Saturday, August 8, 2026

YURIKE PRASTICA, TIDAK BERBUGIL LAGI

 


YURIKE PRASTICA, TIDAK BERBUGIL LAGI (berita lawas). Sejak Yurike Prastica melahirkan putri pertama, medio tahun 1991 lalu, praktis kegiatan keartisan ditinggalkan. Akibatnya selama setahun setengah, Yurika tak membintangi film. Lahirnya buah hati, tidak hanya melengkapkan eksistensi Yuri sebagai wanita, dampak lannya kini lebih banyak melakukan perenungan atas apa yang pernah dirambahnya di film. 

Ia menggelengkan kepala tatkala memutar ulang kembali awal debutnya di film, artis seronok, demikian pers menyebutnya. Juta mata pria memakan kembali air liurnya, menyaksikan kemolekan dan lekukan tubuh Yuri nan aduhai itu. Lihat saja tahun 1987, dua film yang dibintanginya, Pembalasan Ratu laut Selatan dan Akibat Terlalu Genit sempat ditarik dari peredaran. Sebab dianggap film yang mengeksploitasi seks.

Kini, Yuri meski masih ceplas ceplos kalau ngomong, namun dalam berdandan ia lebih feminin. "saya telah tua. Tidak saatnya lagi buat saya berbuka-buka. Buat apa sih begituan terus. Kan masih ada yang muda-muda, lebih berani dan lebih seksi, "kata bintang kelahiran Bandung 25 Juni 1968 ini. 

Justru itu debutnya kembali ke dunia akting melakoni Mei Shin dalam sinetron Mahkota Mayangkara tayangan TPI medio 1992 ini, Yuri lebih banyak mempermainkan eksresi; inner action. "Itulah beda dulu dari sekarang, kalau dulu saya lebih banyak melakoni diri sendiri, tapi sekarang yang dilakoni begitu jauh dari dri saya,"katanya sembari membuktikan dirinya dengan kondisi membandingkan lakonnya sbagai orangtua dalam Mahkota Mayangkara. Selepas suting Mahkota Mayangkara, Parkit Film kemudian menaksirnya untuk membintangi film Plintat Plintut, dalam film komedi situasi ini Yasman Yazid menuntut lebih supaya mempermainkan ekspresinya. Kemudian datang pula todongan agar bersedia menandatangani kontrak sinetron drama komedi Ada Ada Saja. Buat tayangan RCTI sebanyak 40 episode. "Ini bukan keterpaksaan karena film sepi tapi juga untuk melatih diri, ujarnya bernada klise. 

"Toh Film dan sinetron tak jauh berbeda, "kilahnya sembari menarik rokok kretek filter. 

Bukan rahasia umum kalau dunia film bagi artis tidak selamanya bisa menjadi jaminan masa depan. 

Maka beberapa bisnis berbagai bidang digeluti Yuri. Namun, Yuri tetap saja terdampar ke bisnis sinetron. Apalagi bisnis yang satu ini lagi ngetrand dikalangan artis. Tiga bulan setelah usai bersalin, Yuri langsung bergelut dengan bisnis sinetron. Lalu iapun menggabungkan diri dengan PT. Impro Perkasa, memegang jabatan eksekutif produser. 

Kepenatan, perhitungan, strategi dan tenggangrasa selalu dihadapinya sebagai sosok eksekutif produser. 

"Selama ini saya tahu beres, yang penting bisa berlakon baik, tapi menjadi eksekutif Produser banak banget memusingkan kepala, "katanya. Apa yang dilakukannya di bisnis sinetron belum terlalu banyak, namun sempat menelorkan dua sinetron tayangan RCTI yaitu Duri-Duri Cinta dan Selubung Tirai Putih. 

Ketika belum berkutat di bisnis sinetron badannya cukup sintal, sekarang lebih kurus. "Kalau ngurus sinetron saya bisa nggak tidur. Sebab saya harus perduli dengan  segala sesuatu yang terjadi di lokasi Syuting. Ternyata mengatur puluhan orang banyak menguras tenaga. Tingkah orang film pun bermacam-macam. Ini lah pelajaran yang tidak  saya dapati di ddunia seni peran,"katanya dengan semangat. 

