Showing posts with label tanty yosepha. Show all posts
Showing posts with label tanty yosepha. Show all posts

Tuesday, February 25, 2020

Film Indonesia Jadul : Dr. Karmila

dr karmila

JUDUL FILM        :Dr. KARMILA
SUTRADARA       : NICO PELAMONIA
PRODUKSI           : PT SUKMA PUTRA  FILM
CERITA                  : MARGA T
PRODUSER          : NICO PELAMONIA
TAHUN PROD    : 1981
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               :  TANTI YOSEPHA, ROBBY SUGARA, RUDI SALAM, KUSNO SUDJARWADI, ADE IRAWAN, MIEKE WIJAYA, MOGY DARUSMAN, UCI BING SLAMET

SINOPSIS : 

Karmila (Tanti Yosepha) di  oleh Faisal (Robby Sugara) saat di acara pesta setelah Karmila di beri obat perangsang. Karmila adalah seorang calon dokter, yang akhirnya di perkosa oleh Faisal, sementara Karmila sendiri sebenarnya sudah memiliki pacar Edo (Rudi Salam). Berita perkosaan terhadap Karmila seorang mahasiswa kedokteran dimuat koran-koran yang memberitakan kalau seorang Mahasiswa kedokteran di perkosa oleh anak berinisial F anak seorang pejabat berinisial D G.
Berita ini membuat D G Kusno Sudjarwadi) ayah Faisal menjadi marah dan meminta Faisal untuk bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya pada Karmila. Ayah Faisal juga menunjuk pengacara untuk memohon pada Karmila agar Faisal jangan sampai ditahan namun ia akan memberikan apa yang diminta oleh Karmila. Tentu saja Karmila tambah syok dibuatnya. DG adalah seorang ayah yang sangat bertanggungjawab, sehingga ketika Faisal sudah keluar dari tahanan ia memintanya untuk mencari dan mengawasi Karmila untuk bertanggungjawab. 

Faisal berusaha mencari Karmila yang tinggal di rumah bibinya untuk mempertanggungjawabkannya. Sikap dingin dan ketus di perlihatkan oleh Karmila, namun tidak membuat jera Faisal untuk memohon padanya untuk di nikahi. Akhirnya Karmila mau di nikahi oleh Faisal dengan syarat setelah anak itu lahir, maka harus segera bercerai.  Hal ini dilakukan oleh Karmila semata-mata agar anak yang dikandungnya memiliki ayah.  Setelah bayinya lahir, Karmila tidak mau menyusui dan meminta Faisal untuk membawanya pergi jauh. Karmila juga meminta agar Faisal membelikan susu untuk anaknya yang bernama Fanny. Akhirnya Faisal akan membawa Fanny pergi untuk mencari seorang yang mau menyusui dengan di kasih bayaran. Mendengar kata bayaran, Karmila mau menyusui asal dibayar . Ia menganggap Fanny bukanlah anaknya.  Kekecewaan yang di alami membuatnya ia selalu berbuat ketus. Ia berdalih uangnya akan digunakan untuk melanjutkan kuliah yang sempat tertunda. 

Suatu ketika, Karmila akan berangkat keluar negeri, namun ia membatalkannya karena mendengar dan melihat Fanny anaknya sakit typus.  Karmila luluh, dan ia pun mau menerima Faisal menjadi suaminya hingga memiliki anak kedua seorang perempuan. Kehidupan Karmila di lalui dengan Faisal meski sesekali ia mengingat akan Edo. 

*****
Hingga suatu hari Faisal di tugaskan oleh Ayahnya ke Singapura untuk sebuah pekerjaan.  Keberangkatan Faisal ke Singapura bersamaan dengan kedatangan Edo yang secara tiba-tiba menemukan rumah Karmila yang sudah berpraktek menjadi seorang dokter. Kedatanga Edo membuat Karmila kaget, namun demikian Karmila selalu berusaha untuk menghindari Edo. Apalagi sikap Edo yang seolah-olah meremehkannya. Namun meski Karmila berusaha menghindari edo namun tidak bisa menolak ketika tiba-tiba edo datang. 

