongannya gede. 

T : Pak Teguh Apa benar skenario adalah sebuah karya sastra?

J : Kalau kita lihat televisi, maka yang pertama kita lihat adalah  gambar. Kalau gambar pasti ada sangkut pautnya dengan seni lukis. Kalau melihat adanya cerita pasti ada kaitannya dengan sastra. Meskipun bukan susastra. 

Kalau menggambarkan orang harus ada perjuangannya, lata belakang dan cita-cita hidupnya. kalau tidak ada sastra dalam skenario seperti membicarakan kucing saja. Kalau kita melihat film kartun dan kita dapat bersedih, artinya menggarapnya itu dengan jalan pikiran manusia yang penuh dengan kemanusiaan. Disitulah letaknya sastra dalam penulisan skenario. ~~~~


Tuesday, August 18, 2026

TATIEK MALIYATI WS, KETUA MERANGKAP ANGGOTA DEWAN JURI CERITA FESIVAL FILM INDONESIA 1992.

 


TATIEK MALIYATI WS, KETUA MERANGKAP ANGGOTA DEWAN JURI CERITA FESIVAL FILM INDONESIA 1992. Beberapa judul seri sinetron populer di TVRI tak bisa dilepaskan dari nama Tatiek Maliyati WS. Sebut saja antara lain Losmen dan Sartika. Kelahiran sinetron-sinetron yagn sangat digemari pemirsa TVRI ini dirintis bersama almarhum Wahyu Sihombing, suaminya. 

Kelahiran Surabaya, 10 November 934 ini betul-betul mencurahkan hidupnya pada seni akting. Menjadi pemain drama sejak 1955 hingga 1971, dan pada 1957 sampai 1963 bergaya di layar perak. 

Tatiek memperkuat minatnya di bidang seni akting dengan dasar pendidikan dari ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) lalu memperdalam di Departement of Drama Fine Arts Carnegie Tech, Pitsburg, USA. 

Dosen Seni Peran dan Penulisan Naskah Drama di Institut Kesenian Jakarta ini terus menggumuli teater dan film. Tatiek juga termasuk seorang penulis skenario yagn cakap. 

Tatiek satu-satunya wanita yang menjadi Dewan Juri FFI 1992. Dan menjadi ketua Dewan Juri FFI 1992 merupakan jabatan yang kedua kalinya disandang setelah tahun 1983 

Di Majalah Film , Tatiek Maliyati juga merupakan pengasuh Klinik Akting. 

Monday, August 17, 2026

ANNE JUNITA COTO

 


ANNE JUNITA COTO(berita lawas). Perjalanan panjang telah ditempuh oleh gadis jelita bertubuh sexy, tinggi nan putih ini. Sebelum menjadi pemeran utama di sinetron laga Panji Tengkorak, yang mengharuskannya bersilat-silat ria, dengan sesekali jatuh bangun, terbanting dan terjerembab oleh lawan mainnya, Anne Junita Coto pernah menjuarai sejumlah konteks kecantikan yang 'hanya' menuntutnya berlenggak lenggok diatas pentas. 

Tapi permainan fisik yang keras, yang biasanya digemari lelaki, memang akrab dengannya sejak remaja. Putri ke 3 dari 6 bersaudara kelahiran Pontianak, 29 Juni 1974 ini pernah mengikuti latihan terjun bebas, terjun payung di kota kelahirannya, Pontianak. Sebelum stop, karena orangtuanya cemas. Soalnya makin lama makin nekad. 

"Saya ikut-ikutan kontes karena kakak saya juga langganan kontes. Karena sering nonton, diminta bantu-bantu, akhirnya kebawa ikutan jadi peserta,"kenangnya, tentang keaktifannya di panggung kontes. Kakaknya Mimi Sylviana Wahyuni yang 5 tahun lebih tua, merupakan langganan kontes kecantikan bahkan sudah kalibar nasional. 

Anne sendiri dipanggung kontes kecantikan, kemudian menyabet tak kurang 19 kejuaraan dari tingkat harapan sampai pemenang I, mulai dari level Pemilihan Bujang Dare Pontianak, Dare Ayu se Kalbar, Pemilihan Ratu Kebaya, Busana Nasional, Putri Citra, hingga putri Indonesia yang menjadi idaman gadis-gadis cantik yang padat prestasi itu. 

