Showing posts with label Lydia Kandou. Show all posts
Showing posts with label Lydia Kandou. Show all posts

Friday, August 7, 2026

LYDIA KANDOU JATUH DARI METROMINI

 


LYDIA KANDOU JATUH DARI METROMINI (berita lawas). Sudah pernah nonton film Ramadhan dan Ramona? Lydia Kandou terpilih (lagi) sebagai Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1992 ini? pada akhirnya iya ya, setelah di tahun 1991 juga meraih Piala Citra dari film Boneka Dari Indiana. Sejumlah pengamat dan wartawan film sepakat untuk menjagokannya, adalah benar. Tentu bukan karena persaingan kearah sana tidak terlalu ketat. Tetapi  lebih karena sosok Ramona yang 'slebor' dan selalu berusaha menutupi jatidirinya yangg digelar lewat film Ramadhan dan Ramona (Chaerul Umam), mampu akrab dengan penonton. Seolah penonton menyaksikan sikap "kemandirian" Ramona yang nyata, dan diperankan dengan gaya dan ekspresi yang pas sesuai peranannya. Itu artinya , karakter Ramona yang diperankan Lydia berhasil. 

"Tarida Gloria dalam Plong dengar-dengar juga berhasil dengan perannya. Bagaimana juga dengan Bella Esperance di Bibir Mer?"sergap Lydia ketika di temui dirumahnya yang asri di Ciputat, Tangerang. 

Apa yang dinyatakan Lydia jadi benar. Lydia sendiri berusaha untuk tidak jumawa. Sejumlah kritikus dan pengamat film setuju dengan prediksinya. Mereka simpati dengan kewajaran akting Tarida, bella , pendatang anyar dalam peta perfilman nasiona, "Jangankan memperoleh citra lagi, masuk nominasi saja saya sudah senang, saya bersyukur karena film ini merupakan produksi pertama kami, "kata Lydia. 

Senang dan banggakah Lydia jika berhasil merenggut Piala Citra lagi? Agaknya tidak sepenuhnya begitu. Secara gamblang, ia ungkapkan keluhannya sebelum Dewan Juri mengumumkan film terbaik beserta unsur-unsurnya. "Tahun ini, kayaknya, persaingan untuk tidak terlalu berat. Selain karena sedikitnya jumlah produksi juga karena...ya, Anda tahu sendirilah, "ujarnya. Kalau saya dapat kok pasti sedang sepi ya..."

Sejak awal Lydia tidak bersemangat bersaing meraih Citra. Dalam perjalanan karirnya sebagai pemain film, istri penyanyi Jamal Mirdad itu sudah 3 kali diunggulkan dalam Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986) dan Cas Cis Cus (1990) belum juga Lydia berhasil memboyong Citra. Ada kekecewaan yang sangat membekas dalam dirinya saat dijagokan banyak pengamat sebagai Aktris Terbaik FFI 1990. Yang ternyata meleset. Maka jangan kaget, kalau seorang artis beken yang kemampuan aktingnya disoroti banyak pengamat film seperti Lydia, tertidur saat menonton pengumuman unggulan. "Tahun lalu ketika diumumkan, saya memang tidak bisa hadir,"ungkapnya. 

Bukan karena persaingan memperebutkan Citra di tahun ini tidak terlalu ketat, kalau Lydia Kandou mengungkap, kalau dia berhasil lagi memperoleh lambang supremasi tertinggi perfilman Indonesia, karena sedikitnya pesaing. "Kalau dapat (lagi) ya saya bersyukur. Nggak dapat, ya.. nggak apa apa. Yang penting buat saya adalah bermain sebaik mungkin. Eh, pas jadi kondektur itu, saya pantas nggak sih?.

Di film ini memang Lydia diarahkan Chaerul Umam menjadi seorang kondektur metromini sekeluarnya dari pekerjaan. Berulang kali jatuh bangun. "Bagaimana nggak jatu, Mas mamang menghendaki, sebelum bus berhenti saya sudah harus turun duluan. Saya salah menjejakkan kaki. Seharusnya kaki kiri duluan, saya pakai kaki kanan, "ujarnya geli. 