"Beberapa rencana produksi sinetron yang saya tangani terpaksa ditunda sampai tahun 1992, persoalannya, pikiran saya tercurah kepada rekan saya di Mahkota Mayangkara dan Gara-gara. Supaya idak ngaco keduanya, salah satu harus dikalahkan. 

Di sela sibuknya Yuri menggeluti sinetron ada juga tawaran berlakon seksi di film yang menghampirinya. "Usia saya sudah 25 tahun, saya sudah merasa tua, sudah punya anak. Maka ada tawaran buka-bukaan sudahlah pasti saya tolak. Saya sudah merasa malu kalau masih mau menerima peran-peran seperti itu, "katanya bersungguh-sungguh dengan tenang. "Yuri dulu bukan Yuri Sekarang,"ujarnya. ~~MF No 167/134/TH IX, 28 Nov - 11 Des 1992. 


Friday, August 7, 2026

PACAR KETINGGALAN KERETA, BENTUK LAIN KOMPROMI TEGUH KARYA

 


PACAR KETINGGALAN KERETA, BENTUK LAIN KOMPROMI TEGUH KARYA, (Film Lawas). Teguh Karya ternyata tak cuma mahir sebagai seorang tragikus. Tapi juga cukup lihai sebagai pembanyol. Dan itulah yang Ia perihatkan lewat film terbarunya "Pacar Ketinggalan Kereta". Sebagai seorang tragikus, tak dapat di sangkal Teguh adalah sutradara dengan pemahaman dramatik yang nyaris tanpa cela. Tapi sebagai pembanyol ? Sense of humor Teguh agaknya terlalu tinggi untuk bisa menyaingi Srimulat. 

Lihatlah, untuk keperluan membanyol itu Teguh harus menyusupkan Didi Petet dalam "Pacar Ketinggalan Kereta"(PKK) diantara deretan pemainnya yang berwajah serius. Babak demi babak pun tampak dirangkai Teguh dengan semangat yang cenderung menghibur ketimbang memberi renungan. Dan itu tanpa bisa ditolak, menunjukkan betapa Teguh saat ini sedang bergerak. Sedang memulai sebuah perjalanan yang menurut Teguh sendiri suatu yang baru dalam perjalanan kreatifnya. 

Tapi, adakah yang benar-benar baru pada tawaran Teguh kali ini? Bagi Teguh sendiri mungkin ya, tapi bagi kita yang menyaksikan PKK, kecuali pola penggarapannya yang cenderung musikal yang memang menjadi pola yang langka dalam sejarah perjalanan perfilman kita sejak Usma Ismail (alm) membuat "Tiga Dara", Teguh tak menawarkan hal-hal baru yang lain. Dari cerita, apa yang diangkat, Teguh toh sebuah problema klise yang menyehari. Dan Teguh tak mencobanya memberi gereget. 

Ada satu keluarga kaya dengan dua anak. Sebuah gambaran keluarga modern Indonesia. Sang ayah yang direktur di sebuah perusahaan, tanpa Teguh berusaha menjelaskan sebabnya, tampak begitu intim dengan sekretarisnya yang janda. Isteri cemburu. Dan bagi Teguh itu sudah cukup untuk membuat kehidupan keluarga itu penuh dengan omelan hingga sang anak mencoba  mencari arti hidupnya sendiri. 

Lalu ada keluarga si Janda. Ada keluarga Ipah yang pincang dan miskin. Ada Martubi yang supir dan Juminten yang babu. Ada Oom Nurdin yang tak jelas sosoknya dan ada pula pemain lain yang kuli, yang pengamen, yang pemilik warung dan yagn spesial hadir untuk membuat gerrr seperti Didi Petet. 