Yang membanggakan, untuk mengikuti kontes-kontes itu gadis jangkung dengan modal tinggi 170 cm ini mencari dan mendapatkan biayanya sendiri. Orangtua hanya memberikan support moral. "Melatih Aerobik menjadi penjaga stand pameran, sales promotion girl, nyanyi dll. Pokokny ayang jadi duit Anne kerjakan. Pada dasarnya Anne memang nggak betah diam, Kalau nganggur terus mikir, enaknya ngapain? Yang menghasilkan, gitu, katanya sembari ketawa. Selain karena terdesak kebutuhan rasanya bangga juga lho, menghabiskan uang hasil keringat sendiri, tambahnya mengenangkan. 

Kenikmatan dan keasyikan macam apa yang dirasakan dengan kontes-kontesan?

"Pengalaman dan popularitas," jawabnya mantap. 

Ngomong-ngomong benarkahmodel cenderung longgar dan toleran, terutama dalam hal seks? "tergantung orangnya. Masing-masing juga sih ya. Orang biasa yang gampangan juga banyak, "kilahnya. 

Kini kontes-kontes kecantikan menjadi kenangan selain sudah jenuh, juga karena ada tantangan lain yang lebih menarik, akting di depan kamera dan untuk layar kaca. 

Bagaimana awal mulanya mengenal sinetron? "Diajak teman, ketemu di pertokoan, langsung dibawa ke lokasi suting. Gitu aja, "ungkapnya. Tak nyana suting pertama berlanjut di sinetron berikutnya. Mula-mula komedi Kanan Kiri OK, lantas melodrama Senja Makin Merah kemudian aksi laga Panji Tengkorak. Dan Selamat Pagi Suci. 

Panji Tengkorak sejauh ini merupakan sinetron yang mengesankan, karena selain menurutnya untuk berlatih fisik, untuk adegan-adegan laga tak hanya ekspresi dan berdrama ria disini ia mendapat peran penting dan intens tampil 10 episode. "Anne berperan sebagai Nesia, peran antagonis, pendekar wanita yang jahat karena sanga mencintai Panji Tengkorak, dan bersaing dengan Dewi Bunga (Inung Rismadara) dan Andini (Yanti). Tokoh Panji Tengkorak dimainkan oleh Fendi Pradana. 

Tentang keterlibatannya di olahraga terjun payung diungkapkan, saat ia aktif di FKPPI Organisasi putra putri tentara itu, menyelenggarakan program pelatihan terjun payung bagi yang berminat. Ia terdaftar sebagai 1 diantara 8 wanita bersama-sama 50 peserta lainnya. Katanya ia berpengalaman terjun bebas (Free fall) sebanyak 13 kali. "Yang nikmat dan mendebarkan ya waktu terjun bebas itu. Lihat bumi dari langit, Asyik. Payung belum mengembang indah dan lega rasanya kalau sudah landing, mendarat,"katanya. ~~MF No. 257/223/XII/20 April - 3 Mei 1996


Sunday, August 16, 2026

MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK


MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK(sinetron lawas). RAM SORAYA , produser PT. Soraya Intercine Film setelah memproduksi lebih dari 50 judul film bioskop, nampaknya berusaha juga menerobos sinetron televisi. Inilah miniseri produksi perdananya, yang bertema misteri dipadu dengan mistik dan aksi. Sebagai sutradara (untuk pertama kalinya) Yan Senjaya, yang biasanya menjabat Produser Pelaksana dalam banyak film produksi Soraya sedangkan jabatan Produser Pelaksana miniseri ini adalah Jauhari Ardiwinata yang cukup berpengalaman dengan berbagai jabatan di RCTI. 

Dikerahkan banyak bintang yang cukup terkenal, mulai dari Reynaldi, Gito Gilas, Cut Keke, Emri Margono, Anen Wijaya, pelawak Taufik Savalas, sampai pendatang-pendatang baru, Lady Kartika (Sebagai tokoh sentral Putri Melati) yang berasal dari guci antik Cina, Roweina, Lisa Patsy serta pemain-pemain bule , Jurek Bleszynski dan Nacy Francys. 

Hampir keseluruhan lokasi suting dipusatkan di daerah Ketapang, Lampung Tanjung Karang. Hitung-hitung ternyata mencakup sebanyak 40 lokasi. Pembuatanya memakan waktu selama 2,5 bulan. 

Diceritakan nelayan muda Matnur terdampar ke pantai Pulau Karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Dalam mimpinya, Matnur sekali lagi melihat Putri Cina yang meminta pertolongan karena di buru perompak. Maka Matnur mengajak adik iparnya Lebar, melacak ke pulau karang itu. Hasilnya ia menemukan sebentuk guci antik. 