Untuk menghilangkan jenuh, Karmila mengajak anak-anaknya dan adik iparnya untuk berlibur. Namun tanpa di duga Faisal datang ketempat peristirahatan dimana ia menginap. Edo tidak mau pergi ketika itu, meski Karmila sudah mengusirnya, apalagi ditambah hari hujan. Disaat bersamaan secara tiba-tiba Faisal datang dan melihat ada edo disana. Ia cemburu dan mau menceraikan Karmila, Karmila pun sedih dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun berkat campur tangan Ayah Faisal, yang menunjukkan alibi kalau Karmila tidak bersalah, akhirnya Faisal tidak jadi menceraikan Karmila. Bahkan akhirnya Karmila mengandung bayi yang ketiga. Disaat hamil tua, Faisal pulang setelah dari tugasnya dengan membawa seorang wanita India yang mengaku anak dari paman Hamid. Namun demikian, kedatangan wanita tersebut membuat Karmila tidak suka, karena dari sikap dan tingkah lakunya selama tinggal di rumah Faisal, wanita tersebut seolah-olah ingin menguasai kehidupan dalam rumah. 

Karmila menjadi cemburu dan meminta pada Faisal, setelah melahirkan ia tidak mau lagi melihat wanita itu atau Karmila sendiri yang keluar. Keadaan ini di ketahui oleh Ibu Faisal (Mieke Wijaya) yang menangkap gelagat tidak jelas tentang siapa wanita tersebut yang mengaku-ngaku sebagai anak dari paman Hamid.  Ayah dan Ibu faisal meminta penjelasan padanya, namun Faisal tetap mengaku kalau ia adalah anak dari Paman Hamid. Untuk membuktikan siapa sebenarnya wanita tersebut, maka Faisal mengujinya dengan disaksikan oleh Ayah dan Ibunya dari jauh. Akhirnya Faisal berhasil membuktikan bahwa wanita tersebut bukanlah anak dari paman Hamid, namun ia mencintai Faisal. Faisal marah dan mengusirnya. Akhirnya dr. Karmila bahagia bersama suami dan anak-anaknya.

Wednesday, February 6, 2019

Ratapan Anak Tiri 1

Ratapan Anak TIri 1

Judul Film            : Ratapan Anak Tiri (1)
Skenario              : Sandy Suwardi Hassan
Sutradara            : Sandy Suwardi Hassan
Pemain                 : Soekarno M. Noor, Tanty Yosepha, Faradila Sandy, Bambang Irawan, Dewi Rosaria Indah, Tatiek Tamsil.
Produksi              : PT Serayu Agung Jaya Film
Tahun Produksi : 1973

Sinopsis : 

Yuwono (Soekarno M. Noor) ditinggal pergi oleh istrinya (Tatiek Tamsil) untuk selama-lamanya setelah melahirkan anak ketiganya.  Setelah sebelumnya dilarang untuk hamil lagi yang ketiga kalinya oleh dokter karena memang membahayakan nyawa ibu dan anaknya. Akibat melanggar larangan dokter,  ketika melahirkan anak ketiga, keduanya pun meninggal. Meninggalnya istri tercinta menyebabkan Yuwono terpukul sekali, apalagi ia mempunyai dua orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang ibunya. Netty (Dewi Rosaria Indah) dan Susi (Faradilla Sandy) begitu kehilangan sekali dengan ibunya yang sudah meninggal. 

Adalah Ningsih (Tanti Yosepha) seorang wanita kantoran yang juga bawahan Yuwono yang telah mencuri hati anak-anak Yuwono dengan kebaikan dan kelembutannya bagaikan seorang Ibu. Meski dilarang oleh atasannya karena Ningsih bukanlah sosok yang baik bagi anak-anaknya, akan tetapi Yuwono akhirnya menikahi Ningsih.  Akhirnya Ningsih pun resmi menjadi istri Yuwono. Di awal kehidupan keluarga tersebut sangat harmonis dan begitu manis. Yuwono menjalankan perannya sebagai suami demikian pula dengan Ningsih yang menjadi ibu dari anak-anaknya menjalankan perannya dengan sangat manis.

Hingga suatu ketika tragedy itupun terjadi. Yuwono dituduh menggelapkan uang perusahaan sebesar 14 juta hingga akhirnya Yuwono di penjara. Sebenarnya Yuwono tidak pernah melakukan perbuatan ini, akan tetapi penggelapan ini dilakukan oleh Harun (Bambang Irawan) yang sebenarnya mencintai Ningsih.  Begitu mengetahui suaminya di penjara, Ningsih berusaha sabar dan tetap manis sikapnya dengan kedua anak Yuwono. Akan tetapi Harun bermain di air keruh. Dengan rayuan-rayuannya akhirnya Harun mampu kembali mengambil hati Ningsih, keduanya pun terlibat dengan perselingkuhan, sekaligus Harun menghasu Ningsih bahwa ia hanya menjadi babu bagi anak-anak Yuwono. 

