Showing posts with label Denny HW. Show all posts
Showing posts with label Denny HW. Show all posts

Sunday, April 12, 2026

DALANG DALANG SAUR SEPUH


DALANG DALANG SAUR SEPUH, Film memang kerja kolektif. Tidak seorangpun berhak mengklaim diri sebagai yang paling berperan dalam proses pembuatannya. Catatan kecil tentang 3 dalang saur sepuh ini sekedar memperlihatkan posisi mereka pada peta perfilman nasional. 

Imam Tantowi, Sutradara kelahiran Tegal, patut untuk disebut "dalang" film-film laga handal. Ketika mam Tantowi dipercaya PT Kanta Indah Film untuk mengangkat cerita fiktif berlatar belakang kerajaan Majapahit itu, capaian penontonnya diatas capaian penonton film Indonesia lain, Malah melebihi jumlah penonton film impor kala itu. 

Ia sutradara keras, Menumpas Teroris, Tujuh Manusia Harimau, Saur Sepuh juga Soerabaia 45, menempatkan film tersebut dalam daftar film nominasi festival film Indonesia. Malah Soerabaia 45 memberikan Piala Citra kedua dalam karier Towi. Sutradara ini juga dikenal sebagai penulis skenario. Si Badung, memberkan Piala CItra buatnya dalam kapasitas sebagai penulis skenario. 

Torro Margens, dalam Istana Atap Langit, lebih dulu dikenal sebagai pemain teater handal. Dia, pernah dinobatkan sebagai aktor terbaik pada festival teater se DKI, Sanggar Prakarya yang dipimpinnya, berulangkali muncul sebagai grup terbaik dalam festival teater SLTA di Jakarta. 

Sebagai sutradara nama Torro diperhitungkan ketika berhasil memasuki film Pernikahan Berdarah dalam film pilihan di festival film Indonesia tahun 1988.

Di banding keduanya, Abdul Kadir terbilang sutradara "wajah baru" dalam pembuatan film laga. Toh begitu, film Pendekar Cabe Rawit yang ceritanya diilhami dari film Big Boss, masuk dalam 18 besar film pilihan Komite Seleksi FFI 1990. "Saya bangga, karena film gedebag gedebug yagn selama ini disepelekan, mulai dihargai, dinilai dan diperhitungkan, ini satu langkah yang menggembirakan. 

Abdul Kadir dipercaya PT. Global Sarana Media Nusantara yang bekerjasama dengan produsen obat PT. Kalbe Farma membuat Saur Sepuh ke panggung sinetron yang ditayangkan di TPI dengan bintang utama George Rudy sebagai Brama Kumbara. 

Jam terbangnya sebagai sutradara terbilang masih pendek namun sebagai astrada, Abdul Kadir terbilang lebih dari cukup. Duapuluh empat film dengan sutradara-sutradara beken lain, pernah diikuti mantan mahasiswa ASDRAFI Yogya tahun 1972 ini. "Saya sempat jenuh dan ingin meninggalkan dunia film, " katanya suatu ketika. ~MF 179/146/Th IX, 15 Mei - 18 Mei 1993

Selain tiga dalang diatas, ada satu lagi yang juga 'dalang' Saur Sepuh meski mengambil judul lain yaitu Singgasana Brama Kumbara. Dia adalah Denny HW yang di peraya oleh PT. Menara Gading Citra Perkasa yang menggarap Singgasana Brama Kumbara dengan bintang utama Anto Wijaya sebagai Brama Kumbara dan tayang di ANTEVE. 

Friday, April 10, 2026

DENNY HW, PENATA LAGA SEKALIGUS SUTRADARA


DENNY HW, PENATA LAGA SEKALIGUS SUTRADARA (Berita Lawas) dikutip dari MF. Berpostur gempal dengan suara ringan. Terkesan agak kalem di lokasi suting. Sabar setiap mengarahkan para bintang laga, walau agak sulit melihat senyumnya. Sutradara merangkap action director atau fighting director ini, Denny HW namanya. Mahir olahraga beladiri Kempo. Dia juga sempat mempelajari karate, silat dan Aikido. Dengan bekal itu, Denny tampil sebagai sutradara laga handal. Dia juga adalah lulusan LPKJ tahun 1980.

Lewat film Pertarungan Iblis Merah yang dibintangi Barry Prima, anak kelima dari tujuh bersaudara ini tampil utuh sebagai sutradara merangkap action director, setelah sebelumnya ia tampil sebagai astrada untuk beberapa judul film seperti film Gema Hati bernyanyi. 

Putra Pasangan Hadi Wijaya dengan Sumiati yang asli berdara Sunda ini selanjutnya aktif menggarap film-film laga klasik seperti Pertarungan Iblis Merah, Babad Tanah Leluhu II, Si Rawing I dan lain-lain. 

Sukses menggarap serial kolosal Singgasana Brama Kumbara yang di tayangkan di  AN-Teve , kemudian Denny HW kembali menunjukkan kepiawaiannya di jalur laga. Sinetron laga "Perjalanan"  yang dibintangi Ari Wibowo dan Tamara Blezynski menyusul kesuksesan beberapa sinetron laga sebelumnya seperti Jacklyn, Tiga Bidadari dan lain-lain. Bahkan sinetron produksi Multivision ini mulai jadi pusat pehatian mengingat kemampuan dan ketenaran nama Ari Wibowo sebagai bintang laga yagn tampan bersama kepopuleran sosok Tamara sebagai bintang iklan termahal. 

Denny HW sendiri mengaku merasa bangga bisa menghasilkan karya sebagus Perjalanan. "Itu juga berkat kerja duet antara saya dengan Arturo  yang menggarap unsur dramatiknya, "kata Denny. Sejak awal dia merasa yakin bahwa serial Perjalanan akan sukses. Karena itu pula Denny  hanya bisa menggarap serial Tutur Tinular 6 episode saja. Padahal dia ditawarkan 52 episode. "Bukan apa-apa, hanya terlanjur teken kontrak dengan Multivision. Nggak benar kalau saya memilih Perjalanan karena honor kontraknya lebih mahal, " ujar Denny. 

Putra Asli Sunda Kelahiran Bandung, 5 Mei 1955 yang menikah dengan Soevi, juga pernah menggarap serial kolosal Perawan Lembah Wilis. Saya akan terus menekuni profesi sebagai action director, karena posisi ini adalah hidup mati saya. Sedangkan posisi Sutradara penuh, kayaknya sudah tidak mampu lagi, karena saya mengidap penyakit lever. Saya harus memperhatikan waktu kerja, " tutur Denny , selengkapnya wawancara dengan Denny HW dapat di lihat di MF No. 308/274/XIV, 4-17 April 1998