Monday, June 9, 2014

KAWAH PUTIH, PESONA DANAU HIJAU DI JAWA BARAT


Kawah Putih

Kawah Putih merupakan salah satu objek wisata di Jawa Barat tepatnya di Ciwidey . Merupakan sebuah danau hasil dari letusan Gunung Patuha, kawah Putih dengan pasirnya yang terlihat putih dari jauh dan airnya yang kehijauan merupakan salah satu tujuan wisata yang layak untuk dijadikan alternative. Wisata alam dengan pemandangan yang luar biasa indah. Terletak di ketinggian, kawah putih menawarkan kesejukan udara, namun demikian untuk menjangkau dan mendekat wisatawan disarankan untuk memakai masker karena bau belerang yang cukup menyengat. Dan disarankan untuk tidak berlama-lama di lokasi kawah, apalagi bagi penderita asma karena dapat menyebabkan sesak nafas.
 
Menuruni tangga menuju kawah putih
Pagi itu berangkat dari Jakarta dengan udara yang cerah , keluar gerbang tol  Kopo perjalanan dilanjutkan menuju arah ciwidey yang cukup memakan waktu. Namun sayang dalam perjalanan udara mendung turun, tak ayal sebelum sampai lokasi hujan turun dalam perjalanan. Sungguh ini perjalanan yang diluar scenario karena alam. Sesampai di lokasi kita masuk gerbang tiket dengan tariff
Rp. 15.000,- tiap orang, harga tiket ini hanya berlaku untuk wisatawan domestik / lokal. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 30.000,-
Namun ternyata disini tidak lalu keburu senang karena setelah melewati tiket, ternyata perjalanan belumlah sampai.
Levitasi - sekedar iseng ketika hujan

Perjalanan dari pintu gerbang Kawah Putih menuju lokasi puncak berjarak sekitar 5 Km, dengan jalan yang menanjak naik ke atas. Untuk mencapai ke atas di sini disediakan alat transportasi bagi yang tidak membawa kendaraan yang dinamakan ontang anting  dengan tarif Rp 10.000,- tiap orang Pulang Pergi sebagai salah satu sarana pendukung untuk sampai ke lokasi. Namun demikian bagi yang membawa kendaraan pribadi, ternyata harus berpikir ulang jika harus membawa mobil hingga keatas, ternyata tariff parkirnya mahaaaal.

Di areal kawah putih disediakan area parkir selain di pintu masuk kawah putih, juga diatas di dekat kawah putih pun tersedia areal parkir. Namun sayangnya perbedaan tariff parkirnya begitu mencolok. Jika kita parkir di bawah (pintu masuk) maka tariff mobil dikenakan sebesar Rp. 6.000, namun jika kita membawa mobil keatas maka kendaraan roda empat dikenakan tariff parkir yang mahal. Satu mobil Rp. 150.000,- . mungkin ini dimaksudkan agar parkir mobil diatas tidak membludak karena terbatasnya lahan parkir, sehingga untuk membatasi dikenakan tariff parkir yang mahal.

Untuk itulah disediakan sarana penunjang berupa kendaraan Ontang anting untuk mengantar wisatawan ke area tempat wisata.  Jangan kuatir bagi pengunjung karena diarea Kawah putih sudah tersedia toilet, masjid dan juga kantin. Serta ketika hujan turun terdapat ojek payung.

 
Kawah Putih dari sisi lain
Memasuki area tempat wisata, meski ketika saya datang dalam kondisi hujan begitu turun disambut dengan ojek payung yang menawarkan jasanya dengan tariff Rp. 10.000,-. Per payung. Dalam kondisi gerimis setelah hujan, segera perjalanan di lanjutkan menuju area kawah putih dengan sambutan bau belerang yang sedikit berkurang karena udara hujang yang baru saja turun. Dari jauh terlihat pemandangan danau hijau, namun sayang sekali kondisi hujan menjadikan kenyamanan berwisata berkurang.  Meski terbayar dengan keindahan alam sekitarnya. Pesona Danau dengan air yang kehijauan.

