Showing posts sorted by relevance for query si roy. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query si roy. Sort by date Show all posts

Wednesday, October 11, 2023

KASET SOUNDTRACK FILM "SI ROY"

 

Kaset Soundtrack SI Roy

Si Roy adalah film remaja yang tayang di bioskop pada tahun 1989 . dengan Sutradara  Achiel Nasrun dengan dibintangi oleh Ryan Hidayat, Margie Dayana, Monica Gunawan , Ade Giulino, James Sahertian.

Ceritanya sendiri adalah berkisah tentang  Roy (Ryan Hidayat) adalah ketua senat yang penuh dengan dedikasi. Pada suatu kesempatan, untuk mengurangi jurang antara si kaya dan simiskin dikampusnya, Roy dan kawan-kawan melakukan kegiatan kemah. Sebagai ketua senat, Roy mengkoordinasikan dengan teman-teman tentang keberangkatannya.  Salah satu pesertanya adalah mahasiswi Novi (Margie Dayana) yang merupakan anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup enak.  Novi menarik perhatian sendiri bagi Roy. Hingga di suatu malam didalam perkemahan Roy bercerita pada Tiwi (Monica Gunawan) tentang perasaannya pada Novi. Roy tidak tahu kalau Tiwi sebenarnya diam-diam juga mencintai Roy namun selalu dipendamnya. selengkapnya dapat KLIK DISINI

Penampakan dalaman kaset

Tapi kali ini kita ngomongin tentang Soundtrack Film Si Roy ya. Soundtrack Film Si Roy di Produksi oleh PT. Gema Nada Pertiwi. Ada 10 lagu dalam Soundtrack ini, lima diantaranya di nyanyikan oleh penyanyi remaja Anggun Cipta Sasmi. Anggun menjadi salah satu nyawa dengan lagu-lagunya dan juga kehadiran Dolf Wemay tentu saja membawa suasana kian semarak. Juga ada suara Lady Avisha dan Aji Indra dalam kaset yang istimewa ini

SIDE A :

1. SI Roy - Anggun C Sasmi

    Ciptaan Arang Widodo

2. Kamu Hey Kamu - Anggun C Sasmi

    Ciptaan : Areng Widodo

3. Dosa Dosaku  - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo

4.  Okay - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo dan Coki Batubara

5. Dumolit - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo


SIDE B

1. Tawur - Dolf Wemay

    Cipt. Mehong

2. Inikah Cinta - Dolf Wemay

   Cipt. Mehong / Bobon Lephes

3. Jati Diri - Aji Indra

    Cipt. Andy Julias/Januar Iskandar

4. Lagi-Lagi - Dolf Wemay

    Cipt. Tommy Marie

5. Hadir Dalam Cintaku - Lady Avisha

    Cip. Areng Widodo

Lirik Soundtrack FIlm Si Roy


Dan mari kita simak lirik lagu Si Roy yang di nyanyikan dengan apik oleh Anggun C Sasmi

Si Roy - Anggun C Sasmi

Cipt. Areng Widodo

Bukan berat ku banding-bandingku adalah dia (Si Roy)
Cowok masa kini diantara kami, Si Roy, Si Roy, Si Roy...

(*)
Diantara mereka aku memilih si Roy
Sahabatku semua juga naksir si Roy...

Cowok yang menawan dalam penampilan
Selalu jadi rebutan, semua teman-teman...

Repeat: (*)

Cowok masa kini, tak pernah sok gengsi
Tidak juga sok tinggi owh.. bikin gemas hati...

Tak kusangka-sangka semua terjadi
Si Roy jatuh cinta dengan temanku sendiri
Tapi masih ada satu harapan
Sikapnya padaku selalu penuh perhatian...

Reff:
Dialah idola semua remaja
Tak kusangka-sangka kini sedang jatuh cinta
Didalam bersaing selalu jujur
Lawan jadi pusing semuanya mundur
Takut..!! (Si Roy Si Roy Si Roy...)

[Interlude]
Back to: (*)

Dalam persaingan tidak kelihatan
Tapi tiba-tiba dia malah yang mendapatkan...

Back to: Reff

Diantara mereka oh idolaku si Roy
Teman-teman semua idolanya juga Roy
Cowok masa kini diantara kami (Si Roy)
Tak pernah sok tahu dan tak pernah gengsi
Kalau ingin kenal bisa lewat aku disini
Tapi jangan lupa aku minta komisi...


Selamat Bernostalgia


Monday, February 25, 2019

BALADA "SI ROY"

Si Roy

JUDUL FILM        : SI ROY
SUTRADARA       : ACHIEL NASRUN
PRODUSER          : RAMESH KS, MADHU S MATHANI
PRODUKSI           : ANDALAS KENCANA FILM
TAHUN PROD    : 1989
JENIS                     : FILM REMAJA
PEMAIN               : RYAN HIDAYAT, MARGIE DAYANA, MONICA GUNAWAN, ADE GIULIANO, YUNITA YUNIANI, JAMES SAHERTIAN, AGUS ZULKARNAEN

SINOPSIS :
Roy (Ryan Hidayat) adalah ketua senat yang penuh dengan dedikasi. Pada suatu kesempatan, untuk mengurangi jurang antara si kaya dan simiskin dikampusnya, Roy dan kawan-kawan melakukan kegiatan kemah. Sebagai ketua senat, Roy mengkoordinasikan dengan teman-teman tentang keberangkatannya.  Salah satu pesertanya adalah mahasiswi Novi (Margie Dayana) yang merupakan anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup enak.  Novi menarik perhatian sendiri bagi Roy. Hingga di suatu malam didalam perkemahan Roy bercerita pada Tiwi (Monica Gunawan) tentang perasaannya pada Novi. Roy tidak tahu kalau Tiwi sebenarnya diam-diam juga mencintai Roy namun selalu dipendamnya. 

Pada setiap kesempatan, Novi yang sudah menarik perhatian Roy selalu dicari jika tidak ada. Suatu hari, rombongan kemah pergi kesebuah kawah.  Novi yang tidak terbiasa jalan jauh akhirnya berpisah dengan rombongan bersama Iwan (Ade Giuliano). Mengetahui salah satu anggotanya tidak dalam rombongan, akhirnya Roy mencari keberadaan Novi dan Iwan. Ketika menemukan Novi, Roy dan kawan-kawan pun kaget karena Novi jatuh kejurang dan diselamatkan oleh Roy. Roy yang memang sudah menaruh hati pada Novi akhirnya mengungkapkan perasaannya di kebun binatang Ragunan.  Atas dasar balas budi, akhirnya Novi menerima Roy meski dengan setengah hati. Sementara itu, mengetahui Novi jadian sama Roy, temen-temen Novi menertawakannya demikian juga teman-teman Roy juga tidak setuju jika Roy jadian sama Novi yang terkenal matre dan Roy yang terkenal miskin, namun dasar cinta, Roy tidak menghiraukannya.

Akhirnya Novi selingkuh dengan Iwan. Namun perbuatannya diketahui Roy ketika mau mengantarkan surat dari ayahnya yang setelah diketahui sebenarnya adalah atasan dari ayah Novi. Novi pun selalu menghindar dari Roy karena sebenarnya Novi tidak suka pada Roy karena menganggap Roy bukan orang kaya dan tidak akan bisa mengajak ketempat-tempat yang biasa dikunjungi Novi. Mengetahui Novi dan Iwan ada hubungan akhirnya Roy dan Iwan berkelahi. Sementara itu Tiwi yang cintanya bertepuk sebelah tangan akhirnya pergi keluar negeri dan menitipkan kaset untuk Roy dengarkan. Setelah mendengarkan kaset, akhirnya Roy tahu kalau Tiwi suka padanya namun sayang sekali sekarang sudah berada diluar negeri. 