Dan, seperti ceritanya, film inipun mengalir lancar bak air sungai. Yang jelas PKK berakhir dengan happy ending. Semua pemain lalu dijejerkan Teguh di layar dan nyanyi bersama diselingi upaya membanyol Didi melarikan Juminten. Lantas adakah ini potret bahwa seorang Teguh sedang berada diatas puncak tragedinya? Adakah PKK satu kemajuan atau malah kemunduran kerja kreatif Teguh?

Dibanding film Teguh yang sebelumnya, sebut saja "Doea Tanda Mata" saya lebih cenderung mengatakan Teguh saat ini sedang berada pada fase kemunduran. Atau ia mungkin ingin lebih realistis dalam menyiasati pasar film kita dan melakukan kompromi untuk hal-hal yang bisa jadi, diluar kehendak kreatifnya? Entahlah. Tapi sikap kompromis Teguh itu seperti sudah terlalu jauh ingga disadarinya atau tidak, dalam PKK Teguh tampak sebagai sutradara yang kehilangan keseriusan, ketelitian kecermatan dalam detail dan penuh dengan renungan. 

Lantas apa saja yang di lakukan Teguh dengan waktu dua tahun penggarapannya? Dan itulah masalahnya memang. Sebagai karya sinematografi PKK jelas tak terlalu jelek. Teguh cukup berhasil menyajikan sebagai suatu yang menghibur. Adegan demi adegan ditata Teguh bagai menyusun buku komik. Tak berbelit-belit. Tak payah. Itu dibantu oleh editing Karsono yang juga tak ingin menyusahkan mata. Dan musik di tangan Idris Sardi, mengalir dengan selera kekinian yang, sayangnya, tanpa nuansa emosional apa-apa. Kamera yang maunya muram terus dengan dominasi warna coklat tersebut, sebenarnya sudah cukup  mewakili keinginan artistik Teguh, namun tak cukup tajam untuk bisa mengarahkan penonton untuk membawa pulang pesan dan kesan emosional yang ada dalam PKK. 

Teguh lewat PKK agaknya ingin menjadi remaja. Dengan lagu-lagu dan musiknya. Dengan sosok-sosok tokoh yang ditawarkan dan dengan ceritanya sendiri. Sayangnya, sosok-sosok anak muda dan hasrat mandiri mereka dalam PKK terkesan cuma melengkapi konflik keluarga kaya tersebut. Tak ada konflik yang benar-benar serius ditawarkan Teguh dalam filmnya ini. Tapi, apakah memang bisa PKK menjadi sebuah karya yang serius jika permasalahan ceritanya sendiri sebenarnya sangat sepele? Sangat sederhana?

Dan, jika Teguh masih cukup berhasil menyajikannya sebagai sebuah film yang membanyol, mungkin inilah bentuk lain dari kompromi Teguh. Dan kita patut gembira. Paling tidak , PKK memberitahu kita bahwa Teguh masih ada, meski berada dibawah masa lalunya. ~~MF 086/54/Tahun VI, 14 - 27 Okt 1989

SINETRON : DAMARWULAN


SINETRON DAMAR WULAN (sinetron lawas). Sinetron laga klasik sempat jadi trend terbukti rating Misteri Gunung merapi, Prabu Siliwangi, Anglingdarma, Misteri Nini Pelet dan Dendam Nyi Pelet tetap tinggi. Berangkat dari kenyataan tersebut Budiyanto S, yang sukses menggarap Prabu Siliwangi produksi Mega Kreasi Production menghadirkan sinetron senada dengan judul Damarwulan. 

Untuk menggarap sinetron ini, Budiyanto membangun set di kampung halamannya di Desa Blanakan Ciasem, Sukamandi, Jawa Barat seluas 10 hektar. 

Agar para pemain tidak boring dan keluyuran seusai suting, Budiyanto mencoba membangun base camp dengan segala fasilitas pendukungnya. Rumah yang dijadikan tempat tinggal artis dan kru dilengkapi AC dan TV berukuran besar dengan fasilitas entertainment yang memadai. Untuk membesarkan otot pemain-pemainnya, agar nampak kekar, Budiyanto menyiapkan tempat fitness yang representatif layaknya tempat fitness papan atas di Jakarta. 

