Saturday, August 1, 2026

CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG

 


CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG  (film lawas) -. Inilah film "Catatan Si BOy" Jilid III yang semakin membawa orang pada dunia mimpi dan menyeret trend film Indonesia menjauh dari isi. Agar mimpi kian mendekati kenyataan, jangan lupa nonton film sembari minum Pepsi Cola dan merokok Bentoel, agar kian menyatu dan apa yang di pamerkan Nasri Cheppy, sutradara muda berbakat yang larut dalam arus sorak sorai penontonnya. 

Ceritanya tak begitu penting karena memang tak menjamah hal-hal baru. Si Boy, tiba-tiba pingin sekolah ke Los Angeles. 

Vera, doinya, yang ditinggal, gelisah dan pengin liburan ke LA, nyusul si Boy. Dan tak usah bingung kalau melihat Emon tiba-tiba juga kangen si Boy dan pengin liburan ke LA. Ini biar gampangnya saja meski ada kesan menyepelekan otak sehat kita. 

Tak perlu tahu apa kerja orangtua mereka. Cuma yang dikagumi para orang tua ini langsung mengiyakan saja keinginan anak-anak mereka. Di Amri (Amerika), Boy kita kenalan cewek disc jock turunan Philiphine Indonesia, Sheila, setelah Boy jadi 'pahlawa, menyelamatkan Sheila dari perkosaan bule yang gede tapi toh kalah sama Boy. 

Di Amri, tak perlu dikisahkan apa kerja Vera dan Emon karena tak penting benar, terkecuali mereka Shopping, ke pantai dan keluyuran. Sebab disini ada Jeffy, orang Indonesia yang hebatnya jadi kepala geng berandal para bule brewok, yang bentrok dengan Boy gara-gara Boy pengin menyelamatkan Sheila dari ketergantungan kokain, selanjutnya cerita bisa dikarang-karang sendiri, bisa ditambah sesuka sutradara dan penulis cerita. Dan jangan lupa membayangkan diri dalam kehidupan Boy, naik Ferari sembari minum Pepsi. Karena itulah iming-iming sembari ngobrol "fuck yon!"

"Catatan Si Boy III bisa di catat sebagai kemajuan penguasaan tekhnis yang dimiliki Nasri Cheppy. Ia makin cekatan dalam mengolah adegan dan menemukan gambar-gambar menghibur. Tapi ia lupa bahwa isi dan cerita adalah persoalan serius dalam membuat film. Tapi "Cabo III" sungguh menyepelekan selera keseriusan kita dalam menikmati film yang agak baik. Apalagi disini tak ada kemajuan akting para pemainnya. Adakah ini bentuk main-main dari sutradara Cheppy seperti yang digambarkan pada adegan akhir, dimana semua pemain disuruh mejeng dan sang sutradara diperlihatkan asyik menyutradarai pemainnya? Siapa tahu itu benar, dan itu sungguh sayang.~~MF 086/54/Tahun VI, 14 - 27 Okt 1989

Persembahan : Asosiasi Importir Film

Produser : PT Bola Dunia Film

Sutradara : Nasri Cheppy

Cerita, skenario : Marwan Alkatiri

Pemain : 

Onky Alexander ..............Si Boy

Meriam Bellina................Vera

Didi Petet ........................Emon

Leroy Osmani .................Jefry

Ida Kusumah....................Mama Vera

Bella Esperance..............Sheila

SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU


 SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU (berita lawas). "Ia boleh dibilang pendatang baru dalam dunia film layar perak, lantaran memulai debutnya sebagai artis film baru dalam bulan Oktober 1989 . Namun kehadirannya pertama kali di layar lebar ini, langsung mendapat kepercayaan penh dari sang sutradara untuk melakoni peran utama dalam film Titisan Si Pitung,dengan pasangan main George Rudy. 

Setelah itu berturut-turut mendapat kesempatan bermain dalam film Srigala Jalanan, Djago, Mustika Pemikat dan masih banyak lagi. 