Sementara itu mengetahui hubungan Roy dan Novi tidak terlalu bagus dan menganggap rendah Roy, Suli, temen Novi mendekati Roy.  Namun kedekatan Suli dan Roy diketahui oleh Linda yang segera memberitahukan pada Novi.  Suli dan Roy sering jalan berdua. Ketika sedang berada di café, Roy teringat dengan Tiwi yang suka akan lagu yang sedang di lantunkan oleh penyanyi café tersebut. Tentu saja hal ini tidak disukai oleh Suli. Apalagi ketika Roy curhat tentang Tiwi yang dianggapnya sahabat yang paling baik. Suli pun berniat mengungkapkan perasaanya pada Roy, tapi akhirnya di urungkan ketika Roy malah menanyakan Novi. 

Melihat kedekatan Suli dan Roy apalagi sering jalan berdua, akhirnya membuat Novi cemburu. Novi melabrak Suli untuk tidak dekat-dekat dengan Roy. Namun Suli juga tidak mau kalah karena Novi dianggap sudah putus hubungan dengan Roy dan lebih menyukai Iwan. 

***
Iwan yang masih menaruh dendam pada Roy akhirnya berhasil membalaskan dendamnya pada Roy. Namun perbuatan Iwan diketahui Novi, dan segera menolong Roy. Novi akhirnya tahu siapa Roy. Roy adalah anak dari atasan papa Novi. Diakhir kisah Novi dan Roy balikan lagi menjadi kekasih.

Monday, December 15, 2025

SI ROY, AKIBAT KECELAKAAN SUTING ALUR CERITAPUN DI BELOKKAN

 


SI ROY, AKIBAT KECELAKAAN SUTING ALUR CERITAPUN DI BELOKKAN. PT. Andalas Kencana Film termasuk perusahaan yang cukup produktif menggarap film-film komersial. Awal tahun (1989) lalu menyuguhkann "Si Doi" (Sally Marcellina) yang merupakan epigon "Catatan Si Boy". dan awal 1990 pun menyuguhkan film "Si Roy" yang masih tetap membuntuti cerita "Catatan Si Boy"nya Onky Alexander. 

Sutradara Achiel Nasrun sudah beberapa kali mengarahkan Ryan Hidayat (Lupus 1 Tangkaplah Daku Kau Kujitak, lupus II Makhluk Manis Dalam Bis dan juga Elegi Buat Nana). Jadi kerjasama mereka sudah cukup kompak. Cuma kali ini Ryan bukan jadi siswa SMA yang doyan permen karet, melainkan mahasiswa sederhana yang gemar mendaki gunung. 

Selain Ryan, boleh dibilang para pendukung film ini adalah kaum remaja pendatang baru semua. Margi Dyana yang bertubuh sintal sebagai mahasiswi materealistis, Ade Giuliano sebagai mahasiswa kaya yang bersaing dengan Roy, dan Monica Gunawan sebagai mahasiswi lembut yang diam-diam mencintai Roy. 

Alur cerita boleh dibilang sederhana atau malah gampangan. Sebagai Ketua Senat Mahasiswa, Roy punya ide. Berkemah sambil manjat gunung. Suasana di perkemahan sebenarnya banyak yang bisa di jadikan adegan menarik dan kocak, sayang dilewatkan begitu saja cuma untuk hiruk pikuk.

Saat mendaki ke kawah, Novi terjatuh  ke lembah curam. Iwan yang mengajaknya tak mampu menolong. Tentu saja hanya Roy yang jadi penolong. Sejak saat itulah Novi bersedia meladeni Roy. Tiwi yang lembut diam-diam menyingkir melihat Roy berpacaran dengan Novi. 

Kembali ke Ibukota, Novi mulai menghindari Ro, dan intim lagi dengan Iwan. Akibatnya beberapa kali terjadi baku hantam antara Roy dan Iwan. Padahal Roy yang berpenapilan sederhana sebenarnya anak boss orangtua Novi. Demi menyadari hal ii, Novi pun bersedia pacaran lagi dengan Roy. 

Kalau menurut cerita aslinya, seharusnya Roy menolak Novi dan memilih Tiwi. Sayang sekali tokoh Tiwi tak mungkin muncul lagi karena pemerannya, Monica Gunawan mengalami kecelakaan berat. Mobil yang membawanya terbalik dan terbakar di jalan tol Bogor-Jakarta. Sebagian wajah Monica luka terbakar. Sedangkan beberapa awak (kru film) ini tak tertolong lagi. Karena kefatalan inilah, terpaksa alur cerita di belokkan. Tokoh Tiwi di ceritakan melanjutkan sekolah musik keluar negeri, sedangkan Novi baikan lagi sama Roy. 

~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Feb 1990

Tuesday, August 25, 2026

MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM

 


MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM (berita lawas). Masih ingat kejadian ini? musibah kecelakaan suting film Si Roy?. Jumat, 8 September 1989 tercatat sebagai hari naas bagi PT. Andalas Kencana Film khususnya dan orang film Indonesia umumnya. Siang itu, dalam perjalanan pulang suting dari Bandung, mobil Mitsubishi L 300 yang mengangkut bintang dan karyawan film remaja berjudul "Si Roy" mengalami kecelakaan di jalan tol Jagorawi. Kopel gardan copot, tergesek jalanan aspal sampai meneribitkan percikan api, menyambar tangki bensin, mobil terbalik dan terbakar hangus!. 

Para Korban , tercatat keseluruhannya 8 orang termasuk sopir yang berada didalam kendaraan apes tersebut. mereka adalah Monica Gunawan pemeran utama wanita, Tyas, Taufik, dan Sofyan Alifajar , pemeran pemeran pembantu pria, serta Edi Caroko (property man), Sufekih (Asisten Unit), Matizi (Sopir) dan Bambang Yulianto (Sopir yang menyetir pada waktu itu). 

Para korban langsung di larikan ke RS UKI untuk mendapatkan pertolongan pertama. Barulah dipindahkan ke RSCM. Tapi luka bakar yang kelewat parah membuat lima korban meninggal secara beruntun (Sufekih, Bambang Yulianto, Edi Caroko alias Bagong, Sofyan Alifajar dan Matizi). 

Yang paling ringan keadaannya Tyas. Sesudah lengannya yang patah di gips, ia menjalani perawatan berobat jalan. Sedangkan Taufik di rawat di RS PELNI. 

Yang mengibakan keadaanya justru si pemeran utama wanita, Monica Gunawan. Remaja berusia 18 tahun  yang baru lulus SMA ini pernah menjadi model iklan Fuji, baru pertama kali main film. Modal utamanya tentu saja kecantikan wajahnya. Betapa disayangkan, kalau sampai sebagian wajah cacat luka bakar. Masih terus menjalani perawatan intensif di RS Cikini. 

Selama para korban dirawat yang paling sibuk adalah dua produser Madhu Mahtani dan Ramesh, bersama sang sutradara Achiel Nasrun. Mereka meninggalkan segala urusan kantor, suting dihentikan untuk sementara waktu, ikut berjaga di Rumah Sakit. Mengeluarkan segala biaya untuk pengobatan. 