"Kami memang menginginkan pemain-pemain baru yang datang dari dunia model bisa membesarkan badan, agar besar badannya proporsional. Sesuai dengan tuntutan cerita", ujar suami Lina Budiarti ini. 

Dengan alasan ingin mengorbitkan bibit-bibit baru di pentas sinetron Indonesia, di setiap sinetron yang ditanganinya hanya menampilkan beberapa pemain top. Seperti di sinetron Damarwulan, hanya menghadirkan Sarah Azhari , memerankan tokoh Kencawawungu, Rizal Jibran sebagai Damarwulan, Syamsul Gondo sebagai Punokawan dan selebihnya pemain pendatang baru seperti Firan Lorenzi (Minak Jinggo), Wira Kusuma (Patih Logender), Rico Jund (Layang Seta), Adrian Umora (Layang Kumitir), Dian (Anjasmara), Wahyu Hidayat (Wirandaka) dan Jelita (Suhita).

Damarwulan merupakan cerita rakyat yang sudah melegenda di masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah tentang pemuda Damarwulan yang selalu membuat para wanita mabuk kepayang, tak memandang gadis atau janda bahkan seorang istripun bisa tergila-gila padanya, meski Damarwulan tidak menanggapinya. 

Seperti halnya Ratri dan Sablah yang sudah bersuami, mereka bertaruh untuk menggaet Damarwulan. Dengan berbagai cara keduanya berusaha mendapatkan sang pujaan hati. 

~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

LYDIA KANDOU JATUH DARI METROMINI

 


LYDIA KANDOU JATUH DARI METROMINI (berita lawas). Sudah pernah nonton film Ramadhan dan Ramona? Lydia Kandou terpilih (lagi) sebagai Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1992 ini? pada akhirnya iya ya, setelah di tahun 1991 juga meraih Piala Citra dari film Boneka Dari Indiana. Sejumlah pengamat dan wartawan film sepakat untuk menjagokannya, adalah benar. Tentu bukan karena persaingan kearah sana tidak terlalu ketat. Tetapi  lebih karena sosok Ramona yang 'slebor' dan selalu berusaha menutupi jatidirinya yangg digelar lewat film Ramadhan dan Ramona (Chaerul Umam), mampu akrab dengan penonton. Seolah penonton menyaksikan sikap "kemandirian" Ramona yang nyata, dan diperankan dengan gaya dan ekspresi yang pas sesuai peranannya. Itu artinya , karakter Ramona yang diperankan Lydia berhasil. 

"Tarida Gloria dalam Plong dengar-dengar juga berhasil dengan perannya. Bagaimana juga dengan Bella Esperance di Bibir Mer?"sergap Lydia ketika di temui dirumahnya yang asri di Ciputat, Tangerang. 

Apa yang dinyatakan Lydia jadi benar. Lydia sendiri berusaha untuk tidak jumawa. Sejumlah kritikus dan pengamat film setuju dengan prediksinya. Mereka simpati dengan kewajaran akting Tarida, bella , pendatang anyar dalam peta perfilman nasiona, "Jangankan memperoleh citra lagi, masuk nominasi saja saya sudah senang, saya bersyukur karena film ini merupakan produksi pertama kami, "kata Lydia. 

Senang dan banggakah Lydia jika berhasil merenggut Piala Citra lagi? Agaknya tidak sepenuhnya begitu. Secara gamblang, ia ungkapkan keluhannya sebelum Dewan Juri mengumumkan film terbaik beserta unsur-unsurnya. "Tahun ini, kayaknya, persaingan untuk tidak terlalu berat. Selain karena sedikitnya jumlah produksi juga karena...ya, Anda tahu sendirilah, "ujarnya. Kalau saya dapat kok pasti sedang sepi ya..."