Konon kabarnya guci itu bakal membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Memang benar, Matnur mendadak hidup makmur, karena tangkapan ikannya selalu berlimpah. Tak disadari nelayan muda inilah, kalau guci antik bisa menjelma menjadi Putri Melati yang secantik bidadari. 

Turis Grant dari sindikat penjualan benda-benda antik, mengincar guci tersebut. Dengan membayar penjahat yang menyamar sebagai garong, ia merebut guci antik. Muncul pula kawanan Sasagi dari Jepang, dan Roy pemimpin kelompok gangster perlente dari Jakarta yagn bentrok dengan sindikat Grant. Korban-korban mulai berjatuhan, bahkan si lugu Lebar juga tewas terbunuh. 

Matnur yang penasaran usaha mendapatkan kembali guci temuannya. Samar-samar terungkap, nun di zaman Majapahit dulu, Putri Melati dari Cina, bercinta dengan Panglima Muda. Keduanya dijatuhi hukuman mati. Putri Melati di bakar, abunya disimpan dalam guci antik. Rupanya Matnur adalah reinkarnasi, titisan dari sukma Panglima Muda ratusan tahun lalu. Mungkinkah sekarang cintanya dengan Putri Melati bisa terwujud?. 

Miniseri sebanyak tujuh episode ini, masing-masing dengan masa tayang 48 menit, ditayangkan di RCTI tiap Minggu malam mulai 16 Oktober dan berakhir 27 November 1994. Akhir episode ke 7 yang sengaja dibuat open ending, mengisyaratkan kelak masih bisa dibuat kelanjutannya lagi. ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

ANGEL IBRAHIM

 


ANGEL IBRAHIM (berita lawas). Tuah dari kian maraknya sinetron di media televisi, tak pelak adalah makin berkibarnya nama para pemainnya. Ini wajar saja. Dan salah satunya pasti  tersebut nama Angel Ibrahim, yang sempat terorbit lewat serial sinetron Bella Vista di layar kaca RCTI. 

Namun sebenarnya itu bukan kemunculan yang pertama kali,baginya dilahan sinetron, karena sebelumnya pernah terjun didalamnya. Serial Komedi Gara-gara adalah kiprah pertama kalin baginya di jalur lakon televisi. Cuma karena ia tak rutin muncul dan malah sempat menghilang, maka namanya jadi tak sepopuler para pemain lainnya. Maka ketika turut mendukung Bella Vista banyak para permirsa yang tak begitu paham siapa dirinya. 

Perempuan kelahiaran Jakarta, 6 Mei 1969 ini pun sebenarnya berangkat dari layar lebar lewat film-film komedi bersama kelompok Warkop DKI. Satu diantaranya berjudul Salah Masuk, dirinya kebagian peran utama pendamping Trio lucu tadi. Dalam film laga Badai Laut Selatan juga terlihat Angel bermain meski hanya sekilas. Maka jelas Angel bukan terhitung pendatang baru di jagad seni peran tapi cukup punya jam terbang di bidang akting. 

Angel menyadari manfaatnya yang diperoleh dari keterlibatannya di lahan seni peran ini. Karena popularitasnya ikut membantu kelancaran urusan bisnisnya dengan berbagai kalangan. Kendati tak dengan sengaja dimanfaatkan, tapi toh berpengaruh juga posisinya sebagai artis yang telah punya nama. Urusan jadi lancar dan tak sampai berbelit-belit. Meski terkadang tak terhindarkan privacy-nya juga terusik dan tak bisa menghindar dari kejaran para pemburu berita. 

Soal ini yang memang terasa mengganggu , karena ada kesan artis dengan tinggi 168 cm ini agak tertutup. Ia cenderung menghindar dari publikasi dan sulit untuk diwawancarai. Kenapa bisa demikian? Apa takut dengan gosip-gosip yang bakal meruyak?

"Sebenarnya tidak begitu, bukannya saya tak mau di wawancarai. Cuma saya memang sibuk jadi takut tak bisa menepati janji. Sebagai public figure saya sadar akan konsekuensinya, termasuk gosip yang akan muncul. Ini sudah resiko, jadi saya telah siap menghadapi. Yang penting, sebagai artis saya tak berbuat macam-macam," tegasnya menepis nada sumbang terhadap dirinya. ~MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

Saturday, August 15, 2026

SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG

 


SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG (sinetron lawas). Cerita dengan set mahal,mengangkt problema orang 'atas' menjadi trend dan digemari penonton televisi. Terbukti sinetron yang menjual mimpi macam Benagn Emas, Halimun, Bunga-Bunga Kehidupan, Pengantin Lari mendapat rating tinggi. Bahkan Benang Emas yang dibintangi Dede Yusur dan Ayu Azhari mencapai angka 52. Angka yang fantastis tentunya. Karenanya, stasiun RCTI dengan gagah berani menayangkan ulang sinetron yang di produksi 26 episode ini. 