Meski tujuan utama adalah ingin memotret alam sekitar kawah putih, namun saya hanya menjepret beberapa bagian untuk melindungi kamera dari cipratan air hujan yang ikut membasahi.

Puas berlama-lama di kawah putih, kemudian istirahat sebentar di area parkir untuk selanjutnya istirahat sholat . Diatas langit matahari mulai menampakan cahayanya setelah turuh hujan, namun ini tidak berlangsung lama karena cuaca kembali meredup. Akhirnya kondisi ini memaksa kami untuk pulang lebih awal, dan Sayonara…………!

Oh iya untuk mencapai kawah putih selain menggunakan kendaraan pribadi, ternyata kita dapat menggunakan jasa angkutan umum juga lho. Dari informasi yang saya dapatkan perjalanan dapat dimulai dari Bandung di terminal Leuwi Panjang.

Kita dapat menggunakan bus atau mobil Colt L300. Kendaraan ini akan mengantarkan penumpang dari Leuwi Panjang sampai ke Terminal Ciwidey dengan tarif Rp7000,-. Mobil ini biasanya mangkal di sebelah kanan ketika Anda memasuki terminal Lewi Panjang, atau jika Anda masih ragu dapat bertanya pada orang lain yang ada di sekitar terminal untuk lebih jelasnya. Anda dapat naik Bus atau Mobil Colt / L 300, namun untuk bus sangat terbatas, kebnyakan adalah L300. Namun untuk mobil colt kayaknya perlu di pertimbangin deh dengan keselamatannya.



Dari terminal Ciwidey naik Angkot kuning jurusan Ciwidey - Situ Patengang dan minta berhenti di pintu Gerbang kawah Putih letaknya sebelah kiri Jalan. Tarif / ongkos  Rp. 5000 - 6000.




Thursday, May 22, 2014

TANJUNG PAPUMA, PANTAI EKSOTIS DI JEMBER YANG SULIT UNTUK DILUPAKAN


Tanjung Papuma dari Kejauhan

Sejauh mata memandang dengan garis cakrawala yang berakhir di tengah lautan, selepas itulah hati kita. Pantai adalah sarana untuk melepas segala penat . Bagi yang ingin berkunjung ke Jember – Jawa Timur rasanya kurang lengkap apabila kita tidak mampir ke Pantai Tanjung Papuma yang eksotis. Selain wisata fashion seperti Festival Jember yang tiap tahun di adakan, Jember juga memiliki tempat-tempat yang eksotis yang sayang sekali untuk dilewatkan.  Kali ini saya akan membawa pembaca ke Pantai Tanjung Papuma.

Melepas Penat di Tanjung Papuma
Tanjung Papuma berlokasi di desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, sekitar 37km dari pusat kota Jember. Untuk mencapai wilayah pantai, pengunjung sudah dimanjakan dengan infrastruktur yang bagus, karena hingga pantai, perjalanan yang ditempuh melewati jalan aspal yang bagus. Untuk mencapai Pantai Tanjung Papuma lebih bagus menggunakan kendaraan baik itu dengan kendaraan roda dua maupun roda 4 karena cukup jauh untuk masuk hingga lokasi pantai.

Wisata Hutan menuju Tanjung Papuma

Keindahan Tanjung Papuma

Sebelum masuk ke wilayah Pantai kita akan disambut dengan wisata hutan yang Indah. Selain pesawahan yang kalau musim hujan begitu menghijau, juga dikanan kiri jalan kita akan disambut dengan hutan Jati yang apabila musim kemarau tinggal kelihatan ranting-rantingnya saja sehingga menambah keindahan dengan langit biru yang terlihat di awing-awang menambah keindahan suasana perjalanan. Wisatawan dapat berhenti sejenak untuk sekedar mengambil gambar sebagai kenang-kenangan di jalanan yang membelah hutan jati. Selain hutan Jati kita juga dapat menikmati keindahan flora dan fauna yang ada di sekitar perjalanan, ada hamparan tanah pertanian juga sesekali terlihat segerombolan burung berterbangan turut menambah keindahan perjalanan sebelum sampai ke Pantai.