"Kami sudah berusaha dengan segala daya upaya. Tanpa memperhitungkan segala biaya. Uang masih bisa dicari lagi nanti, yang penting para korban bisa ditolong," sebut Ramesh. "Musibah sudah terjadi begini, kita mau bilang apa? Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa . Tapi rupanya sudah takdir. Tuhan menentukan demikian. 

Segala biaya selama dirawat di Rumah Sakit, sampai ke pemakaman, ditanggung oleh PT. Andalas Kencana Film. Kemudian Ferry Angriawan produser PT. Virgo Putra Film, memprakarsai untuk menghimpun sumbangan bagi rekan-rekan produser, artis dan karyawan film, yang pernah bekerjasama dengan para almarhum. 

Para produser menyumbangkan dari Rp. 1 juta sampai yang terendah Rp. 250.000. Antara lain dari PT. Bola Dunia film, Virgo Putra, Soraya Intercine, Inem, Parkit, Kanta Indah, Pancaran Indra Cine, Nusantara , Rapi dan Garuda. IKutan menyumbang perusahaan rekaman JK Record. Ada lagi produser yang menyumbang atas nama pribadi, Manu Sukmajaya, Hatoek Soebroto, Wiryo Wibowo, Thamrin Lubis, dan Rudy S Senyoto. 

Delapan sutradara yang menyumbang, Ami Priyono, Bobby Sandy, Hengky Solaiman, Bob Chappel, Chaerul Umam, Wim Umbah , Sophan Sophiaan, dan Ali Shahab. Kamerawan Harry Simon, dan Still photograper Ken O Sanjaya. 

Dari barisan artis tercatat penyumbang terbesar adalah keluarga Ade Irawan, dan Onky Alexander, diikuti oleh Meriam Bellina, Barulah tercatat nama seperti Conny Constantia, Didi Petet, Deddy Mizwar, Lanny Marlina, Gatot Teguh Arifianto, Nurul Arifin, Richie Ricardo, Rano Karno, Harry Capri/Camelia Malik, Ade Hashari, Sylvana Herman, Cok Simbara, Leroy Osmani, Ayu Azhari, Advent Bangun, Ira Wibowo dan Sophia Latjuba. 

Disamping artis-artis diatas ada juga artis-artis yang menyumbang ala kadarnya seperti Rima Melati dan Yurike Prastica. Betapapun akhirnya terkumpul dari 49 penyumbang uang sejumlah Rp. 17.200.000,-

Minggu pagi, 24 September 1989 pukul 11.00 bertempat di auditorium walikota Jakarta Pusat, sumbangan tersebut diserahterimakan kepada keluarga korban .

Ny. Supiroh mewakili keluarga Edi Caroko, menerima deposito sebesar Rp. 5 juta dan uang tunai Rp. 550.000.

Ny. Darwati mewakili keluarga Sufekih menerima jumlah uang sama. 

Ny. Nendrarwati mewakili keluarga Bambang Yulianto menerima deposito sebesar Rp. 2,5 juta dan uang tunai Rp. 550. 000.

Lalu, Ny. Nasrifah mewakili keluarga Matizi, menerima sejumlah uang yagn sama dengan keluarga Bambang Yulianto. 

"Sampai sekarang kami sudah mengeluarkan biaya lebih dari Rp. 20 juta terutama untuk biaya pengobatan dirumah sakit", sebut produser Ramesh sambil memperlihatkan setumpuk kuitansi. "Diperkirakan sampai selesai nanti bisa menghabiskan Rp. 50 juta termasuk untuk retake (pengambilan ulang) dari 6 can yang ikut terbakar hangus. 

Untuk sementara suting film "Si Roy " dihentikan dan direncanakan dilanjutkan lagi awal Oktober 1989. 

Menurut sutradara Achiel Nasrun "Bagaimana juga musibah ini ada hikmahnya juga. Motto KFT (Karyawan Film dan Televisi) SEHATI DAN SEPROFESI, bisa dirasakan sekarang tanpa paksaan, dengan kesadaran masing-masing, banyak yang telah bersedia untuk menyumbang keluarga korban!".

Menurut ketentuan KFT,bila ada anggotanya yangmeninggal diberikan sumbangan sebesar Rp. 60.000. Bersyukurlah dengan adanya sumbangan sukarela yang sungguh amat meringankan beban bagi mereka yang ditinggalkan. sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989



Friday, August 28, 2026

KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI

 


KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI, (Berita lawas). Dua tahun lalu (1987), lewat S.K 007/PB.PARFI/1987, pernah dihimbau agar artis-artis yang direkomendir oleh PARFI diasuransikan. Menurut Sekretaris Parfi, Reza Pahlawan, "Sudah pernah dibicarakan dengan Asuransi Timur Jauh. Kemudian diajukan juga usulan ini pada PPFI. Tapi belum ada tanggapan. Konon PPFI masih ingin meminta saran dulu pihak Deppen. Akhirnyaya terlupakan sapai sekaran, "Smpa terjadilah peristiwa naas yang meinmpa korban di awal September kemarin (1989)!. 

Aktor yang dokter dan kolonel Amoroso Katamsi, saat bertemu wartawan , sama-sama melayat pemakaman Tuti Indra Malaon, mengakui "Terjadinya musibah tersebut membuat PARFI berusaha mendorong kembali himbauan untuk mengasuransikan para artisnya!".

Sutradara Buce Malawau yang baru saja merampungkan film kecelakaan kereta api, "Tragedi Bintaro", berpendapat, "Sebenarnya kecelakaan bisa terjadi dimana saja, bukan saja di dalam suting film. Tapi saya setuju sekali pada ide yang dicetuskan oleh Parfi tersebut. Yang penting jangan sampai teledor, karena fatal akibatnya!".

Ditanggapi oleh sutradara Imam Tantowi, yang sedang menyiapkan "Saur Sepuh III, Kembang Gunung Lawu". Di kantor PT. Kanta Indah Film, "Yang terpenting harus selalu ada safety. Misalnya sebelum mengambil adegan salto disediakan kardus secukupnya untuk jatuhnya. Pada saat adegan lompat dari ketinggian ada safety-belt, Untuk adegan melayang ada sling yang sentosa. Asuransi dan santunannya kan hanya untukkeluarga yang ditinggalkan. Yang sudah meninggal tak mungkin hidup kembali. Cuma memang beban yang harus ditanggung produser menjad lebih ringan karena sebagian menjadi tanggungan pihak asuransi. 

Tantowi yang sering membuat film laga, pernah sekali mengalami musibah saat pembuatan film pertamanya "Pasukan Berani Mati". Justru menimpa salah seorang pemain utamanya, Barry Prima. Adegannya Barry melakukan salto dan terjatuh sampai tulang panggulnya patah. Di duga kesalahan pada Barry sendiri yang terlalu memaksakan diri, dan sebenarnya dalam keadaan kurang sehat. Memang seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh PT. Rapi Film, namun bagaimanapun juga tulang panggul Barry sudah menderita cacat. 

"Kecelakan tidak kita minta, safety yang dibutuhkan," ulang Tantowi,. "Asuransi bukan menyelesaikan masalah. Salah satu cara untuk safety misalnya dengan menggunakan kendaraan angkutan ke dan dari lokasi suting. Biasanya dipilih kendaraan yang cenderung murah sewanya. karena berselisih sekitar Rp. 100 rb dengan kendaraan  yang baik. Tapi kalau imbalannya nyawa? Betapa murahnya nyawa orang film kalau begitu!".