Bukan itu saja yang kata Lydia sangat sulit dilupakan. Sejumlah orang yang mengenalnya, berteriak memanggilkan ketika harus bergelantungan dimetromini antar Pondok Indah - Pasar Jumat. "Untuk jadi kondektur itu, selain lewat amatan, saya juga melakukan tanya jawab dengan sejumlah kondektur metromini, "akunya. 

Tidak gampang memang untuk menjadi soerang kondektur. Apalagi Kondektur Metro Mini di Jakarta. Selain karena harus selalu ngebut mengejar setoran, juga karena tidak tertibnya pengemudi lain. "Saya ketika itu deg degan. Takut. Waktu belum kawin sih, nggak apa-apa. Masih punya keseimbangan. lah sekarang, sudah punya anak tiga, tapi kalau saya ngikutin ketakutan-ketakutan saya mungkin malah nggak pernah jadi dan lama. Sudah nekad saja".

"Karena adegan itu bukan diambil distudio ya, ada rasa malu juga, "lanjutnya. 

Lydia sendiri mengaku tidak menyangka bakal harus terlibat dalam film tersebut. Jamal Mirdad dan Chaerul Umam, sebelumnya telah mengcasting beberapa orang untuk peran Ramona. Namun sampai beberapa hari menjelang suting, Lydia baru mengetahui kalau dia yang harus memainkannya. "Biar Jamal produsernya saya tetap dibayar sebagaimana mestinya lho. Kalau nggak mendingan saya ikut orang lain. Dan Jamal, memang menghendaki dan memperlakukan saya sebagai pemain, bukan sebagai istri produser. Karenanya sampai saat ini saya belum tahu apa yang dilakukan dia untuk pemasarannya. 

Kalau Lydia mau terlibat, bukan karena honorarium yang diterima atau karena Chaeraul Umam. Tetapi lebih karena honor yang diterima atau karena Chaerul Umam. Tetapi lebih karena ceritanya itu sendiri yang menarik. ~MF 167/134/TH IX, 28 Nov - 11 Des 1992

Saturday, June 27, 2026

FILM "JANGAN BILANG SIAPA SIAPA", KECEMBURUAN JADI BIANG KEKALUTAN


FILM "JANGAN BILANG SIAPA SIAPA", KECEMBURUAN JADI BIANG KEKALUTAN (berita lawas). Bagaimana menyuguhkan sebuah film komedi yang utuh cerita dan leluconnya, bukan cuma penggalan dagelan sudah menjadi obsesi insan film sejak lama. Hal ini coba diwujudkan lewat film gess PT. Parkit Film yang trio produsernya Raam-Dhamoo-Gobind Punjabi kian lihai meracik ide-ide lucu. Apalagi ditangani Chaerul Umam yang punya Sense of Humor Tinggi. 

Dengan barisan pemain langganan Parkit, Ray Sahetapi, Lydia Kandou, Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Zaenal Abidin, Baby Zelvia, Ida kusumah, Kadir, Doyok plus Pak Tile, maka bom tawa dipasang pada setiap adegan sampai meledak dalam huru hara klimaksnya. 

Cerita berporos pada pengantin baru Rio-Anita yang tinggal di Gedung mewah mertua. Sejak mengantar keberangkatan ayahnya ke bandara, sudah terjadi kesalahpahaman gara-gara Rio dikecup cewek yang salah kira. 

Kecemburuan Anita berkembang saat  Rio tak pulang dari rapat di Puncak. Padahal ia diajak atasannya menghadiri ultah rekanan. Untuk melunakkan isteri ngambek, Rio cari akal bulus. Advis Kadir untuk mengajak teman fiktif bernama unik, Hamid Hamad bin Himad Hamid, disambar bulat-bulat. Sobat lama Oskar Hutajunjung, yang diminta menyamar langsung akur. 

Padahal orang bernama Hamid Hamad bin Himad Hamid itu benar ada. bahkan Anita datang kerumahnya untuk mengundang makan. Maka semuanya tumplek bleg datang, termasuk Om Bowo, Tante Emma, Nyonya Hamid, bahkan Nyonya Oskar, semua rahasia terbongkar!. Ditengah kekacauan tinggal Kadir yang bernafsu melahap hidangan lezat. Tak terduga selop Tante Emma melayang ke mulutnya. 

Kalau dalam film-film terdahulu biasanya Anita diperankan Ida Iasha, sekarang digantikan Lydia Kandou yang ternyata bermain lebih matang sebagai isteri pencemburu. Begitu pula Nurul kebagian peran jadi istri muda Doyok yang galak dengan suara melengking-lengking. 

Deddy sebagai anak lelaki Batak yang sok tinggal di hotel mewah, padahal masih menganggur dan cuma mengandalkan isteri yang bekerja, tinggal juga di losmen murahan, bagai mengulang peran Eddy Pasaribu dalam "Kanan Kiri Oke". Begitu pula halnya dengan Ray, Zaenal dan Idakusumah, tetap dengan stereo-type peran mereka biasanya.

Adalah Kadir, yang diberi porsi lebih. Kendati begitu, tokoh batur (pelayan) sok pintar yang sering diminta advisna oleh majikan jelas di comot dari pakem "Srimulat". Bedanya, pengarahan Mamang membuat segala gimmick dan jogetan Kadir lebih kocak. Dan sekali urat syaraf geli penonton sudah tergelitik, sekedar bunyi-bunyian bel atau  telepon yang unik saja bisa jadi letusan gerrr!. Iseng-iseng cobalah hitung berapa kali pesan "Jangan Bilang Siapa Siapa!" diucapkan sepanjang film.   ~sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990

Wednesday, January 29, 2020

Film Indonesia Jadul : DARNA AJAIB

Darna Ajaib

JUDUL FILM        :DARNA AJAIB
SUTRADARA       : SOFYAN SHARNA
PRODUKSI           : PT CANDER MAS  FILM
CERITA                  : SOFYAN SHARNA
PRODUSER          : YAN SENJAYA
TAHUN PROD    : 1980
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               :  LIDYA KANDOU, RIA IRAWAN, RYAN HIDAYAT, DODDY SUKMA, NIA ZULKARNAEN, TEDDY MALA, RINA HASHIM, HAMID ARIEF, KUSNO SUJARWADI, DONNY NURHADI

SINOPSIS : 
Lastri ditinggal pergi oleh suaminya untuk bekerja.  Namun tiba-tiba suaminya datang kembali. Keduanya tidur dan tiba-tiba setelah terjadi hubungan suami istri Lastri terbangun dari tidurnya dan mendapati kalau perutnya sudah membesar. Ia melahirkan seorang anak dengan muka yang hancur dan menakutkan. Mukanya bersisik. Ia tidak sadar bahwa suami yang digaulinya adalah bukan suaminya akan tetapi penjelmaan dari makhluk lain. Maka setelah melahirkan dan melihat bayi yang dilahirkan lastri pun meninggal. Sementara itu suami aslinya pulang dan mendapati istrinya sudah tidak bernyawa. Ia pun akhirnya meninggal. Sementara Bayi yang dilahirkannya berubah menjadi seorang wanita bernama Malia. Ia selalu menebar kebencian dan mampu melihat dengan matanya yang jahat. Malia dianggap sebagai anak setan.

Di bagian lain sebuah keluarga belum juga dikaruniai anak meski sudah mengandung 2 tahun, namun setelah lahir bayi yang dilahirkannya sudah terbungkus dan pertanda kalau bayi yang dilahirkannya akan menjadi hebat di kemudian hari. Kemudian ia diberi nama Darna. 

Darna Kecil (Nia Zulkarnaen) sudahkelihatan hebat, ia juga berhasil mengejar penabrak lari orang yang di pinggir jalan, juga ia mampu terbang ketika sedang maun skateboard. Sementara itu Malia kecil (Ria Irawan) akhirnya bersekolah disekolah yang sama dengan Darna setelah sebelumnya ia ditemukan oleh seorang Bapak (Kusno Sujarwadi) ketika tergeletak di jalan tatkala hujan. 

******
Singkat cerita Darna(Lidya Kandou) sudah dewasa dan bersekolah diSMA.  Demikian juga dengan Malia (Dian Ariestya) yang juga menginjak SMA. Darna dan Malia memiliki sama-sama orang yang dicintai bernama Doddy (Donny Nurhadi). Doddy selalu dapat mengatur waktu kencan untuk keduanya. Meski demikian Doddy selalu diwanti-wanti oleh mamanya (Rina Hashim) agar dapat memilih satu diantara Darna atau Malia, dan anak ayang berasal dari keluarga baik-baik. Suatu saat Doddy mengajak Malia untuk berkencan, namun disaat sedang berjalan-jalan di taman, tiba-tiba Malia menghilang. Doddy pun mencarinya namun tidak dapat menemukan Malia, sementara itu Malia bersembunyi dan berubah menjadi ular.  Namun kemudian kembali berubah sebagai Malia .
Sementara itu Darna berhasil menolong seorang pekerja setelah mendengar teriakannya. Ia terbang laksana Superman yang menolong orang yang membutuhkannya. Akhirnya pekerja bangunan tersebut pun tertolong oleh Darna. Darna akan dengan siap sedia untuk menolong orang setelah memegang kalung yang dipakainya dan iapun bisa terbang. Darna juga menolong orang yang di jambret . 

Suatu malam Doddy akan kerumah Darna untuk meminjam buku, namun hal demikian diketahui oleh Malia. Maka iapun marah, dengan mata yang menyala ia berusaha mengikuti Doddy. Malia  cemburu pada Darna. Maka ketika Doddy kerumah, Malia tidak mau menemuinya. Namun setelah di bujuk oleh Ibu angkatnya (Nani Wijaya) Malia akhirnya mau menemui Doddy. Meski Malia seperti seorang pendiam, namun ia memiliki sifat kebencian yang luar biasa terhadap orang-orang yang tidak ia sukai. Berbeda dengan Malia, Darna selalu menolong orang-orang yang membutuhkan, termasuk mampu menghentikan kereta api yang hampir masuk jurang karena jembatanya ambruk.  Darna juga juga menolong sebuah truk yang kecelakaan karena menabrak tiang listrik.

Hubungan Doddy dan Malia semakin dekat menyebabkan Malia tidak suka kalau Doddy juga dekat-dekat dengan Darna yang juga merupakan sahabatnya sejak kecil. Namun Malia tidak suka dan melarang Doddy untuk dekat-dekat dengan Darna. Malia cemburu. Ketika Malia dalam keadaan cemburu maka ia akan marah dan matanya menyala menakutkan . Namun kedekatan Doddy dengan Malia tidak terlalu disukai oleh mama Doddy, sehingga ketika Malia datang kerumah ia tidak begitu meresponnya. Hal ini membuat Malia tersinggung meski disembunyikan dalam hati.

 Persahabatan Doddy dan Darna pun semakin dekat, membuat Malia makin cemburu pada Darna. Malia selalu marah-marah, ia juga melabrak Darna untuk tidak dekat-dekat dengan Doddy. Malia selalu di hinggapi energi negatif. Kadang ketika sedang marah ia bisa berubah menjadi ular. Sementara itu Doddy diminta oleh mamanya untuk memutuskan Malia. Bahkan mama Doddy pun akhirnya menelpon ke Ibu angkat Malia untuk memutuskan agar Malia tidak berhubungan lagi dengan Doddy, namun sayang telepon yang diseberang ternyata di angkat oleh Malia sendiri. Malia tersinggung berat. Ia marah dan akhirnya membunuh mama Doddy setelah menerkam dengan taring ularnya. Sebelum meninggal, mama Doddy berteriak hingga di dengar oleh Doddy. Doddy mendapati mamanya sudah menjadi mayat dan melihat sesosok dengan muka aneh bertubuh ular yang ternyata adalah Malia.

Doddy Syok. Ia pun menunjuk foto Malia pada Darna dengan ketakutan. Akhirnya Darna datang kerumah orang tua angkat Malia untuk menanyakan Malia, namun sayang sekali Malia sudah pergi. Malia sendiri akhirnya tahu siapa sosok ayah sebenarnya, sosok ayah yang menakutkan. Malia dan ayahnya pun berbagi tugas untuk menghabisi Darna dan Doddy. Malia bertugas  untuk membunuh Doddy, sedangkan ayahnya akan menghabisi Darna.

*****
Ayah dan Ibu Darna pergi meninggalkan Darna di rumah untuk berbelanja. Namun tidak lama setelah itu, tiba-tiba Ibunya datang kembali dan meminta Darna untuk melepas kalung yang dipakainya untuk diganti dengan rantai yang baru. Padahal kalung ersebut memiliki makna bagi Darna yang dapat dijadikan kekuatan. Tanpa prasangka apapun Darna menyerahkan kalung tersebut. Padahal itu bukanlah sosok Ibunya namun sosok ayah Malia yang menyamar menjadi Ibunya. Setelah berhasil mengambil kalung Darna, iapun pergi. Namun tidak lama setelah itu, Ibu sebenarnya Darna datang untuk mengambil catatan belanja yang ketinggalan. Darna dibuat heran karena Ibunya bolak balik kerumah. Namun akhirnya terjawab sudah siapa Ibunya yang sebelumnya datang. 

Sementara itu Malia datang kerumah Doddy. Melihat kedatangan Malia, doddy menjadi ketakutan dan berlari menghindarinya.  Malia mengejar Doddy untuk di bunuhnya, namun diketahui oleh Darna, sehingga Darna menolong Doddy, dan hampir membunuh Malia. Namun Darna yang ditugaskan untuk membasmi kejahatan di muka bumi tidak membunuhnya. Sedangkan Ayah Malia berubah menjadi raksasa yang menghancurkan sekitarnya. Namun berhasil di tumpas oleh Darna.

Wednesday, May 15, 2019

FILM JADUL " BENDI KERAMAT"


JUDUL FILM        : BENDI KERAMAT
SUTRADARA       : HARRIS, A
PRODUSER          : DAHRIAH
PRODUKSI           : PT. METRO VISTARIA FILM
PENULIS               : YOYO DASRIO
TAHUN PROD    : 1988
JENIS                     : FILM KOMEDI
PEMAIN               : BASUKI, LIDYA KANDOU, TIMBUL, AMINAH CENDRAKASIH, JAJA MIHARJA, ADE IRAWAN, ARMAN EFFENDI, ASEP SUPARMAN, SUSY SUNARYO

SINOPSIS :

Film Bendi keramat adalah merupakan film dengan Setting masyarakat Garut. Bendi Keramat di buat tahun 1988 melalui sutradara A Harris dengan memasangkan bintang-bintang lawak Srimulat.
Adalah Basuki seorang pemuda yang berambisi untuk meminjam Bendi keramat milik pamannya. Konon dengan menggunakkan Bendi tersebut maka cewek-cewek akan mengejar-ngejarnya.  Akhirnya Basuki meminjamnya dari pamannya. Dengan membaca mantra-mantra tertentu, maka ketika sedang menaiki Bendi tersebut, cewek-cewek bisa lupa diri dan mengejar siapa yang mengendarainya. 

Basuki memiliki seorang pacar bernama Lidya (Lidya Kandou) anak dari pasangan Timbul (Timbul) dan istrinya (Aminah Cendrakasih). Keberadaan Basuki dengan Bendi keramatnya menyebabkan Timbul tergiur untuk mencobanya. Namun sial, kala pertama kali menggunakannya tidak ada cewek yang mengejar-ngejarnya hingga ia marah pada Basuki. Namun demikian, Basuki berdalih kalau Timbul telah salah membaca mantera sehingga ia tidak dikejar-kejar cewek.
Akhirnya dengan ditemani Basuki, Timbul kembali menggunakan Bendi tersebut, maka terjadilah keanehan dimana cewek-cewek menjadi tergila-gila dibuatnya, hingga akhirnya Basuki yang berada di sebelah Timbul mempersilahkan cewek-cewek itu dating kerumah Timbul. Cewek-cewek tersebut mengira kalau Basuki adalah Timbul. Maka Timbullah kelucuan dimana cewek-cewek tersebut tidak mau pergi sebelum melihat Timbul yang sebenarnya adalah Basuki. Suasana pun menjadi panas, istri Timbul kabur , sementara itu Basuki akhirnya dating dan berhasil membaca mantera sehingga pergilah para gadis tersebut setelah tersadar. 

Di akhir kisah, Basuki akhirnya menikah dengan Lidya, dengan janji akan keliling dengan Bendi keramat selama tiga hari. Orang-orang yang tidak ingin tergoda akhirnya menutupi matanya, namun sial bagi istri Timbul yang tidak menutup mata, hingga ia mengejar Basuki dan Lidya di ikuti oleh tamu-tamu yang akhirnya juga membuka penutup matanya.