Setegar Batu karang

Perahu Nelayan

Wihara Sri Wulan
Sampai di pintu gerbang loket masuk, kita akan melewati jembatan dan perjalanan dari pintu loket utama akan sedikit menanjak dan meliuk-liuk dengan hutan jati dikanan kiri. Begitu sampai sejenak kita akan tertegun karena di bibir pantai setelah masuk wilayah pantai kita akan melihat keindahan sebuah Kelenteng yang menghadap keselatan. Wihara Sri Wulan namanya merupakan satu-satunya kelenteng yang berdiri dengan kokoh dan megah diwilayah ini.

Udara pantai dengan terik matahari yang mulai membakar siang itu tatkala penulis berkunjung namun terasa indah dengan pepohonan yang menaungi wilayah pantai. Di Pantai Tanjung Papuma banyak sekali ditemukan kera-kera liar sehingga para pengunjung harus hati-hati dengan barang bawaannya. Meski menurut penduduk setempat monyet-monyet tersebut tidak galak, namun melihat populasi yang banyak kita akan merasa seram dan takut diserang karena monyet-monyetnya juga gemuk-gemuk. Kewaspadaan harus tetap dijaga.

Siap menerkam

Batu Mirip Kepala Patung Gajahmada

Sisi lain Tanjung Papuma
Selain monyet, binatang yang banyak ditemui adalah biawak. Ada biawak yang terlihat diatas pohon, dan ada juga biawak yang di tempat persembunyiannya yang lain. Sesekali kita lihat kera-kera yang berkejaran berebut makanan dengan kera yang lain. Puas menikmati alam sekitar pantai? Belum……… Saatnya memasuki wilayah pantai yang berpasir putih.

Pemandangan utama yang disuguhkan adalah perahu nelayan yang berlabuh dengan warna warna yang menarik, selain juga wilayah pantainya yang panjang dan penuh dengan bebatuan.
Ombaknya yang keras menerjang wilayah batu karang.  Tanjung Papuma menawarkan pemandangan yang indah dengan batu karang yang menjulang di beberapa bagian. Uniknya ada satu batu yang mirip dengan patung kepala Gajah Mada disana kalau dilihat dari kejauhan.

Seorang Nelayan sedang Memperbaiki jaring

Indah Tanjung Papuma
Menikmati pemandangan Tanjung Papuma tidak cukup hanya satu dua jam, karena keindahannya memaksa kita untuk merasakan sensasi air dan ombaknya. Pantai disini dibagi dengan pantai yang dekat dengan pelabuhannya para nelayan, dan di sebelahnya pantai dengan batu karang yang menjulang. Sesekali terlihat buih putih oleh ombak yang menerjang karang terjal. Serasa Indah dan tak bosan untuk meninggalkan begitu saja. Namun udara panas siang itu kurang bersahabat sehingga penulis lebih banyak mencari perlindungan dari cahaya matahari dengan neduh di bawah pohon.

Bagi pengunjung tidak perlu kuatir untuk kelaparan disini, karena banyak sekali berdiri warung-warung di sekitar pantai baik yang menyediakan kesegaran seperti es kelapa muda, juga tersedia ikan-ikan sebagai bahan makanan yang di jual.

Penginapan
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai, di sekitar wilayah pantai juga tersedia penginapan. Jadi tak perlu kuatir untuk datang ke pantai Tanjung Papuma, selain Pantainya yang indah juga tersedia penginapan yang nyaman. Pantai indah, eksotis yang sulit dan sayang untuk di lupakan .Akan tetapi jangan lupa, harus tetap waspada dengan kera-kera yang nakal hehe….

Thursday, May 8, 2014

CARA SIMPEL MENGETAHUI USIA LENSA CANON




Bagi fotografer pasti tidak terlepas dari yang namanya lensa. Namun tidak semua orang tahu berapa usia lensa yang kita beli. Atau simpelnya, tahun berapa sih lensa tersebut di buat. Bagi pengguna lensa canon sebenarnya simple saja sih, namun kita kadang kita tidak tahu caranya untuk dapat mengetahui tanggal pembuatan lensa canon . Nah caranya mudah dengan cara melihat kode pada element belakang lensa atau bagian belakang lensa yang anda miliki. Tentunya lensa tersebut harus di lepas dulu dari body camera. 