Dara manis yang memiliki panggilan akrab Suci ini, sempat stress gara-gara pacar pertamanya meninggal dunia akibat tabrakan maut. "Saya sepertinya tak mampu, melupakan kebaikan hatinya, "kenangnya. 

Seminggu setelah kejadian itu  kecelakaan serupa menimpa pula pada diri Suci ini. "Masih untung, kata orang Jawa. Jiwanya masih selamat, meski ia sempat dirawat dirumah sakit selama beberapa hari, lantaran luka yang dideritanya. Kepingin nyusul kali? "Ah enggak juga, hidup ini rasanya masih nikmat kok, " sahutny cepat. 

Dalam beberapa bulan, ia sempat mengurung diri dirumah. Bayang-bayang kejadian yang mengerikan itu, sepertinya tak mau juga cepat berlalu dari ingatannya. Namun akhirnya, ia segera mendapatkan obatnya, pacar kedua segeera hadir dan siap menghiburnya.  ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Friday, July 31, 2026

IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS

 


IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS, (berita lawas). Ada yang tahu aktris ini? Irma Yanthie? Irma Yanthie, dara manis kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1965 lagi menggebu-gebu dengan dunianya. I atak banyak tawar menawar dengan produser, bukan materi yang dicari semata , mengembangkan popularitas agar lebih mudah dikenal masyarakat. Dunia yang sekarang di geluti ternyata cukup bisa buat menghidupi dirinya, walau hanya cukup untuk jajan. 

Pernyataan ini memang dapat di buktikan oleh Irma. Tengok saja dalam film-film yang pernah dibintanginya diantaranya, Bukit Berdarah, Siluman Clurit perak, Bila Saatnya Tiba, Kejarlah Daku Kau Kutangkap , Ayu dan Ayu, Gadis Pendekar, Cewek-cewek Pelaut, dan juga Durjana Lumut Hijau. 

Wow, Irma boleh dibilang diam-diam berbahaya. Itung-itung dari 8 film yang dibintanginya ia bermain cukup prima. Walau bermain  sebagai peran tambahan tapi ia pantang putus asa. Tekat ini yang menjadi tuntutannya hingga mendapat kepercayaan sebagai pemeran pembantu wanita. 

Saya nggak pilih-pilih soal peran asal sesuai dengan keinginan. Dan saya paling suka adegan yang mengarah romantis, " cetus cewek yang memiliki ukuran BH 36. Irma paling pandai dalam adegan romantis, ini ia lakukan agar cepat untuk meraih popularitas. Namun sebagai wanita, Irma punya batas-batas yang memang sudah ia tentukan sejak menekuni dunia film. 

Irma juga terjun di dunia foto model. "Yah bisa buat nambah untuk adik-adik saya yang masih sekolah , kan, saya belum punya pacar. Kesempatan bisa bantu orangtua, " jelas Irma yang juga terjun di dunia tarik suara. 

Karirnya memang berjalan cukup mulus, bisa dibayangkan belum lama di dunia film, Irma langsung juga nyrondol nimbrung nyanyi lewat album yang berjudul Pacar Rewel sempat memasuki pasaran blantika musik. ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Thursday, July 30, 2026

JANE CHATERINE

 


JANE CHATERINE, (berita lawas). Ada yang ingat artis ini? Jane Chaterine, wajah anyar yang sudah beberapa kali terlibat dalam pembuatan film. Gadis yang duduk di bangku kelas II SMA PSKD II ini sempat mengalami kebingungan. Ketika tawaran main film terus berdatangan, ketika itu pula Catherine merasakan rasa penyesalannya, karena tawaran tersebut sering ditolaknya. 

"Habis bagaimana, kalau sutingnya di luar kota dan memakan waktu yang cukup leama, saya pasti nggak bisa. Alasannya sih karena sekolah. Padahal asyik tuh, dapat banyak tawaran. Pokoknya asyik saja. Tapi yaitu tadi, selalu kepentok dengan sekolah. 