Sutradara Abnar Romli yang sedang merampungkan film silat "Pancasona" menambahkan "Diperlukan orang-orang yang profesional untuk menyiapkan sarana sebelum melakukan adegan berbahaya!".

Abnar teringat pengalaman ketika suting film "Six Balax dalam Penculikan Pengantin". Adegannya sang tokoh mengebutkan motor sampai melompati mobil polisi yang menghadangnya. Mungkin karena persiapannya kurang matang, motor yang terbang itu melambung kelewat tinggi. Stuntmannya terjatuh, untung tak sampai cidera berat!".

"Terkadang saya amati mereka kurang memikirkan diri sendiri,"komentar Abnar terhadap para stuntman berani mati itu. 

Dibenarkan oleh Subagyo Samtani, Produser Pelaksana PT. Rapi Film, yang teringat pengalaman saat suting film "Dendam Membara", ingat pada adegan mobil menerjang supermarket? Nah, saya sudah pesan wanti-wanti agar bensin mobil yang digunakan untuk menabrak etalase Supermarket itu diisi seliter saja. Asal cukup untuk jalan. Jangan diisi penuh-penuh, takut kalau terjadi kecelakaan kan bisa terbakar dan meledak. Eh ternyata diisi cukup banyak oleh stuntman Gatot, ketika saya tahu, langsung saya marahi habis-habisan. Untunglah sutingnya berjalan lancar dan selamat!".

Tantowi pun pernah memarahi adiknya sendiri, Eddy, yang menjabat asisten special effect saat suting "Saur Sepuh II, Pesanggrahan Keramat" di hutan lindung Pangadaran. "Dia memanjat pohon beringin tinggi, meniti dahan kecil untuk memasang sling (Kabel kawat) tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Langsung saya suruh turun dan harus memakai safety belt dulu baru melanjutkan kerjanya. Setidaknya kalau sampai tergantung-gantung, tak sampai terbanting!".

Saat suting film silat "Pembalasan Si mata Elang" bintang laga Atut Agustinanto juga mengalami kecelakaan. Tangannya patah karena terjatuh ketika adegan bertarung dengan Advent Bangun. Namun sesudah dirawat oleh "orang panti" yang ahli patah tulang, ia bisa dipulihkan, dan melanjutkan suting kembali dalam waktu relatif singkat.

"Tapi mulai sekarang, Virgo Putra Film mengasuransikan seluruh pemain dan karyawannya, " tegas Ferry Angriawan yang memetik hikmah dari musibah "Si Roy".

Untuk produksi terbarunya "Joe Turun Ke Desa", Ferry  mengasuransikan seluruh pemain dan karyawan pada PT. Asuransi Agung Asia,". "Perusahaan yang membayarkan asuransi sebesar Rp. 52 ribu per orang atau jangka waktu satu tahn." Jadi kalau produksi menggunakan sekitar 50 artis dan karyawan, maka produser menyetorkan Rp. 2,6 juta. Relatif kecil dibandingbiaya produksi rata-rata diatas Rp. 200 juta. 

Dengan pembayaran asuransi tersebut, setiap orang dipertanggungkan nominal Rp. 10 juta. Bila mendapatkan kecelakaan sampai masuk rumah sakit, mendapat penggantian maksimal sebesar Rp. 1 juta. Bila sampai meninggal santunannya sebesar Rp. 10 juta. Bila cacad sampai kehilangan anggota badan, diperhitungkan secara prosentase. Misalnya bila kehilangan sebelah tangan mendapat 20% dari santunan maksimal. Bila kehilangan sebelah mata mendapatkan 40%. Demikian seterusnya, ada perhitungan terperinci masing-masing. 

Chaerul Umam yang sedang menyiapkan "Joe Turun Ke Desa" menyebutkan  tiga unsur, "Pertama, pehatian untuk staf non artistik. Kecelakaan itu sebenarnya terjadi karena kecerobohan manusianya. Mustinya sebelum mengendarai mobil periksa dulu olinya, temperatur dan lain-lainnya, Kedua kendaraan yang dipergunakan mbok ya jangan yang terlalu tua, tidak siap itu. Ketiga asuransi memang belum populer dalam perfilman. Betapapun uang santunannya bisa membantu keluarga yang ditinggalkan. 

Sebagai produser, Ferry Angriawan sebenarnya sudah menyarankan agar selalu memilih kendaraan yang baik untuk sarana angkutan. "Namun bukan tidak mungkin ada pimpinan Unit atau Pimpinan Produksi yang ingin menghemat dengan menyewa kendaraan yang lebih murah. Untuk selanjutnya perlu ditekankan lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan angkutan dan jangan lalai untuk selalu memeriksakan kondisinya sebelum digunakan!".

Nampaknya sesudah musibah "Si Roy", asuransi akan mulai masuk dunia film Termasuk suting kelanjutannya pun kelak mulai diasuransikan. Demikian juga untuk produksi Andalas Kencana mendatang, "Melacak Dendam".sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989


Thursday, January 2, 2025

ROY RAYMOND BINTANG ANTAGONIS


ROY RAYMOND Bintang Antagonis Mantan Preman, begitulah judul dalam sebuah artikel di Majalah Film, atau juga di kenal dengan Raymond Rambing Lahir di Jakarta, 19 Mei 1964 yang besar di Surabaya ini sebelum terjun ke dunia film lelaki berperawakan tinggi besar ini sempat bergaul dengan para preman anak-anak pelabuhan. Kehidupan pelabuhan yang keras memaksanya unjuk kebolehan dalam ilmu bela diri. "Saya hanya membela teman yang mau di keroyok. Tetapi saya bukan mafia" kata Roy Raymon saat diwawancara oleh Majalah Film.

Begitu keras dan sadis ekspresi Roy Raymond di Sinetron laga Deru Debu Part II dan II tayangan SCTV sebagai musuh utama Willy Dozan. Roy mampu membangun konflik dendam hingga mencapai puncak pertarungannya dengan Willy yang sekaligus menyutradarai  sinetron tersebut. Dengan guratan ekspresinya penuh dendam karena sang adik tewas di tembak Willy ketika sedang merampok bank. Roy membalasnya dengan membunuh Betharia Sonatha lewat seorang anak buahnya.

Bukan hanya itu, Roy juga bertekad untuk membunuh Willy tapi disisi lain, Willy juga berjanji untuk membalas dendam atas kematian isterinya yang sedang hamil muda. 

Sebenarnya Roy sudah sejak lama di incar Willy untuk jadi lawan mainnya di sinetron Deru Debu part I. Tapi Roy ketika itu sedang sibuk suting sinetron Si Buta Dari Gua Hantu, hingga dia tidak ikut main mendampingi Yoseph Hungan yang juga mendapat peran antagonis. 

Bagi Roy, sinetron Deru Debu adalah pertemuanhya yang kedua main bersama dengan Willy Dozan setelah film Pusaka Penyebar Maut. Tampil jadi penjahat di film film laga klasik maupun modern, Roy kerap terkena pukulan dan tendangan lawan mainnya. "kecelakaan di lokasi suting seperti jatuh dari sling, terkilir dan luka sudah langganan", Bahkan saya pernah di lempar penonton dengan botol sehingga kepala saya terluka, Masih ada bekas lukanya nih," Tutur Roy yang pernah aktif olahraga ilmu bela diri Karate Kyoksinka (Kala Hitam) di Surabaya. Dia juga menggeluti dunia Kick Boxing dan Tinju. 