Sejak awal Lydia tidak bersemangat bersaing meraih Citra. Dalam perjalanan karirnya sebagai pemain film, istri penyanyi Jamal Mirdad itu sudah 3 kali diunggulkan dalam Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986) dan Cas Cis Cus (1990) belum juga Lydia berhasil memboyong Citra. Ada kekecewaan yang sangat membekas dalam dirinya saat dijagokan banyak pengamat sebagai Aktris Terbaik FFI 1990. Yang ternyata meleset. Maka jangan kaget, kalau seorang artis beken yang kemampuan aktingnya disoroti banyak pengamat film seperti Lydia, tertidur saat menonton pengumuman unggulan. "Tahun lalu ketika diumumkan, saya memang tidak bisa hadir,"ungkapnya. 

Bukan karena persaingan memperebutkan Citra di tahun ini tidak terlalu ketat, kalau Lydia Kandou mengungkap, kalau dia berhasil lagi memperoleh lambang supremasi tertinggi perfilman Indonesia, karena sedikitnya pesaing. "Kalau dapat (lagi) ya saya bersyukur. Nggak dapat, ya.. nggak apa apa. Yang penting buat saya adalah bermain sebaik mungkin. Eh, pas jadi kondektur itu, saya pantas nggak sih?.

Di film ini memang Lydia diarahkan Chaerul Umam menjadi seorang kondektur metromini sekeluarnya dari pekerjaan. Berulang kali jatuh bangun. "Bagaimana nggak jatu, Mas mamang menghendaki, sebelum bus berhenti saya sudah harus turun duluan. Saya salah menjejakkan kaki. Seharusnya kaki kiri duluan, saya pakai kaki kanan, "ujarnya geli. 

Bukan itu saja yang kata Lydia sangat sulit dilupakan. Sejumlah orang yang mengenalnya, berteriak memanggilkan ketika harus bergelantungan dimetromini antar Pondok Indah - Pasar Jumat. "Untuk jadi kondektur itu, selain lewat amatan, saya juga melakukan tanya jawab dengan sejumlah kondektur metromini, "akunya. 

Tidak gampang memang untuk menjadi soerang kondektur. Apalagi Kondektur Metro Mini di Jakarta. Selain karena harus selalu ngebut mengejar setoran, juga karena tidak tertibnya pengemudi lain. "Saya ketika itu deg degan. Takut. Waktu belum kawin sih, nggak apa-apa. Masih punya keseimbangan. lah sekarang, sudah punya anak tiga, tapi kalau saya ngikutin ketakutan-ketakutan saya mungkin malah nggak pernah jadi dan lama. Sudah nekad saja".

"Karena adegan itu bukan diambil distudio ya, ada rasa malu juga, "lanjutnya. 

Lydia sendiri mengaku tidak menyangka bakal harus terlibat dalam film tersebut. Jamal Mirdad dan Chaerul Umam, sebelumnya telah mengcasting beberapa orang untuk peran Ramona. Namun sampai beberapa hari menjelang suting, Lydia baru mengetahui kalau dia yang harus memainkannya. "Biar Jamal produsernya saya tetap dibayar sebagaimana mestinya lho. Kalau nggak mendingan saya ikut orang lain. Dan Jamal, memang menghendaki dan memperlakukan saya sebagai pemain, bukan sebagai istri produser. Karenanya sampai saat ini saya belum tahu apa yang dilakukan dia untuk pemasarannya. 

Kalau Lydia mau terlibat, bukan karena honorarium yang diterima atau karena Chaeraul Umam. Tetapi lebih karena honor yang diterima atau karena Chaerul Umam. Tetapi lebih karena ceritanya itu sendiri yang menarik. ~MF 167/134/TH IX, 28 Nov - 11 Des 1992

Thursday, August 6, 2026

ROBIN WALIA

 


ROBIN WALIA (berita lawas). Sekilas mukanya mirip Agus suaminya Misye Arsita ya.., ada yang ingat aktor yang satu ini? Memasuki tahun 2002 aktor Robin Walia menghabiskan waktunya berendam di pantai Pangandaran Jawa Barat. Disana ia tidak sendirian, