Showing posts with label tentang film. Show all posts
Showing posts with label tentang film. Show all posts

Thursday, January 15, 2026

FAROUK AFERO, PEMAIN ANTAGONIS PUN HARUS DIBAYAR MAHAL

 


FAROUK AFERO, PEMAIN ANTAGONIS PUN HARUS DIBAYAR MAHAL. Farouk Afero sempat lama tidak main film. Bukan karena produser sudah muak padanya, tapi dia sendirilah yang tak mau menerima begitu saja tiap tawaran. "Selain skenarionya harus cocok, saya juga harus dibayar mahal", ujarnya. Lebih dari itu, sikap hidupnya yang terlalu idealis, diakuinya memang menyebabkan banyak kalangan perfilman yang enggan berhubungan padanya. "Tapi tidak apa-apa. Berdiri diluar, saya malah blebih rasional. Tidak lagi emosional. Dan kalau kemudian saya menerima tawaran TVRI itu untuk ikut membintangi sebuah sinetron, itu karena saya ingin menyalurkan kerinduanya pada dunia film. Itupun setelah menolak banak tawaran yang disodorkan," tambahnya. 

Lelaki kelahiran Pandori Bali, Pakistan, 4 Juni 1940 tampil juga dalam TVRI di sinetron dengan judul "Tangan Tangan Hitam". Mulai terjun ke film tahun 1964 lewat "Ekspedisi Terakhir". Farouk yang nama aslinya Farouk Ahmad ini mengaku baru dikenal setelah ikut membintangi film "Bernafas Dalam Lumpur" tahun 1970. "Afero sendiri adalah nama tambahan setelah saya terjun sebagai petinju amatir," ujarnya. 

Tahun 1983 ikut pula bermain dalam film "Wolter Monginsidi ", lantas sebagai orang yang kini tak terlibat langsung, Farouk melihat dunia film Indonesia di akir 80an makin merosot di banding tahun-tahun sebelumnya dimana ia masih aktif. "Secara teknis, dalam arti film sebagai tontonan memang sudah baik. Tapi untuk yang lain-lain temasuk gagasan-gagasan yang ditawarkannya, nanti dulu," katanya. 

"Artis film Indonesia saat ini ibarat spare part. Tidak diberi kesempatan menjadi matang. Benar, dimanapun di duni aini produser adalah orang yang paling berkuasa. Solidaritas antar sesama pekerja film saja sudah tidak ada. Masing-masing memikirkan perutnya sendiri-sendiri. Dan dari dulu sistem yang tidak membina inilah yang saya tentang. Saya protes dengan cara kerja saya sendiri, kata aktor yang diluar kemauannya sendiri terpilih jadi aktor pembantu terbaik FFI 1976 lewat film "Laila majenun" itu. 

"Saya emmang bercita-cita artis Indonesia harus mahal. Harus bagus kondisi sosial ekonominya. Sebab saya yakin kreativitas lahir kalau kondisi ekonomi seseorang sudah mapan", ujar aktor terbaik FFA 1971 lewat "Noda Tak Berampun".


~MF


Friday, December 22, 2023

MAJALAH FILM COVER YESSY GUSMAN

Cover depan dan belakang

 Majalah film pada edisi ini menghadirkan Yessy Gusman sebagai Sampul Majalahnya. Majalah Film No. 057/25 Tahun V, 3 September - 16 September 1988. Foto yang di ambil adalah saat Yessy Gusman sedang dalam pembuatan film Sumpah Pocong Lintang dan Bayu. Yessy Gusman kembali di pasangkan dengan Rano Karno, pasangan serasinya dari film Romi dan Yuli, kemudian Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati dan juga Selamat Tinggal Duka. Sebelum Film Romi dan Yuli, Yessy Gusman juga pernah bermain di film Rio Anakku meski sebagai figuran. Hingga akhirnya mereka di pertemukan kembali dalam film Sumpah Pocong Lintang Dan Bayu. 

Antara Rano Karno dan Yessy Gusman memang memiliki chemistry yang pas saat sedang berakting dalam film sehingga seolah-olah mereka memanglah pasangan yang sangat serasi hingga dunia nyata, namun demikian mereka sebenarnya sudah memiliki keluarga masing-masing pada saat film ini di produksi. Yessy Gusman setelah film terakhir selamat tinggal duka , ia melanjutkan pendidikan ke Amerika dan memperoleh gelar MBA kemudian nikah dengan pujaan hatinya Oki Tjakra sedangkan Rano Karno memiliki rumah produksinya Karnos Film dan Rano pun sudah menikah dengan perempuan pujaan hatinya bernama Dewi. 

Setelah vakum cukup lama, akhirnya Rano Karno dan Yessy Gusman di pertemukan kembali dalam sebuah film Sumpah Pocong Lintang dan Bayu.





Selain berita tentang Yessy Gusman, berita-berita lain dalam Majalah film ini juga sangat menarik, salah satunya adalah pada halaman belakang terdapat poster film Saur Sepuh -Satria Madangkara, sebuah film yang diangkat dari serial sandiwara radio yang sangat populer di seluruh nusantara. Poster Saur sepuh dengan bentuk lain karena official posternya ada di edisi lainnya. 

Selain poster Saur Sepuh yang menarik juga terdapat poster Komedi lawak 88 yang di perankan oleh Benyamin S. Komedi Lawak 88 dalam kepingan VCD yang beredar dengan judul Benyamin Koboi Insyaf. Selain juga berita-berita tentang artis film yang layak di baca.

Ada yang penasaran? selengkapnya bisa beli yang bekas biasanya ada yang jual di market place.