Antara tahun 1989 - 1995 Roy aktif sebagai atlet Tinju amatir dan menjuarai beberapa kali turnamen tingkat daerah Jawa Timur dan Nasional. Tahun 1995 dia menjuarai turnamen Panco Se Indonesia. Roy yang sebelum terjun ke film suka nongkrong di pelabuhan di Jawa Timur hingga setelah berapa lama luntang lantung di pelabuhan kapal, dalam satu kesempatan turnamen tinju tahun 1986 di semarang Roy bertemu dengan sutradara Dasri Yacob dan mengajaknya main film eksyen klasik Siluman Clurit Perak. dari situlah Roy terus meriting karir sebagai bintang laga. 

Menekuni dunia film khususnya eksyen yagn beresiko tinggi apalagi Roy mengaku tidak pernah memakai stuntman sekalipun itu adegan paling berbahaya. Masalah resiko bantingan, terkilir, patah tulang, jatuh dan luka udah makanan sehari hari saya di lokasi suting" kata Roy. Termasuk juga ketika dia membintangi film laga klasik Pedang Naga Sakti, Roy terjatuh dari ketinggian karena tali sling putus saat dia meluncur. "Tangan dan kaki saya terkilir. Terpaksa scene ditunda beberapa hari.  

Tampang yang keras juga dilirik beberapa perusahaan untuk jadi bintang iklan di televisi. Keperkasaanya pernah muncul di televisi lewat  iklan rokok Gudang Garam Merah, Sosok Pemuda tangguh melompat ke atas gerbong kereta api yagn sedang berjalan kencang untuk menyelamatkan kereta api dan penumpang dari kecelakaan yang mengerikan karena rel terputus. Selain itu, Roy  juga membintangi iklan minuman Panther dan iklan TV 3 Jepang. 

Sumber : MF No. 282/249 tanggal 5 - 18 April 1997

Saturday, August 15, 2026

SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG

 


SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG (sinetron lawas). Cerita dengan set mahal,mengangkt problema orang 'atas' menjadi trend dan digemari penonton televisi. Terbukti sinetron yang menjual mimpi macam Benagn Emas, Halimun, Bunga-Bunga Kehidupan, Pengantin Lari mendapat rating tinggi. Bahkan Benang Emas yang dibintangi Dede Yusur dan Ayu Azhari mencapai angka 52. Angka yang fantastis tentunya. Karenanya, stasiun RCTI dengan gagah berani menayangkan ulang sinetron yang di produksi 26 episode ini. 

Mencoba menyusul sukses Benang Emas, Multivision Plus production house yang paling produktif ini kembali memproduksi sinetron-sinetron dengan cerita yang lagi-lagi menjual mimpi indah. Kali ini Bella Vista (BV). 

Bella Vista, ceritanya ditulis oleh Nasri Cheppy yagn sekaligus bertindak sebagai sutradara , dan kali ini, sutradara yang namanya mengorbit setelah mengarap film laris Catatan Si Boy. "Pada dasarnya masyarakat kita senang mimpi, buktinya sinetron yang menjual mimpi, yang menceritakan kesusahan atau problematika 'orang atas' selalu digemari. Apalagi kalau kita tampilkan intrik-intriknya, " kata sutradara yang juga penulis cerita Benagn Emas ini.

Menurut Cheppy sebenarnya ia ingin menggarap sinetron yang menceritakan problematika masyarakat kebanyakan atau yang bawah sekalian. Tapi ketika mau memulai, ia selalu dihantui rasa takut tidak ditonton. 

"Buat apa menghadirkan sinetron yang tidak akan ditonton. Sekarang saya harus realistis dalam berkesenian, Karena kalau nggak realistis, kreatifitas saya sebagai seniman bisa mandul, " ujarnya. 

Karena untuk mendukung cerita yang ditulisnya, Chepy sekarang memilih pemain yang sudah mapan dan namanya bisa jadi jaminan. Dan di BV, Cheppy menghadirkan aktor-aktor mapan seperti Dwi Yan, August Melasz, Ira Wibowo, Fuad Baraja, Ryan Hidayat, dan Roy Marten. Malah untuk Roy, Chepy telah mampu meyakinkan Roy agar menggunakan vokal sendiri untuk sinetron kali ini. 

Selama ini yang menjadi problem besar mantan aktor idola remaja film Indonesia 1980an ini adalah vokal, dimana ia selalu menyerahkan kepada dubber. Kini, ia diminta mengisi suara sendiri. 

"Chepy lah yang meyakinkan saya, kalau vokal saya yang jelek ini tidak akan jadi masalah besar. Untuk itu saya ingin mencobanya, siapa tahu kehadiran saya akan mendapat tempat di hati pemirsa televisi, "ujar Roy Marten. 

Bella Vista adalah nama sebuah perusahaan dari naam kelompok perusahaan milik Benni Latin (Roy Marten), nnama BV diambil dari gabungan benni Latin dan istrinya Vivi Tamiya (Ira Wibowo).

Cerita dimulai ketika Benny Latin merindukan kehadiran seorang anak dari istrinya, tapi keinginan itu hanya jadi mimpi, karena menurut dokter, istrinya tidak boleh hamil. Karena dari hasil pemeriksaan terrnyata sang istri mengidap penyakit yang membahayakan jiwanya. Dokter minta pengertian kepada Benny agar mau menggugurkan kandungan istrinya saking kepinginny punya anak. Akhirnya walau kata dokter Vivi akan meninggal apabila melahirkan, ternyata diagnosa dokter meleset. Vivi melahirkan anak perempuan dengan selamat dan diberi nama Bella Tamiya. 

Setelah melahirkan Vivi mengalami kelumpuhan total dan membuatnya berbaring ditempat untuk selamanya. Kelumpuhan Vivi membuat Benni kehilangan semangat kerja dan hal ini membuat Vivi merasa kasihan dan menyuruh suaminya untuk kawin lagi. 

Kemudian Benni menuruti perintaan istrinya dan menikah dengan sekretarisnya yang bernama Lydia (Angel Ibrahim). Lydia mau menikah dengan Benni lantaran ia tidak pernah bahagia selama kumpul serumah dengan Roy (August Melasz), karena Roy tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan menikahnya Lydia dengan Benni membuat Roy dendam dan berusaha menghancurkan bisnis Benni. 

Setelah setahun menikah pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yagn diberi nama Andre (Ryan Hidayat). Dan ternyata Andre bukan anak kandung Benni melainkan hasil hubungan gelap dengan Roy. Dan setelah melahirkan, ternyata Lydia sakit dan mengharuskan dirinya istirahat total. Dan sakitnya Lydia tentu membuat posisi sekretaris kosong, kemudian Lydia menyarankan agar Benni mencari sekretaris baru dan harus laki-laki. 

Dari hasil testing ternata terpilihlah Roy yang tidak lain mantan pacar Lydia. Karena kecerdasan dan kelincahannya membuat Benni menaruh simpatik pada Roy. 

Suatu hari Lydia berkunjung ke kantor suaminya, dan terkejutlah ketika ia tahu kalau sekretaris yang di puji-puji suaminya selama ini adalah mantan pacarnya. 

Walau Benni sudah berusaha baik, tidak melunturkan dendam pada Benni yang telah merebut kekasihnya. Dan Roy berusaha keras untuk menghancurkan usaha Benni. Andre tumbuh dewasa dengan penampilan yang ugal-ugalan dengan rambut gondrong dan anting di telinga. Penampilan Andre yagn urakan dimanfaatkan oleh Roy untuk menjembatani dendamnya. Bagaimana kelanjutannya? Seru kaaaan? ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Wednesday, October 22, 2025

MAT PELOR, JAWARA BETAWI JADI OPAS

 


MAT PELOR  Jarang terjadi dalam dunia perfilman seorang sutradara merangkap juga menjadi penata ilustrasi musik filmnya. Namun tak perlu heran kalau sang sutradara adalah seorang biduan populer seperti Rachmat Kartolo!. 

Memang setelah melejit lewat lagu "Patah Hati"nya di tahun 60an. Rachmat juga pernah laris diajak main film Kebanyakan filmnya bertema melodrama, namun Wim Umboh justru memasangnya sebagai sinyo Betawi yang pintar bergitar dalam film silat "Matjan kemajoran" (1965).

Sejak tahun 1978, Rachmat menjajal menyutradarai film silat "Tengkorak Hitam". Setelah cukup lama absen dari kegiatan film Rachmat dipercaya duo produser Johny Pandega - A Fuk untuk mengarahkan "Mat Pelor" yang cerita dan skenarionya juga ditulis sendiri. 

Diperan utamai oleh Advent Bangun sebagai Jawara kebal peluru di dukung sebarisan pemain seperti Dolly Marten, Jeffry Sani, Hendra Cipta, Arman Effendy, Aznah Hamid, Yani Achbari, Sherly Sharita, Tien Kadaryono Urip Arphan dan Roy Karyadi sebagai Schout Jansen. 

Mat Pelor yang biasa dipanggil si Mamat, adalah anak angkat Haji Ramdani. Berkat ketekunannyaia bisa menguasai ilmu kebal peluru. Bahkan ilmu silatnya lebih tinggi daripada si Idup anak kandung H Ramdani. 

Kalau Mamat berpacaran dengan Isa, maka sahabatnya, Abas hendak mengawini Mumun. Namun gara-gara nunggak blasting (pajak), semua kambing Abas disita Demang Sanip. Bukan itu saja, iapun dijadikan pekerja rodi. Sanip memang biang keladi penjilat Schout Jansen. Menindas rakyat dengan mengatasnamakan kompeni Belanda. 

Si Idup dan tiga perampok menyatroni rumah Jansen. Tapi muncul Mamat melabrak mereka. Jasanya membuat Mamat diangkat jadi Opas sekaligus pengawal Pribadi Jansen. Kendati Ayah-ibu angkatnya dan orang kampung ak menyukai hal ini, namun mamat tak peduli. 

Sanip kepergok memperko sa Amoy yang dicintai Jansen. Akibatnya ia di siksa oleh penggantinya Mandor Napis. Huru Hara terjadi karena pemberontakan pekerja rodi yang dipimpin si Idup. Opas Mamat ditugasi menaklukkan mereka. 

Saat Mamat membawa tawanan, termasuk Idup dan Abas, muncul jawara bertopeng mencegatnya, ilmunya kelewat luar biasa, hingga Mamat keteter. Melihat ini Idup pun mencopot belenggunya untuk membantu sang abang angkat. Apakah kerjasama mereka mampu mengungguli si topeng. Siapa sebenarnya jawara bertopeng tersebut? 

Yang sudah nonton tentu tahu ya jawabnya. 


Thursday, June 20, 2024

DAFTAR PEMENANG FESTIVAL FILM INDONESIA 1977

 


Berikut Daftar Pemenang Festival Film Indonesia Tahun 1977

PIALA CITRA

Film Cerita  : Tidak Ada

Film Non Cerita  : Kasodo

Penyutradaraan : Sjumandjaja(Si Doel Anak Modern)

Skenario  : Sjumandjaja (Si Doel Anak Modern)

Pemeran Utama Pria : Benyamin S (Si Doel Anak Modern)

Pemeran Utama Wanita : Christine Hakim (Sesuatu Yang Indah)

Pemeran Pembantu Pria : Rachmat Hidayat (Apa Salahku)

Pemeran Pembantu Wanita : Widyawati (One Way Ticket/Semoga Kau Kembali)

Penyuntingan : Wim Umboh (Sesuatu Yang Indah)

Tata Kamera : H. Sjamsudin Jusuf (Ateng Sok Tau)

Tata Musik : Idris Sardi (Sesuatu Yang Indah)

Tata Artistik : H. Suyono (Mustika Ibu)


HADIAH-HADIAH KHUSUS 

Plakat H. USMAR ISMAIL untuk Sutradara Muda Yang Punya Harapan : Ismail Soebardjo (Remaja 76)

Plakat DJAMALUDIN MALIK untuk pemain muda Penuh Harapan : Roy Marten (Sesuatu Yang Indah)

Piala PWI JAYA untuk Pemain Anak Anak : Bagus Santoso (Mustika Ibu)

Piala Majalah TEMPO untuk film Dokumenter Sejarah : Ki Hajar Dewantara

Piala-Piala Akademi Sinematografi LPKJ Untuk Tata Musik Ke II : Sjaiful Bahri (Wulan Di Sarang Penculik)

Penyuntingan Terbaik ke II : Janis Badar (Si Doel Anak Modern)

Tata Kamera ke II : F.E.S Tarigan (Si Doel Anak Modern)

Tata Artistik Ke II : Rieska Ristendi (Ranjang Siang Ranjang Malam)

Piala H. ANTEMAS untuk film laris 1976-1977 : ATENG SOK TAU

Tuesday, February 19, 2019

MENGENANG KEJAYAAN SINETRON TAHUN 90an Bagian 1

Vonis Kepagian : Sinetron Drama Lepas Terbaik FSI 1996
Sinetron atau Sinema Elektronika merupakan program yang tayang di televisi, dan biasanya ditayangkan secara bersambung meski ada juga sinetron lepas yang sekali tayang seperti pada awal kemunculannya, di TVRI pernah di tayangkan sepekan Sinetron yang kesemuanya adalah sinetron lepas yang di tayangkan sekali tayang tamat. Sinetron mulai menggeliat di tahun 90an ketika RCTI berdiri tahun 1989 kemudian di susul stasiun tivi swasta lainnya seperti SCTV,  ANTV, TPI dan Indosiar yang merupakan stasiun stasiun TV swasta Indonesia yang boleh di bilang sebagai stasiun TV swasta yang muncul di tahun 90an. Sepinya perfilman Indonesia pada tahun 90an ditandai dengan FFI terakhir tahun 1992 sebelum akhirnya tidak ada penghargaan Film Indonesia lagi melalui FFI dan kemudian hidup kembali pada tahun 2004. Melihat kondisi perfilman yang lesu dan di dominasi oleh film-film bertema esek esek dan melihat peluang di TV swasta maka mulai menjamur sinetron-sinetron yang di produksi untuk kalangan TV swasta.

Tahun 90an banyak sekali sinetron-sinetron yang tayang di TV swasta dengan waktu tayang rata-rata 1 minggu sekali meskipun ada juga yang tayang dari senin hingga jumat pada jam tertentu. Pada tahun 90an boleh di bilang merupakan puncak terbaiknya sinetron-sinetron Indonesia dengan jalan cerita dan tema yang berbeda namun menghadirkan akting-akting bintang-bintang topnya. Daya tarik dari sinetron 90an adalah pemerannya yang kebanyakan merupakan aktor maupun aktris film meskipun ada juga yang memang di besarkan dari sinetron, namun aktingnya jagoan dan total. Sebut saja nama-nama seperti Roy Marten, Rudy Salam, Robby Sugara, Yati Octavia, Ayu Azhari, Cok SImbara, Bella Esperance Lee, Desy Ratnasari, kemudian bintang-bintang muda seperti Tamara Blezinsky, Anjasmara, Adipura, Dina Lorenza, Adam Jordan, Novia Ardana, Raslina Rasyidin, dan masih banyak lagi, juga sosok-sosok keibuan seperti Cintya Maramis, Angel Ibrahim turut mewarnai persinetronan Indonesia.  Banyak sekali bintang-bintang sinetron yang memang sangat bagus aktingnya. Bahkan Christine Hakim pun akhirnya bermain dalam sebuah sinetron Bukan Perempuan Biasa, selain juga aktor Sophan Sophian dan Widyawati turut meramaikan sinetron kala itu.

