SUTING FILM KRISTAL-KRISTAL CINTA. Kristal-kristal Cinta film garapan Wim Umboh. Sesuai dengan judul ceritanya, sudah barang tentu berkisar tentang cinta. Kebanyakan film garapan Wim selalu bertutur masalah cinta. Ingat saja film macam Pengantin Remaja (1971), Pengantin Pantai Biru (84), Serpihan Mutiara Retak (85), Secawan Anggur Kebimbangan (86) atau Adikku Kekasihku (89) dan masih banyak lagi.
Dalam film "Kristal-Kristal Cinta", Wim mencoba mempertemukan bintang film yang sedang naik daun Onky Alexander dan pendaang baru Anna Valiana Aprilini.
Sutingnya lebih dari 3 bulan diantaranya di Yogya. Selebihnya di Jakarta. Pada 5 Januari 1990 seharusnya kontrak bintang dan karyawannya sudah selesai, tapi Wim belum menyelesaikan suting. "Sekali ini Oom Wim memang agak kedodoran . Seharusnya kami sudah rampung sekitar Awal Desember 1989 lalu, " kata salah seorang kru. Kenapa? Ya, banyaklah hambatannya. Pemain utama wanita kami sakit tiga minggu, Belum lagi keterlambatan suting karena ulah pemain, katanya lebih lanjut. "Lebih-lebih pendatang baru yang satu itu, Rupanya dia belum bisa menyesuaikan diri kerja di film", kata seorang kru lain.
Wim Umboh sendiri memaklumi penemuan barunya itu. Sebagai orang baru dia mungkin belum memahami betul cara kerja orang film. Belum menjiwai pekerjaan ini, kata Wim Umboh. Selama suting emosi Wim nampak selalu meledak-ledak. Tak jarang seorang pemain di bentaknya. "Dia sih memang begitu, " kata salah seorang kru seolah membela.
Onky Alexander menilai mungkin lawan mainnya itu belum total di film. "Bisa main film, jadi enggapun ya tidak apa-apa," paparnya.
Onky dalam film ini justru di kenal sangat disiplin. Hampir semua kru mengacungkan jempol buatnya. "Wah dalam film ini Onky betul-betul menyenangkan. Kami tidak pernah dibuat susah, " kata Inge penata busana.
Hari-hari terakhir suting Kristal Kristal Cinta di lakukan di sebuah rumah mewah di kawasan Cinere Jakarta Selatan. Rumah milik Tommy ini diangkat dengan sebuah kolam renang mini, tanaman hias dan bunga-bungaan Kamarnya besar-besar lengkap dengan segala macam perabotan mutakhir. Belakangan ini rumah tersebut semakin sering digunakan oleh orang film. Nyaris tidak putus-putusnya. Selesai satu film disusul film lainnya.
Pada Januari 1990, misalnya disaat Wim Umboh break suting sehari, langsung di serobot oleh Tiga Sinar Mutiara Film yang sedang menggarap Catat Namaku Rintan yang kemudian berganti judul Cinta Punya Mau.
Cerita dari film ini adalah : Bomantara (Onky Alexander) teman kuliah Karina (Anna Valiana). Selesai kuliah mereka melanjutkan hidup berumah tangga. Boma kemudian dipercaya menduduki jabatan penting dalam perusahaan milik orang tua Karina. Jadilah keluarga muda ini hidup berkecukupan, tenteram dan bahagia, tapi kebahagiaan berakhir di tengah jalan. Karina ketahuan mengidap penyakit kanker darah. Jiwanya tak tertolong.
Saat-saat terakhir sebelum di panggil menghadap Tuhan YME, Karina sempat merelakan Boma menikah lagi dengan perempuan lain. Tiara namanya. Pada saat kritis dan sangan mengharukan seperti itu barulah terungkap bahwa Tiara sebenarnya adik kembar Karina yang sengaja di pisah sejak bayi. Pasalnya karena hari lahir Karina dan Tiara persis sama dengan hari lahir ibunya. Tiara dititipkan pada Sopir ayah (WD Mochtar).
Apa yang ingin disampaikan lewat film ini oleh Oom Wim? "Hidup ini kan penuh persaudaraan, Kita kita ini pada dasarnya kan saudara. Perlu saling kasih mengasihi, itu saja, " jelas Wim Umboh
~MF 093/61 Th VI, 20 Jan - 2 Feb 1990