Mencoba menyusul sukses Benang Emas, Multivision Plus production house yang paling produktif ini kembali memproduksi sinetron-sinetron dengan cerita yang lagi-lagi menjual mimpi indah. Kali ini Bella Vista (BV). 

Bella Vista, ceritanya ditulis oleh Nasri Cheppy yagn sekaligus bertindak sebagai sutradara , dan kali ini, sutradara yang namanya mengorbit setelah mengarap film laris Catatan Si Boy. "Pada dasarnya masyarakat kita senang mimpi, buktinya sinetron yang menjual mimpi, yang menceritakan kesusahan atau problematika 'orang atas' selalu digemari. Apalagi kalau kita tampilkan intrik-intriknya, " kata sutradara yang juga penulis cerita Benagn Emas ini.

Menurut Cheppy sebenarnya ia ingin menggarap sinetron yang menceritakan problematika masyarakat kebanyakan atau yang bawah sekalian. Tapi ketika mau memulai, ia selalu dihantui rasa takut tidak ditonton. 

"Buat apa menghadirkan sinetron yang tidak akan ditonton. Sekarang saya harus realistis dalam berkesenian, Karena kalau nggak realistis, kreatifitas saya sebagai seniman bisa mandul, " ujarnya. 

Karena untuk mendukung cerita yang ditulisnya, Chepy sekarang memilih pemain yang sudah mapan dan namanya bisa jadi jaminan. Dan di BV, Cheppy menghadirkan aktor-aktor mapan seperti Dwi Yan, August Melasz, Ira Wibowo, Fuad Baraja, Ryan Hidayat, dan Roy Marten. Malah untuk Roy, Chepy telah mampu meyakinkan Roy agar menggunakan vokal sendiri untuk sinetron kali ini. 

Selama ini yang menjadi problem besar mantan aktor idola remaja film Indonesia 1980an ini adalah vokal, dimana ia selalu menyerahkan kepada dubber. Kini, ia diminta mengisi suara sendiri. 

"Chepy lah yang meyakinkan saya, kalau vokal saya yang jelek ini tidak akan jadi masalah besar. Untuk itu saya ingin mencobanya, siapa tahu kehadiran saya akan mendapat tempat di hati pemirsa televisi, "ujar Roy Marten. 

Bella Vista adalah nama sebuah perusahaan dari naam kelompok perusahaan milik Benni Latin (Roy Marten), nnama BV diambil dari gabungan benni Latin dan istrinya Vivi Tamiya (Ira Wibowo).

Cerita dimulai ketika Benny Latin merindukan kehadiran seorang anak dari istrinya, tapi keinginan itu hanya jadi mimpi, karena menurut dokter, istrinya tidak boleh hamil. Karena dari hasil pemeriksaan terrnyata sang istri mengidap penyakit yang membahayakan jiwanya. Dokter minta pengertian kepada Benny agar mau menggugurkan kandungan istrinya saking kepinginny punya anak. Akhirnya walau kata dokter Vivi akan meninggal apabila melahirkan, ternyata diagnosa dokter meleset. Vivi melahirkan anak perempuan dengan selamat dan diberi nama Bella Tamiya. 

Setelah melahirkan Vivi mengalami kelumpuhan total dan membuatnya berbaring ditempat untuk selamanya. Kelumpuhan Vivi membuat Benni kehilangan semangat kerja dan hal ini membuat Vivi merasa kasihan dan menyuruh suaminya untuk kawin lagi. 

Kemudian Benni menuruti perintaan istrinya dan menikah dengan sekretarisnya yang bernama Lydia (Angel Ibrahim). Lydia mau menikah dengan Benni lantaran ia tidak pernah bahagia selama kumpul serumah dengan Roy (August Melasz), karena Roy tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan menikahnya Lydia dengan Benni membuat Roy dendam dan berusaha menghancurkan bisnis Benni. 

Setelah setahun menikah pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yagn diberi nama Andre (Ryan Hidayat). Dan ternyata Andre bukan anak kandung Benni melainkan hasil hubungan gelap dengan Roy. Dan setelah melahirkan, ternyata Lydia sakit dan mengharuskan dirinya istirahat total. Dan sakitnya Lydia tentu membuat posisi sekretaris kosong, kemudian Lydia menyarankan agar Benni mencari sekretaris baru dan harus laki-laki. 

Dari hasil testing ternata terpilihlah Roy yang tidak lain mantan pacar Lydia. Karena kecerdasan dan kelincahannya membuat Benni menaruh simpatik pada Roy. 

Suatu hari Lydia berkunjung ke kantor suaminya, dan terkejutlah ketika ia tahu kalau sekretaris yang di puji-puji suaminya selama ini adalah mantan pacarnya. 

Walau Benni sudah berusaha baik, tidak melunturkan dendam pada Benni yang telah merebut kekasihnya. Dan Roy berusaha keras untuk menghancurkan usaha Benni. Andre tumbuh dewasa dengan penampilan yang ugal-ugalan dengan rambut gondrong dan anting di telinga. Penampilan Andre yagn urakan dimanfaatkan oleh Roy untuk menjembatani dendamnya. Bagaimana kelanjutannya? Seru kaaaan? ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Friday, August 14, 2026

IRA WIBOWO , AWAL MULA DIAJAK MAIN FILM OLEH DONO

 


IRA WIBOWO, AWAL MULA DIAJAK MAIN FILM OLEH DONO (berita lawas). Kalau dibilang jatuh bangun untuk meraih karir dan popularitas sebagai artis, rasanya sih nggak. Saya bukan orang yang ambisius. Wajar-wajar sajalah. Apalagi bisa tampil di film karena secara kebetulan saya diajak Mas Dono, waktu itu saya masih bergabung dengan kelompok Suara Mahardika-nya Mas Guruh. 

Mas Dono tanya : Apa saya berani main film? Tahu sendiri 'kan Mas Dono orangnya suka bejanda, ya langsung saya jawab "nggak takut!", eh nggak tahunya dia serius. Tidak lama kemudian ada produser menelepon saya...jadilah saya muncul di film Pencuri Cinta (berpasangan dengan Rico Tampatty).

Namanya orang kaget dikasih kesempatan ya saya jadi positif, yang awalnya cuma ingin tahu rasanya main film, lama kelamaan terpikir oleh saya profesi ini kalau ditekuni menarik juga dan saya bisa berbuat lebih baik dari yang sudah saya lakukan. Ketelatenan dalam mempelajari sebuah peran juga merupakan kunci keberhasilan. 

Memang privacy saya jadi terganggu, pergi kemanapun orang akan memperhatikan gerak gerik saya, tapi itu resiko profesi. Selama saya masih dapat mengatasi tidak menjadi masalah. Dan saya juga bukan orang yang gampang terpancing emosinya, kalau saya menghadapi gosip. untuk apa dipusingkan? Cuek saja biar waktu yang akan bicara bahwa gosip apapun itu tidak benar. 

MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

Thursday, August 13, 2026

ADAM JORDAN NYARIS PUTUS ASA

 


ADAM JORDAN NYARIS PUTUS ASA, (berita lawas). Saya selalu berusaha untuk hidup dengan wajar dan benar-benar tidak ngoyo. Itulah sebabnya saya tidak begitu merasakan sulitnya untuk menjadi artis, apalagi semua yang saya raih hanyalah suatu usaha yang sangat kebetulan. 

Kebetulan saya diajak teman sekampus main sinetron, kebetulan juga saya didaftarkan mengikuti pemilihan Abnon '94 dan kebetulan saya punya pikiran diterima syukur alhamdulillah tapi kalau gagal tak jadi masalah. 

Namun Tuhan rupanya menghendaki saya terjun ke bidang ini diberinya saya kesempatan. Apapun resikonya saya harus berusaha semaksimal mungkin. Pernah saya nyaris putus asa menjalani serangkaian suting untuk iklan sebuah bank, dari kampus saya langsung start ke daerah Glodok tiba disana jam 7 malam dan selesai jam tujuh pagi, bayangkan hari itu saya ada ujian di kampus sementara malam harinya saya harus kembali lagi ke lokasi. Mana yang harus saya pilih, karir atau studi?

Saya pilih keduanya, bukan karena saya berambisi menjadi terkenal, bukan tapi lebih disebabkan karena pada dasarnya saya suka kesibukan. Sibuk dalam porsi yang wajar. Jadi saya percaya kalau kita hidup wajar, cari makan sewajarnya, bergaul sewajarnya, tiak akan menimbulkan gosip murahan. Tapi andaikata kena gosip juga, tenang saja, Selama berada di jalan yang benar, kita tidak akan merasa gosip itu suatu masalah. ~~MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995