Seperti film Saur Sepuh IV, saya sudah ditawari Oom Imam Tantowi. Setelah saya bicarakan sama mama, ternyata nggak boleh karena sutingnya jauh, dan waktunya cukup lama,  ujar Chaterine yang baru menyelesaikan filmnya "Curi Curi Kesempatan".

Di samping tawaran yang sudah banyak, Chatherine juga sudah mulai menyenangi dunia nyanyi setelah dunia model sudah dipegangnya dan sudah ada studio rekaman yang mulai mendekati Chaterine. 

"Nggak tahu kenapa, saya kok mulai tertarik dengan bidang nyanyi. Barangkali saja karena berhubungan erat dengan film. Ya apa salahnya kalau kita coba. Siapa tahu jodoh. benar kan? tambah Cahterine yang memiliki wajah fotogenik. 

Sekarang saya memang masih bingung , karena takut sih. Soalnya kan masih SMA, jadi harus konsentrasi penuh ke pelajaran. Kalau sutingnya di Jakarta sih nggak apa-apa. Atau diluar kota, tapi asal nggak sampai berbulan-bulan lamanya," ujarnya. 

Kesibukanpun tak pernah pupus. Pertengahan Desember (1990), Chaterine ikut mendukung film pelajaran bahasa Inggris yang di kemas dalam bentuk miniseri yang rencananya akan disiarkan di RCTi. "Ya itung-itung sambil belajar bahasa Inggris gratislah, "katanya beralasan. 

 ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Wednesday, July 29, 2026

CAROLINE ZACHRIE

 


CAROLINE ZAHRIE (berita lawas). Kalau pernah nonton acara KISMIS kisah Misteri, tentu tahu si pembawa acaranyanya yaitu Caroline Zachrie. Ia seorang peragawati lulusan Amerika yang kemudian sukses di negerinya sendiri. Setelah melanglang buana ke berbagai negera untuk mengadakan fashion, akhirnya perempuan semampai yang menjandang gelar Sarjana Ekonomi ini mencoba mengasah bakatnya di jagat akting. "Ya sejak kecil memang menyukai akting cuma kebetulan saya melibatkan dunia fashion dulu. Sehingga saya lebih dikenal sebagai model dan peragawati, nah ketika Starvision menawari saya untuk main sinetron Jalan Kehidupan dan Selalu Untuk Selamanya langsung saya terima, "cetusnya. 

Permainan Caroline di Jalan Kehidupan memang masih terkesan main-main, hal itu bisa di maklumi, karena peran gadis yang menghabiskan masa remaja di negeri orang ini masih peran tempelan atau numpang lewat. Tapi di sinetron keduanya yang berjudul "Selalu Untuk Selamanya" besutan sutradara Yopie Burnama, permainan Caloline mulai menonjol. 

"Saya banyak mendapat tantangan di Selalu Untuk Selamanya karena saya harus mempermainkan dua karakter sekaligus, " aku Caroline dengan bahasa Indonesia yang belum begitu fasih. 

berikut petikan wawancara dengan Caroline Zachrie yang dimuat di MF No. 309/275/XIV, 18 Apr - 1 Mei 1998

T : Bagaimana ceritanya Caroline terlibat dengan dunia keperagawatian?

J : Saya waktu itu tengah sekolah di San Fransisco, kebetulan Papa sedang bertugas di sana. Untuk mengisi waktu luang saya bergabung dengan Prestise Model, di Prestise saya diajari bagaimana berjalan, etiket, berskap serta yang lainnya. 

Kemudian akhir 1993, saya balik ke Jakarta, saya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Esa Unggul. Baru di tahun 1995 saya dikenalkan pada Ibu Ghea Soekasah (sekarang Ghea Panggabean) dan ibu Ghealah yang membawa saya ke Milan Itali untuk mengadakan fasion disana. 