Mari kita lihat contohnya. Diatas adalah lensa yg saya miliki dengan Kode UA0916. Nah dari kode tersebut kita bisa mengetahui usia lensa yang kita miliki.
Huruf pertama, "U", menunjukkan bahwa lensa dibuat di Canon Utsunomiya, Jepang.
Canon mempunyai 3 kode untuk kode lokasi pembuatan ini yaitu:

U = Utsunomiya, Japan
F = Fukushima, Japan
O = Oita, Japan

sedangkan huruf kedua, A, adalah kode tahun yang menunjukkan tahun pembuatan. Canon merubah kode ini tiap tahun mengikuti kode alphabet (A-Z) yang  dimulai dengan A tahun 1960 dan Tahun 1986. Alfabet akan diikuti oleh bulan dan tanggal pembuatan.  Berikut ini adalah tabel kode tahun pembuatan Lensa canon.
 
A = 1986, 1960, 2012
B = 1987, 1961, 2013
C = 1988, 1962, 2014
D = 1989, 1963, dst
E = 1990, 1964
F = 1991, 1965
G = 1992, 1966
H = 1993, 1967
I = 1994, 1968
J = 1995, 1969
K = 1996, 1970
L = 1997, 1971
M = 1998, 1972
N = 1999, 1973
O = 2000, 1974
P = 2001, 1975
Q = 2002, 1976
R = 2003, 1977
S = 2004, 1978
T = 2005, 1979
U = 2006, 1980
V = 2007, 1981
W = 2008, 1982
X = 2009, 1983
Y = 2010, 1984
Z = 2011, 1985

seperti pada contoh lensa saya diatas UA0916, hal ini menunjukkan 09 artinya dibuat pada bulan 9 atau September dan 16 adalah menunjukkan tanggalnya. Kalau ditarik kesimpulan, berarti lensa saya tersebut dibuat di Utsunomiya, Jepang pada tahun 2012 Bulan September tanggal 16.
 
Nah simpel bukan? Biasanya sih cukup tahu dengan tahun pembuatan saja, yaitu UA berarti tahun 2012, atau UW itu tahun 2008. Begitu seterusnya. Nah sekarang coba cek lensa anda. 

Satu catatan dari saya, saya punya Lensa fix 50mm dengan garansi resmi datascript tentunya, setelah saya cek ternyata gak ada kode tersebut. Disitu tertulis Made in Malaysia. Nah saya menarik kesimpulan untuk kode-kode tersebut diatas berlaku untuk Lensa Canon produksi Jepang. 

Salam Jepret!

Tuesday, April 29, 2014

Haruskah Membeli CD Karya Anak Bangsa dengan Mengimpornya? ; Sebuah Keprihatinan

CD keluaran Malaysia yang kini bertengger di Beberapa Toko Kaset di Indonesia
Dalam beberapa bulan ini, seperti biasa saya jalan-jalan di toko kaset/CD dengan nama terkemuka di Jakarta. Di bilangan Jakarta Pusat, dan sudah beberapa kali saya lihat CD dengan artis Indonesia tapi dengan hologram negeri tetangga nongol di toko tersebut. Yang pernah saya temui adalah CD Andi Liany, CD Kantata, CD Nicky Astria dan CD Atik CB. CD tersebut di banderol antara 75rb sd 125rb Rupiah dengan label dan produksi Malaysia.  Boleh dibilang CD CD tersebut merupakan CD album artis yang bersangkutan dan sudah tidak ada satupun label/keluaran Indonesia yang memproduksinya.

Memang ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi saya yang juga gemar membeli CD album. Original itu sudah pasti. Langka dan tentu album-album yang sudah tidak edar lagi di Indonesia.

Industri musik tanah air memang sudah semakin menurun, dan satu persatu toko kaset mulai bertumbangan. Yang baru-baru ini tutup adalah Aquarius Mahakam, sebuah gerai musik yang sangat terkenal namun tidak bisa bertahan karena dilindas oleh jaman. Kemudahan teknologi digital (internet) menurut saya merupakan salah satu penyebab matinya industri musik tanah air. Kebiasaan download gratis juga merupakan habit masyarakat yang sulit untuk dibendung. Karena download dapat di lakukan kapan saja, apalagi teknologi handphone saat ini sudah bisa digunakan untuk browsing internet meski handphone murah. Selain juga kini penjualan lagu juga dapat dibeli di iTunes.

Pemasaran CD kian susah dan masyarakat kian malas untuk ke gerai musik. Dulu banyak gerai musik yang bisa di temui seperti Disctarra, Duta suara, Musik + , namun kini gerai musik tersebut juga sudah mulai langka dengan. Ditambah lagi para artis/penyanyi yang kini sudah menggaet restoran cepat saji sebagai tempat penjualan albumnya menyebabkan pemasaran di gerai musik untuk album yang bersangkutanpun tidak bisa ditemui. Hal ini juga yang tentu saja mempengaruhi  sepinya pengunjung gerai musik.

Satu pertanyaan yang perlu di ungkapkan adalah, apakah label musik tanah air sudah tidak bisa memproduksi lagi album-album lama sehingga kini bermunculan album-album artis Indonesia yang harus di impor dulu ke Malaysia untuk kemudian di beli dan dipasarkan di Indonesia? akh...... rasanya saya tidak terima dengan keadaan ini, karena seharusnya label di Indonesia mampu memproduksi ulang CD-CD rilisan lama, sehingga kita tidak perlu membeli rilisan Malaysia.

Tapi siapa yang peduli? ongkos produksinya mahalkah? atau ribet harus ijin sana sini? terus siapa yang bisa mengatasi keadaan ini, haruskah ada campurtangan dari pemerintah? rasanya kegalauan ini sulit untuk terjawab.

Ironis ketika kita harus membeli album artis negeri sendiri sementara produksi luar negeri............

Namun demikian, saya tetap mengapresiasi terhadap toko kaset/CD yang masih bertahan hingga sekarang karena tuntutan pasar yang kian menurun.

#GALAU #


Monday, April 14, 2014

PANTAI TEGALWANGI SALAH SATU HIDDEN PARADISE DI PULAU DEWATA

Pantai tegalwangi dilihat dari atas
Pulau Dewata menyimpan banyak keindahan, baik seni dan budaya serta pantainya. Berbicara masalah pantai di Bali, orang akan dengan mudah mengucapkan pantai Kuta, atau Pantai Sanur, Lovina, juga Dreamland. Bagaimana dengan Pantai Tegalwangi? Pantai Tegal wangi belum banyak orang yang mengetahui, namun dari mulut ke mulut keindahan pantai dengan tebingnya menjadikan Pantai Tegalwangi merupakan salah satu tujuan wisata yang patut di kunjungi.
Pantai Tegal wangi dengan Ombaknya

Pantai Tegalwangi terletak area Pura Tegalwangi, cukup jauh untuk menjangkaunya karena harus melalui jalan yang berliku namun dengan infrastruktur yang sudah bagus. Hingga ke sekitar pantai jalannya sudah di aspal, namun dipastikan untuk menjangkau tempat ini harus menggunakan kendaraan baik itu charter mobil maupun bisa dengan menggunakan kendaraan roda dua yang cukup banyak di sewakan di pulau Bali bagi para wisatawan.  Jika anda tinggal di daerah Denpasar, untuk menjangkau tempat ini membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Bisa lebih dari 1 jam karena bagi pendatang tentu harus banyak bertanya, atau dengan tekhnologi GPS yang ada di smartphone jaman sekarang, lebih mudah untuk menjangkaunya. Tentu saja jangan sendirian, karena perjalanan lebih mudah jika dilakukan minimal berdua, yang satu mengendarai kendaraan dan yang satunya lagi pantengin itu GPS.

Diantara Bebatuan

Sepasang Kekasih di Pantai Tegalwangi

Namun demikian selain dengan GPS, jangan malu untuk bertanya dengan penduduk sekitar, meski satu atau dua orang yang kita temui kemungkinan tidak bisa menunjukkan jalan karena memang tidak tahu, namun jangan kuatir, penduduk lokal yang ramah dengan senang hati akan menunjukkan arah yang benar hingga kita sampai ke tujuan. Berbekal smartphone dan mengikuti petunjuk jalan penulis saat itu pergi kesana berdua teman. Tujuan utama adalah pantai Tegalwangi, berangkat dari Denpasar menuju Jimbaran. Sempat nyasar dulu karena terdampar di pantai Jimbaran, namun dengan bantuan penduduk sekitar akhirnya penulis sampai juga di Pantai Tegalwangi. sepanjang perjalanan menuju pantai tegal wangi kita dapat melihat pohon yang sedang mengering karena musim kemarau yang menambah keindahan perjalanan sore itu. Dengan petunjuk arah yang penulis ikuti akhirnya sampailah di pelataran parkir Pura Tegalwangi.

Sisi Lain pantai tegalwangi
Keadaan masih sepi, karena pantai ini memang tidak seramai pantai-pantai yang lain yang sudah terlebih dahulu berkembang. Sekilas serasa biasa saja, hanya terdengar deburan ombak yang menghantam tebing dan bebatuan. Namun begitu kita melihat kebawah karena letak parkiran ada diatas, maka terhampar pemandangan nan cantik. Sebuah surga tersembunyi yang sangat indah. Sekilas penulis ragu untuk turun kebawah, karena sepi, hanya ada beberapa pengunjung dan fotografer yang sedang mengabadikan fotonya untuk prewedding. Namun akhirnya setelah sebelumnya puas memandang keindahan dari atas, penulispun memberanikan diri menuruni tebing yang cukup curam. Infrastrukturnya memang belum memadai karena pantai ini belum menjadi objek wisata andalan. Harus berhati-hati untuk menuruni tebing dengan jalan setapaknya karena belum dibuatkan anak tangga. Luas pantai sendiri hanya sekitar panjang 100 meter dengan deburan ombak yang besar. Terdapat batu-batu yang di hempas ombak menambah keindahan pantai tersendiri.

Senja di Pantai tegalwangi

Sesekali Kapal Nelayan melintas

Bagi pecinta fotografi Tegalwangi merupakan salah satu surga tujuan wisata karena selain pantainya yang masih perawan disini juga dapat menikmati  keindahan sunset alias matahari terbenam. Awan yang indah juga kerap kali menjadi pemandangan yang indah di langit di tempat ini.  Tempat ini juga masih menjadi buruan bagi pasangan yang mau menikah untuk melakukan prewedding. Selain itu untuk relaksasi, menyendiri juga sangat cocok, namun yang perlu di perhatikan adalah kewaspadaan karena jika sewaktu-waktu ombaknya naik maka harus segera naik keatas tebing dengan segera karena memang letaknya cukup unik yang harus menaiki tebing dulu untuk mencapai keatas.

Bila anda ke pulau Bali, Pantai Tegalwangi merupakan salah satu pantai yang di rekomendasikan untuk dikunjungi.

Monday, April 7, 2014

PANTAI PADANG-PADANG YANG INDAH DAN MENAWAN

Surya tenggelam di Pantai Padang-padang
Berkunjung ke Bali? Selain wisata pantai Kuta yang kayaknya memang wajib di kunjungi perlu di coba juga untuk menengok sejenak ke wilayah Uluwatu. Selain wisata adat , Bali juga memiliki panorama laut yang sangat Indah. Sehingga sayang sekali untuk dilewatkan. Pantai Padang-padang merupakan salah satu pantai yang masuk wilayah Uluwatu. Jika kita berkunjung ke Dream Land yang terkenal dengan keindahan pantainya, maka tak jauh dari dreamland kita dapat menjangkau pantai Padang-padang. Ada spot yang sangat menarik selain juga pantai Dreamland dan Blue Point. Pemandangan Pantai padang-padang sangatlah Indah dengan warna airnya yang biru kehijauan, dengan diapit oleh batu-batu karang yang terletak dipinggir pantainya juga pasir putih yang turut menghiasi wilayah pantai meski di dominasi oleh kerasnya batu karang disekitar pantai, membuat pantai ini nyaman untuk melepas lelah.
Pinggiran Pantai yang lumayan kecil sebenarnya

Batu karang yang kokoh

Ketika pantai surut, pengunjung dapat menjangkaunya ke tengah tentu saja harus memakai sandal karena tajamnya batu karang.

Uniknya untuk mencapai Pantai padang-padang kita harus melewati lorong menurun yang hanya satu-satunya jalan yang diapit oleh dua batu karang yang cukup untuk satu orang lewat. Sekilah tampak menyeramkan, namun akan terbayar tunai ketika kita sudah mampu mencapai wilayah lautnya. Para wisatawan memang terlebih dahulu harus menuruni anak tangga yang sudah dibuat permanen sebelum melewati celah yang ada di batu karang, hal ini tentu membuat keunikan tersendiri. Meski sedikit ngos-ngosan namun semua akan terbayar ketika kita sampai pada panorama yang Indah. Pantai padang-padang diapit oleh bebatuan karang yang kokoh di pinggir pantainya, dengan deburan ombak yang memecah batu karang di kejauhan menambah suasana pantai kian meriah.

Angin yang bertiup berhawa pantai yang khas menambah suasana kian damai. Bagi sebagian orang, berlibur kepantai merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan kedamaian. Pandangan yang lepas ke garis cakrawala pantai membuat para pengunjung puas melepas penat. seolah beban yang ada pun plong tak tersisa.
Matahari mengintip dari celah batu karang
Berpose sejenak sebelum mengabadikan sunset

Kalau di lihat dari strukturnya, pantai padang-padang memang sulit untuk di jangkau, namun kini setelah dibuatkan anak tangga pantai ini membuat pengunjung dengan mudah menjangkaunya. Pantai Padang-padang sendiri konon pernah di kunjungi oleh group musik asal Denmark Michael Learns To Rocks yang melakukan suting video klip di tempat tersebut pada tahun 1996. Pantai padang-padang kian populer setelah Aktris Julia Roberts melakukan suting untuk filmnya Eat Pray Love di tempat yang sama. Ini pula yang mendorong penulis untuk sampai kesana dan merasakan betapa penasarannya tempat yang digunakan untuk sutingnya aktris holywood. 
Senja yang Indah

Perahu nelayan nun jauh disana
Di pantai padang Padang juga merupakan salah satu surga untuk menikmati matahari terbenam atau sunset. Ketika senja maka matahari yang perlahan turun akan sedikit demi sedikit menghilang di garis Cakrawala dan kemudian gelap pun menyelimuti.

Bagaimana untuk mencapainya Pantai Padang Padang? Bagi wisatawan luar Bali mungkin akan kesulitan, namun jangan malu untuk bertanya, malu bertanya tentu akan tersesat dijalan. Bagi wisatawan yang mencarter mobil dengan sopirnya mungkin tidak jadi masalah. Karena tentu akan sampai ketujuan tanpa harus memusingkan tempat dan jarak tempuhnya. Namun bagi penulis kala itu lebih memilih untuk mencarter motor karena selain murah, juga dapat menjangkau semua tempat tidak hanya terbatas satu tempat saja. Charter motor di Bali berkisar 60 Ribu Rupiah per hari. Pantai padang-padang berjarak sekitar 45 sd 1 jam dari daerah kuta tempat penulis menginap.

berbekal GPS yang terletak di smartphone dan tentu saja berbekal tidak malu untuk bertanya maka penulispun sampai ke tujuan. Berdua teman perjalanan terasa mengasyikan karena pemandangan yang dilalui dan tentu saja very exited ketika kita dapat mencapai ketujuan dimana sebelumnya kita belum pernah kesana.

Pantai padang-padang yang selalu Indah dan menawan.

Anda punya kesempatan ke Bali? ayo ajak-ajak .... hehe...