Atas hasutan-hasutan Harun, Ningsih pun berubah pikiran dan sifat aslinyapun kelihatan. Pembantunya (Roldiah Matulessy) di pecat, dan peran-peran keluarga seperti mengepel, mencuci piring dan sebagainya menjadi tugas kakak beradik Netty dan Susi. Keduanya sering di marahin, di pukul, bahkan sering sekali makan dengan nasi sisa. Tak jarang pula Netty dan Susi sering tidak makan, karena untuk itu mereka harus kerja sendiri. Setiap kesalahan kecil selalu menjadi bencana bagi keduanya. Bahkan tak jarang keduanya tidak bisa masuk rumah karena pintunya dikunci dari luar, ketika Ningsih dan Harun sedang pergi. Terpaksa keduanya menunggu diluar pintu pagar, atau bahkan tidur di luar rumah. Sementara Ningsih dan Harun asyik dengan perselingkuhannya, dan tidak peduli dengan keadaan anak tirinya. 

Dipenjara, Yuwono selalu bertanya kepada petugas sipir karena tidak ada yang menengoknya. Hingga suatu hari, Yuwono kaget karena tiba-tiba kedua anaknya tiba di penjara dan mengadukan kejadian yang telah menimpa mereka. Netty dan Susi lari dari rumah setelah disuruh tidur diluar, sementara Ningsih dan Harun pergi asyik bersuka ria. Mengetahui keadaan anak-anaknya, Yuwono meminta tolong kepada petugas sipir penjara untuk menjaga anaknya. Walau dengan senang hati petugas tersebut bersedia menolong, akan tetapi Netty dan Susi lebih memilih untuk lari dan tidak mau diasuh olehnya. 

Kehidupan dijalanan yang keras harus dialami oleh Netty dan Susi. Tidur di emper-emper toko, berjalan dengan disertai malam dan hujan tanpa tujuan yang pasti, hingga akhirnya Susi jatuh sakit ketika sedang tidur di pinggir jalan. Badan susi panas, mengetahui adiknya sakit Netty berusaha mencari obat dan makanan, akan tetapi ketika Netty sedang pergi mencari obat, Susi yang sudah tidak tahan lagi dengan rasa laparnya akhirnya juga mencari makan sendiri. Akhirnya keduanya pun terpisah dan saling mencari satu dengan yang lain. 

Yuwono akhirnya bebas, setelah pelaku yang sebenarnya Harun ditangkap dan dipenjara. Begitu bebas, Yuwono langsung menuju rumahnya, akan tetapi ia mendapati rumahnya sudah tidak berpenghuni dan ternyata memang sudah dijual oleh Ningsih dan Harun. Yuwono pun melangkah gontai mencari anaknya yang terpisah. Sementara Netty dan Susi yang sebelumnya terpisah, akhirnya pun bertemu kembali, keduanya saling berpelukan. Di akhir kisah, Yuwono dan kedua anaknya bertemu, mereka menangis pilu.

Sebuah Seri drama yang cukup membawa penontonnya ikut terbawa emosi yang di kembangkan oleh sang sutradara. Sutradara Sandy Suwardi Hasan berhasil membawa penontonnya untuk ikut terlibat emosi didalamnya. Ratapan Anak Tiri adalah salah satu film yang boleh dibilang film yang mengharu biru dengan kekerasan yang dialami oleh anak tiri akibat perlakuan ibu tirinya yang kejam. Sukses dengan Ratapan anak tirinya, film ini dibuat skuelnya dengan Ratapan Anak Tiri 2 dan Ratapan Anak Tiri 3. Kemampuan Acting Soekarno M. Noor sudah tidak diragukan lagi, akan tetapi di ratapan anak tiri 1 ini, lebih mengekspose betapa tidak enaknya mempunyai Ibu tiri. Sementara Faradila Sandy, bintang cilik yang berbakat dan aktingnya juga sangat alami sehingga mampu menambah nyawa film ini. Film ini juga tercatat sebagai peraih piala Majalah Junior FFI 1974 untuk pemeran cilik Faradila Sandy dan Piala GPBSI FFI 1974 untuk kategori film terlaris 1973-1974.