ANNA TAIRAS!. Film pertamanya "Bali Connection" arahan Sundjoto Adibroto. Dalam film yang seluruhnya di buat di Bali itu, Yohana yang lebih akrab di panggil Anna bermain sebagai Mei Lin gadis Cina, tujuh diantara ke 38 film yagn sempat dibintangi oleh si bungsu dari enam bersaudara keluarga Pak Tairas ini tergolong film buka-bukaan yang sempat memberikan kesan lain terhadap Anna Tairas.
Dimulai dengan "Kupu Kupu Putih" arahan Bobby Sandy. Di sini pecinta film mulai bertanya melihat perubahan sikap Anna Tairas. Dia muncul sebagai perempuan penggoda yang menampilkan adegan cukup berani. Mulai dari cium bibir sampai ke paha, lengkaplah film itu mengekspose bagian tubuh Anna Tairas.
Sejak film "Kupu Kupu Putih" banyak sutradara memburunya untuk mengeksploitir lekuk tubuh Anna Tairas. Diantaranya "Mandi Dalam Lumpur", "Bibir Bibir Bergincu" dan sebagainya. Semuanya ada tujuh film yang mempunyai kesan lebih khususnya dalam hal adegan seks yang dipertontonkan oleh Anna Tairas.
Wim Umboh sutradara senior sempat juga "mengintip" celah-celah yagn bisa diangkat ke pita film dari penampilan artis berdarah campuran, Manado-Riau ini. Disodori sebuah peran untuk film "Pengantin Pantai Biru", Anna Tairas bahkan sempat suting sehari di Sukabumi. Hari pertama dia sudah mulai disuruh buka-bukaan. Mulanya bagian atas kemudian turun ke bawah sedikit. "Sedikit lagi, buka sedikit lagi," kata Wim Umboh pada suting pertama Anna Tairas itu. Begitu selesai suting langsung Anna Tairas ngabur ke Jakarta.
"Lha kalau baru hari pertama saja sudah disuruh begitu, bagaimana nanti hari hari berikutnya. Bisa-bisa saya disuruh telanjang bulat, " katanya menceritakan pengalaman sutingnya. Tidak sesuai dengan pembicaraan sebelumnya, makanya Anna nekad meninggalkan tempat suting. Tidak bisa lain akhirnnya Wim menggantikan peran Anna Tairas kepada orang lain.
"Sebetulnya itu bukan perubahan sikap tapi saya ingin membuktikan bahwa saya mampu main dalam film apa saja, " ucap Anna ketika ditanya awal mula dia terbawa main dalam film.
"Sekarang saya akan lebih hati-hati dalam memilih peran:, kilahnya. Apalagi untuk jenis film seks jelas dia tidak segampang dulu, yang menurut penuturannya kala itu masih kurang bisa mengontrol diri.
Sejak kemunculannya dalam film "Kodrat" arahan Slamet Rahardjo, mantan ratu Kawanua se Jakarta 1975 inipun segera mengadakan perubahan lagi. Pelan tapi pasti dia meninggalkan kesan pemain dengan cap yang berbau vulgar.
"Saya tidak janji tapi sejauh ini saya coba menghindari, " kilah Anna Tairas mengenai kemungkinan ia kembali main dalam film sejenis "Kupu Kupu Putih" ataupun "Mandi Dalam Lumpur".
Pada saat kosong dari tawaran main film itu datanglah sutradara Dasri Yacob menyorongkan sebuah peran utama dalam film Diantara Dia dan Aku produksi Inem Film.
Tapi film selesai dan disusul dengan film-film berikutnya yang terdengar diluaran justru desas desus sang bintang dengan sutradara Dasri yacob. Saking seringnya main dalam film arahan Dasri, maka gosip dengan sutradara yang bersangkutan pun semakin sulit dihindari, sempat dilabrak istri Dasri. Bukan berarti gosip ini berakhir sampai disitu. Sebab ada lagi nama yang kabarnya sempat akrab dengan dia, seorang pemusik dan suami artis terkenal. Cerita tentang hubungan akrab Anna Tairas dengan pemusik beken ini memang sudah rahasia umum khususnya dikalangan insan film.
"Biarlah burung berkicau", kilahnya.
~MF 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988