Friday, April 4, 2014

PESONA AIR TERJUN COBAN RONDO YANG TAK TERLUPAKAN

Air Terjun Coban Rondo - Malang
Berkunjung ke kota Malang? jangan lupa mampir ke kota Batu. Selain wisata kebun apelnya, tak jauh dari kota batu juta terdapat air terjun dengan keindahan dan alamnya  yang sejuk. Coban Rondo terletak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur. Coban Rondo masuk wilayah Kabupaten Malang. Dari Kota Malang Coban Rondo dapat di tempuh sekitar 1 jam dengan perjalanan yang normal atau sekitar +/25km, kalau dari kota batu sekitar 12km untuk dapat mencapai lokasi. 
Pemandangan sebelum sampai lokasi

Selama dalam perjalanan, di kanan kiri jalan juga terdapat pemandangan yang indah dengan infrastruktur yang baik hingga ke lokasi menyebabkan air terjun ini mudah untuk di jangkau oleh para wisatawan. Air Terjun Coban Rondo memiliki ketinggian sekitar 84m dengan airnya yang berasal dari sumber Cemoro dudo di lereng gunung kawi. Coban Rondo memiliki ketinggian 1.135 m dari permukaan air laut,  dengan suhu rata-rata 22 derajat Celcius, cukup dingin untuk ukuran Indonesia. 

Dengan debit air yang yang cukup besar terutama di bulan-bulan basah seperti November hingga Maret ini, kawasan sekitar coban rondo, terutama radius 15 meter dari tumpahan air terjun akan terdapat kabut air seperti hujan gerimis, sehingga apabila pengunjung membawa kamera, maka harus berhati-hati karena harus melindungi kameranya agar tidak basah. 
Coban Rondo

PIntu masuk air terjun Coban Rondo

Pengunjung nampak menikmati suasana Coban Rondo

Air gunung yang mengalir jernih pun bak es yang mencair karena begitu kita mencelupkan kaki ke air, maka rasa dingin langsung menusuk hingga ketulang. Namun jernihnya air membuat pengunjung juga tidak segan-segan untuk membasuhkan ke muka.
Sejenak Berpose di Coban Rondo dengan Tripod yang sudah disiapkan

Toko Souvenir yang murah meriah

Coban Rondo menurut administrasi pengelolaan hutan masuk dalam wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Perum Perhutani Malang . BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Pujon, dan RPH (Resort Polisi Hutan) Resort Selatan Petak 89G. Debit Air mencapai 150 Liter per detik saat hujan dan 90 liter perdetik saat musim kemarau. Air tersebut di gunakan oleh PDAM dan masyarakat sekitar. 

Konon Coban Rondo sendiri memiliki cerita dibaliknya. Sebuah cerita  legenda yang bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya ke Gunung Anjasmoro, daerah asal dari suaminya. Akan tetapi orangtua Anjarwati melarang keduanya untuk pergi kesana karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari (selapan hari:jawa) . Kedua mempelai tersebut tetap bersikeras untuk pergi.
Ditengah perjalanan Anjarwati dan Radon Baron Kusumo dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Tentu saja Radon Baron Kusumo tidak terima dan terjadilah perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo.  Sebelum perkelahian terjadi, Radon Baron Kusumo berpesan kepada pembantunya yang turut serta agar menyembunyikan Dewi Anjarwati di sebuah tempat yang terdapat Coban atau air terjun.Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung hingga keduanya tewas, tak ada satu pemenang.  Akhirnya  Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.  Sejak itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo yang terkenal hingga sekarang.  Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.


Cerita ini merupakan sebuah legenda yang sebenarnya sudah menghilang dari cerita-cerita rakyat yang lain. Namun Nama Coban Rondo menjadi terkenal dan sering dikunjungi wisatawan karena keindahannya. Untuk melepas lelah, di sekitar Coban Rondo juga tersedia warung-warung makan dan juga jagung bakar. Bagi yang bawa mobil jangan kuatir, area parkirnya lumayan luas.

Tertarik mengunjunginya? jangan lupa kalau ke Malang mampir ke Coban Rondo dan nikmati keindahan alamnya.