Sinetron drama dan juga laga merupakan sinetron yang di produksi kala itu. Sebut saja Mutiara Cinta, Tirai Kasih Yang Terkoyak, Tirai Cinta, Serenada Biru, Anak Menteng, Bella Vista, Sangrilla, Noktah Merah Perkawinan, Tersanjung, Simphony Dua Hati, Untukmu Segalanya, Bidadari yang terluka, Saat memberi saat menerima, di sinetron laga ada Singgasana Brama Kumbara, Kaca Benggala, Perawan Lembah Wilis, Naga Sasra Sabuk Inten, sementara komedi hantu-hantuan ada Si manis Jembatan Ancol, Mariam Si Manis Jembatan Ancol, Moody Juragan Kost,  Hantu Sok usil. Bahkan ada sinetron yang hingga saat ini masih di tayang ulang yaitu Si Doel Anak Sekolahan, juga merupakan sinetron tahun 90an pada awalnya. Di samping itu juga ada sinetron sinetron lepas yang sekali tayang tamat.  Kalau di TPI kita mengenal Balada Dangdut, sinetron lepas yang tayang sesuai dengan tema lagu yang di jadikan soundtracknya, kemudian di ANTV ada sinetron lepas seperti Vonis Kepagian, Si Luet, Norma, Suami kesepian dan lain-lain. Lantas sinetron apa saja sih yang melekat di hati pembaca? Banyak Banget kan yang tidak saya sebutkan?

Kejayaan sinetron dapat di buktikan dengan adanya penghargaan dalam dunia sinetron melalui Festival Sinetron Indonesia (FSI) yang di beri nama Piala Vidia, berbeda dengan Festival Film Indonesia Pialanya namanya Piala Citra. Pada awal penghargaan, peraih Piala Vidia tentu merupakan aktor dan aktris serta dengan sinetron yang memang benar-benar bagus. Fetival Sinetron Indonesia di gelar pertama kali pada tahun 1994 di JCC. Berikut adalah daftar sinetron Terbaik FSI sebagaimana di kutip dari Wikipedia.

1. FSI 1994 Sinetron Terbaik - Salah Asuhan
2. FSI 1995 Sinetron Terbaik - Menghitung Hari
3. FSI 1996 Sinetron Terbaik - Vonis Kepagian
4. FSI 1997 Sinetron Terbaik - Sepanjang Jalan Kenangan
5. FSI 1998 Sinetron Terbaik - Mencari Pelangi

Setelah 1998 praktis FSI sudah tidak di gelar lagi.


Yuk kita nostalgia dengan beberapa sinetron berikut ini.
VCD Sinetron Mutiara Cinta

1. Mutiara Cinta (Pernah Rilis VCDnya)

Mutiara Cinta Tayang di RCTI pada tahun 1995 hingga 1996 di bintangi oleh drg Fadly, Ira Wibowo, Anjasmara, Rudi Wowor, Yati Octavia, Adji Massaid, Dina Lorenza, Cindy Fatikasari

Sinetron Mutiara Cinta Tayang di RCTI bercerita tentang  ketabahan, kesetiaan dan pengorbanan seorang wanita berhati emas. Rima, wanita berhati emas itu, tengah hamil muda ketika diculik Handoyo. Handoyo adalah musuh besar Rahmat, suami Rima. Kehamilan Rima yang sudah lama ditunggu-tunggu itu belum diketahui suaminya ketika penculikan terjadi.
Sebulan kemudian, setelah bebas dari Handoyo, Rima mencoba kembali kepada suaminya. Tetapi usahanya sia-sia karena Rahmat telah menikah dengan Vera, atas anjuran Tami, adik Rahmat, yang memang sejak mula tak menyetujui pernikahan Rahmat dengan Rima karena perbedaan status sosial. Bahkan Tami juga yang terus-menerus memfitnah Rima dan meracuni hati abangnya agar percaya bahwa Rima telah lari dengan laki-laki lain, bukan diculik.

Selanjutnya Rima berupaya menghidupi dirinya dengan bekerja di sebuah perusahaan. Ketika Rima melahirkan, Rima menghadapi kesulitan keuangan. Dengan berat hati Rima terpaksa meminta bantuan Handoyo, musuh mantan suaminya. Hutang itu terus bertambah ketika Arry, anaknya itu, sakit dan harus dioperasi. Pinjaman uang dari Handoyo dicicilnya bertahun-tahun, tanpa mau tunduk pada kemauan Handoyo yang mau menikahinya.

Kisah berlanjut dengan beragam konflik. Percintaan Arry dengan Monika, persaingan Arry dan Romi yang bersepupu, penyelewengan Vera dengan Surya, keterlibatan Siska dengan narkotika, balas dendam Romi atas kematian Siska dan sebagainya.
Pada akhirnya, Rahmat sadar bahwa dia telah menjadi korban keculasan Tami dan Vera. Dia menyadari bahwa Rima tidak bersalah dan Arry memang anaknya, dia telah menyia-nyiakan istrinya yang setia dan berhati mulia. Tapi usaha untuk kembali pada Rima, ternyata tidak mudah. Arry tak mau menerimanya, bahkan membencinya. Siska, anaknya dari Vera, mencoba menghalanginya dibantu oleh Romi.

Cerita menjadi semakin mencekam ketika serangkaian tindak kekerasan terjadi beruntun. Siska yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh narkotika, menjadi korban kekejaman Freddy - anak Handoyo. Romi menuntut balas dengan membunuh Freddy, tetapi akibatnya dia harus mendekam di penjara. Handoyo balik balas dendam, dan memperalat Surya - kekasih gelap Vera - untuk membunuh Romi.

Kekerasan demi kekerasan, intrik-intrik, persekongkolan dan pembalasan dendam semakin memuncak. Namun, akhirnya, kejahatan selalu mendapat balasan yang setimpal. Tami, Vera, Handoyo, Romi dan Surya satu per satu menjadi korban, sedangkan Rima, Rahmat dan Arry kembali sebagai keluarga yang utuh, dilengkapi dengan Monika kekasih Arry

VCD Tirai Kasih yang terkoyak dan Mutiara Cinta
2. Tirai kasih Yang Terkoyak (Pernah Rilis VCDnya)

Tirai Kasih Yang Terkoyak tayang di  RCTI tahun 1997 dengan di bintangi oleh Bella esperance, Sultan Djorgi, Rudi Wowor, Teguh Julianto, Inneke Koesherawati, Anjasmara, Asrul Zulmi, dll,

Sinetron ini diawali dengan cerita  Kemala, seorang pramugari yang hidupnya hancur lebur dan masuk rumah sakit jiwa yang dikelola Dokter Leo setelah diperkosa oleh Dion. Dion sendiri merupakan preman yang sering berkeliaran di jalanan menuju rumah Kemala. Setiap harinya, Dion menghabiskan waktu di tempat remang-remang bersama Om Kusno yang pertemuannya diawali dari Om Kusno yang sering berhutang belasan botol bir yang diminumnya. Karier serta cita-citanya yang ingin menikah dengan seorang pengusaha bernama Harry, sirna. Diperparah dengan Kemala yang hamil anak dari Dion, yang diketahui buron setelah polisi menangkapnya pascakasus pemerkosaan itu.

Satria, nama anak Kemala dari hubungan gelapnya dengan Dion, justru tumbuh menjadi anak yang pemberani namun hormat kepada ibunya. Meski banyak rintangan, namun Satria tidak pernah menyerah dan rela berkorban. Satria, ketika saat masih bayi, diasuh oleh seorang petugas Rumah Sakit Jiwa tempat Kemala dirawat. Petugas itu bernama Pak Ridwan yang juga pernah dirawat disana, dan beliau mengabdi hingga akhir hayatnya. Pak Ridwan juga yang memberi nama Satria. Selama dalam asuhan Pak Ridwan, Satria tinggal bersamanya. Setelah Pak Ridwan meninggal, Satria kemudian diasuh oleh Bu Titik dan anaknya, Ningsih. Dengan asuhan Pak Ridwan yang bijak, Satria juga tumbuh menjadi anak yang baik. Satria kemudian dibiayai kuliah dan jenjang kariernya oleh Heru, adik dari Harry, yang merupakan mantan kekasih Kemala, sebagai penebus kesalahan terhadap Kemala yang hancur secara psikologis. Sebelumnya, Satria sewaktu kecil bekerja pada seorang Pengusaha bernama Pak Yacob. Dewi yang merupakan anak dari Pak Yacob, sangat perduli terhadap Satria.

Tumbuh dewasa, Satria tinggal di rumah Pak Ridwan, setelah rumah yang dikontrakannya untuk membiayai ibunya selama dirawat di rumah sakit telah selesai. Secara tidak sengaja, Satria kembali bertemu dengan Dewi disaat ia menjadi korban pencopetan. Meski menaruh hati kepada Satria, Dewi justru dijodohkan oleh ayahnya, dengan Gerry yang merupakan anak angkat Kevin Jones. Ini dilakukan sebagai jalinan mitra bisnis antara Pak Yacob dan Kevin Jones, dimana Pak Yacob bersama Peter, asisten pribadi Yacob, menandatangani kerjasama kontrak dengan Kevin Jones.
Belum usai disitu. Dion kembali muncul, dengan nama Kevin Jones. Kevin Jones merupakan nama baru setelah wajah dan pita suaranya dioperasi untuk menyamarkan hasil kejahatannya. Ia memiliki anak angkat bernama Gerry, dengan watak dan sifat yang sama seperti Dion masih muda. Gerry sendiri pernah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap Tanti, anak dari Harry, yang merupakan mantan kekasih Kemala

Noktah merah Perkawinan
3. Noktah Merah Perkawinan

Sinetron Noktah Merah Perkawinan Tayang sekitar tahun 1996 dan berlanjut hingga session 3. Sinetron ini Tayang di Indosiar. Sinetron ini pada awalnya dibintangi oleh Ayu Azhari, Cok Simbara, Perdana Batangtaris, Niken Ayu, Dina Lorenza, Abizar, Teddy Syah, Mien Brodjo, Mang Udel, Hengky Tornando, Kiki Fatmala, Berliana Febrianti dll

Sinetron ini bercerita tentang 
Rumah tangga Priambodo (Cok Simbara) dan Ambarwati (Ayu Azhari) guncang akibat campur tangan orang luar. Terutama Pupung (Teddy Syah) dan Ny. Sugondo, adik dan ibu Ambar yang suka merongrong keuangan keluarga mereka. Sebetulnya tidak masalah, seandainya perusahaan Priambodo tidak mengalami kemunduran.
Kesulitan keuangan membuat Ambar memutuskan bekerja lagi jadi model, profesi yang ditinggalkannya setelah menikah. Keputusan itu ditentang oleh suaminya dengan alasan anak-anak mereka, Bagas (Perdana Batangtaris) dan Ayu (Niken Ayu). Konflik antara Priambodo dan Ambar tidak akan meruncing kalau saja ibu-ibu mereka tidak ikut campur. Sayang, kedua ibu terlalu terlibat, sehingga perkawinan Priambodo dan Ambar kandas.
Priambodo kemudian menikah lagi dengan Yulinar (Berliana Febrianti). Namun Priambodo dan Ambar masih saling mencintai. Mereka berpisah karena situasi, bukan lantaran tak cinta lagi. Priambodo, Ambar, dan Yulinar, karakter dengan kekhasan masing-masing. Ambar digambarkan sebagai perempuan tegas dan tak mau mengalah. Priambodo pria yang tidak tegas. Sifat itulah yang menjadi biang keladi konflik sinetron ini. Sedang Yulinar tipe perempuan yang nrimo tapi dalam hati tak bisa menerima suaminya masih cinta pada mantan istrinya.

Tersanjung
4. Tersanjung

Sinetron Tersanjung Tayang Pertama di Indosiar pada Tahun 1998 dengan dibintangi oleh Lulu Tobing, Ari Wibowo, Yati Octavia, Anwar Fuadi, Reynold Surbakti dan sederetan bintang beken lainnya.  Sinetron tersanjung di buat bersession session sampai gonta ganti pemain hehe udah kayak teleee novelaa banget hehe. ceritanya gak habis habis namun saya sih tetap suka sama sssion pertama yang dibintangi lulu Tobing.

Tersanjung bercerita tentang Indah seorang gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh keluarga Kadir, pamannya. Indah bekerja di usaha percetakan membantu pamannya. Suatu hari Indah berkenalan dengan Boby yang merupakan salah seorang pelanggan. Lambat laun dari perkenalan itu tumbuh ketertarikan antara Indah dan Boby. Indah yang masih lugu terbuai oleh rayuan Boby hingga akhirnya dia hamil. Retno, istri Kadir yang mengetahui Indah hamil kemudian mengusirnya. Kadir dan Ratih putrinya sudah berusaha mencegah namun tidak berhasil.

Berbagai intrik dibuat agar penonton gemas.


Doaku Harapanku
5. Doaku Harapanku

Sinetron Doaku Harapanku boleh di bilang sebagai sinetron religi yang pertama yang di tayangkan setiap bulan puasa sebelum diikuti sinetron-sinetron lain sebagai sinetron Ramadhan. Doaku Harapanku di bintangi oleh Krisdayanti, Leily Sagita, Dicky Wahyudi, Sinetron ini Tayang di RCTI.

Sinetron ini bercerita tentang Anisa (Krisdayanti) Anisa memiliki suami bernama Andika (Dicky Wahyudi) yang sangat mencintainya. Sebaliknya, ibu tiri Andika, Lela (Leily Sagita), justru membenci dan memusuhi Anisa. Ia takut Anisa akan mengambil seluruh harta kekayaan Andika. Penderitaan Anisa memuncak ketika Andika mengalami kecelakaan dan dikira meninggal dunia. Ternyata, Andika masih hidup, namun mengalami amnesia atau hilang ingatan.

Tentu saja intrik dalam sinetron ini dibuat agar emosi penonton terbangun, Leily Sagita sangat pas memerankan tokoh antagonis di sinetron ini.


Bagaimana dengan sinetron lain? Next......... bersambung ke Bagian 2yaa