Dan itu fashion pertama saya sebagai peragawati profesional, kemudian Ibu Ghea juga yang memperkenalkan saya kepada Mbak Larasati, Kintan dan Ratih yang sama-sama kita kenal sebagai peragawati papan atas dan juga seorang pemilik Expose Model. Lewat Expos Model itulah saya mengawali karir sebagai seorang model dan peragawati. 

T : Apa yang mendorong Caroline terjun ke dunia fashion?

J : Dari kecil saya memang sudah menyukai hal-hal yang berbau fashion karena dunia fashion glamour dan saya suka tantangan serta berkompetisi. 

T : Terus bagaimana pula Caroline terjun ke dunia sinetron siapa yang pertama kali nawari?

J : Saya di datangi salah seorang staf Starvision yang menawari saya untuk main di Jalan Kehidupan garapan bapak Achiel Nasrun. Karena memang kepingin main sinetron atau film, makanya tawaran itu langsung saya terima. 

T : Menyesal setelah terjun kedunia sinetron?

J : Nggak lah, dunia akting memang impian saya selama ini. 

T : Bagaimana komentar Caroline tentang  'jam karet' yang terjadi di dunia sinetron?

J : Itulah yagn saya sayangkan, seandainya para pelaku sinetron menyadari profesinya. Saya yakin jam karet tidak pernah terjadi, karena masing-masing profesi, baik pemain, sutradara maupun kru akan disiplin demi profesinya. 

T : Ada keinginan untuk menjadi artis sinetron kenamaan?

J ; Siapa sih yang nggak kepingin, cuma saya harus realistis. Saya masih baru, masih banyak yang mesti saya perbaiki untuk kemajuan karir saya. 

T : Kalau Caroline harus memilih, Caroline pilih dunia sinetron apa dunia fashion?

J : Sama-sama berat ya? tapi saya sangat menyadari kalau dunia fashion dan sinetron tidak akan selamanya saya sandang. 



FARID HARDJA, DALAM KENANGAN


 FARID HARDJA, DALAM KENANGAN (Berita Lawas). 

Kukenal dikau lalu jatuh cinta

bagai pertama

dan kucumbu dikau penuh kasih mesra

bagai cerita

wo wo Karmila...

Lagu berjudul Karmila itu kini tak lagi bersanding dengan pelantunnya, Farid Harja yang telah meninggal dunia. Bertubuh tambun, bergaya raper, berbusana gombor dan kacamata, serta syair sedikit nakal. Itulah beberapa ciri yang dimiliki almarhum yang lahir di Sukabumi, 7 September 1950. 

Farid Hrja telah pergi meninggalkan pencintanya. Diam-diam almarhum di akhir hayatnya sering di rongrong penyakit diabetes dan jantung. Rupanya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakrta merupakan tempat penyanyi ini menghembuskan nafasnya yang terakhir. 

Almarhum Farid meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung 8 bulan serta setumpuk lagu ciptaannya yang belum sempat dihancurkan. Menurut keluarganya, almarhum seakan tak mengindahkan penyakit yang selama ini diidapnya. "Almarhum dirawat karena penyakit gula dan sempat mengalami stroke sebelum akhirnya kami bawa kerumah sakit di Sukabumi dan dilarikan ke RSCM di Jakarta, " jelas kakak almarhum, Ny. Tati Harja. 

Banyak seniman musik yang merasa kehilangan artis yang disebut sebagai pendiam, tapi juga pemilik humor khas ini. Selain teman-teman almarhum semasa di kelompok Bani Adam (yang melahirkan lagu Karmila), juga artis-artis pendukung lagu dan klip lagu terbarunya, Partai Sembako, mengaku terkejut atas kepergian Farid Harja. 

Erie Susan, penyanyi dangdut yang pernah mendampingi almarhum untuk album dangdut berjudul Itu Cinta mengaku kaget mendengar berita kematian Farid Harja lewat berita SCTV. "Saya benar-benar nggak nyangka, Saya kaget dan ikut sedih, " komentar Erie yang mengaku  punya kenangan bagus selama rekaman lagu Itu Cinta bersama almarhum, "Almarhum orangnya baik dan taat pada agamanya, " komenar Erie akhirnya. 

Terlahir di kota Sukabumi, almarhum pada akhirnya pun dikebumikan di daerah yang sama. Setelah Akang pergi tak ada lagi tubuh besar yang siap menggoyang panggung dengan suara bariton dan nada yang kocak. 

Dalam perfilman, Farid Harga juga bermain di film Ini Rindu bersama Arianto Wibowo, dan Ayu Lestari. ~MF 328/294/XV, 9 - 22 Jan 1999

Tuesday, July 28, 2026

MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA

 


MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA(berita lawas RF). Dara manis, putri Solo ini punya nama lengkap Raden Roro Murti Saridewi. Sejak tahun 1988 lalu gelar 'Raden-nya terpaksa ditanggalkan, manakala ia mulai melibatkan diri kedunia perfilman. Tergolong prestasi yang luar biasa. 

Bayangkan dari sekitar 12.000 cewek pelamar untuk 'peran perayu' LASMINI dalam film "Saur Sepuh" yang pertama, hanya Murti yang berhasil kejaring. Sejak itu jadilah ia bintang film. Dan ternyata terbukti kalau dia 'mampu' berperan sebagai Lasmini, maka kontrakpun memanjang sampai seri yang ke III. 

Waktu itu Murti masih duduk di bangku SMA kelas I di perguruan swasta Muhammadiyah di Surakarta. Jenjang kelasnya bersamaan dengan seri filmnya hingga kelas III sekarang ia memerankan tokoh Lasmini dalam "Saur Sepuh" yang ke III. Malah berkembang dengan peran utama untuk film jenis remaja dari PT. Tiga Sinar Mutiara Film dengan judul "Catat Namaku Rintan" yang kemudian berganti judul "Cinta Punya Mau". Disini ia berpasangan dengan bintang Citra, Mathias Muchus. 

Putri Solo yang manis dan luwes ini ternyata punya banyak bidang keahlian seni. Yang menonjol tercatat sebagai peragawati, foto model dan penari. pernah jadi juara alam peragaan busana lurik, keluwesan berkebaya dan model beberapa produk di Surakarta. Sempat mendapat kesempatan sebagai  misi kebudayaan Indonesia ke Australia. Namun diurungkannya karena pada kesempatan yang sama dia sudah harus ikutan memerankan tokoh Lasmini sebagai debut pertamanya di film. 

"Keluar negeri kapan saja kan bisa. Kalau kesempatan shooting film ini, kan nggak bisa ditunda-tunda, ' kilahnya dengan ramah. Dan dari keadaan ini terbukti kesungguhannya untuk melibatkan diri kedunia film Dan bukti lain, kesempatan sebagai pemeran utama dalam film remaja yang digarap sutradara berbakat Chris Helwedery, Murti tampak ingin terus menekuni bidang film secara baik. 

Para penggarap "Cinta Punya Mau" juga menyebutkan kalau Murti sebagai punya kemauan dalam meningkatkan jenjang karirnya. Untuk itu dia sudah siap dengan kerepotannya. Karena selain ia sekolah di Solo, pada saat yang sama terlibat produksi film "Saur Sepuh III" yang lokasi sutingnya di Pangandaran Jawa Barat, dan di Jakarta untuk film "Cinta Punya Mau".

Dalam Percakapan Murti mengakui kalau saat itu betul-betul capek. "Bagaimana ya, yaitulah sudah resiko", ujarnya datar. Hanya sempat jadi was-was tentang pendidikannya. Soalnya kini tengah duduk di bangku kelas terakhir, dimana siap-siap pula menghadapi Ebta dan Ebtanas. Apakah Murti akan berhasil menyelesaikannya nanti, soalnya selama ini selalu dikorbankan sekolahnya demi karir. 

Menyangkut pemerannya, baik di Saur Sepuh maupun di Cinta Punya Mau , Murti digambarkan hampir sama, yakni sebagai penggoda. Menurut Murti di Saur Sepuh sebagai Lasmini, karena tokoh itu dianggap fiktif, jadi Murti katanya bisa membuat interpretasi sendiri. Lain halnya di Cinta Punya Mau, sebagai gadis remaja yang mirip dengan keadaanya, dirasakan sedikit kikuk. Apalagi dalam beberapa adegan dia diperlihatkan terlibat asmara atau mengharuskan menggunakan pakaian minim, seperti baju renang. Murti terlihat sedikit risi. 

Tapi Murti mengatakan sebagai masih beruntung karena pihak sutradaranya, Chris bisa mengerti dan mau memahami keinginannya. Sehingga  kostum yang semula  bikini, bisa diganti dengan pakaian renang hitam. Sementara untuk adegan kissing, dengan Mathias Muchus, Murti juga mengatakan masih kikuk. 

"Terus terang saya belum biasa. Dan sampai sekarang saya memang belum punya pacar. Jadi soal ini lihat nanti saja, " ujarnya, menanggapi kemungkinan adegan ciuman dari mulut ke mulut dengan lawan mainnya, Muchus. Serta kekikukan lain bagi Murti adalah mengenai dialek Jakarta. Tidak heran, untuk perannya kali ini suaranya di percayakan pada orang lain. ~~sumber Ria Film No. 832

Monday, July 27, 2026

CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA

 


CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA (berita lawas). Setelah sekian tahun absen di perfilman nasional, Clift Sangra muncul kembali sebagai jagoan. Sekali ini, dia muncul lewat arahan Sutradara Imam Putra Piliang dalam film Tapak-Tapak Berdarah. Meski lima tahun absen, tapi Clift merasa selalu berada di lingkungan film. Wajar saja, sebab isterinya sendiri artis beken. Bagaimana kalau Suzanna dapat tawaran Clrift selalu terlibat. 

"Kalau pergi dan pulang suting, saya harus menjemput istri, "katanya bangga. Alasan inilah membuat artis berbadan gempal tak akan meninggalkan film.  Banyak yang menduga Clrift selalu cemburu melihat Suzanna selalu suting. Sehingga dia harus mengawal isterinya kemanapun. "Tidak, saya sangat sayang kepada isteri," kilahnya blak-blakan. Memang usia Suzanna dan Clift jauh berbeda, bukan berarti jauh pula tali kasih. 

Banyak pula artis yang memuji kesetiaan Clift atas isterinya. Jarang orang muda yang tidak suka melirik wanita lain. Itulah dizaman atis lagi musim kawin cerai ini api cinta Clift atas isterinya tak pernah padam. Mengekori Suzanna bukan cemburu tapi karena sayang. 

Setelah lama absen di film tidak mempengaruhi penampilannya di depan kamera. Kemampuan dan sosoknya sama ketika pertama kali tampil dalam film. Tubuhnya yang kekar dan alot itu tetap stabil. Bahkan lebih ideal dari kemarin-kemarin. 

"Sarapan saya besi," ujarnya berkelakar. Kalau  tidak angkat barbel setiap pagi, rasanya badan ini terasa sakit,"katanya menyambung. Itulah sebabnya dia harus angkat besi dulu sebelum sarapan pagi. "Kalau tidak, ada saja yang kurang. Hidup jadi tidak bergairah, "selanya sambil ngakak. 

Tidak hanya angkat besi, Clift juga melakukan latihan bela diri. "Terus terang saja, bela diri merupakan sebagian dari hidup saya," selanya. Itulah ketika dia berlakon dalamfilm action yang mendapat peran Hendra, tubuhnya begitu lentur melakukan latihan perkelahian."Kalau tidak latihan setiap hari bagaimana saya bisa berlakon dengan baik, "Lalu apakah tak kepingin berlakon dalam film Drama?"Saya senang sekali. Saya juga mampu berlakon apa saja, katanya mantap. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990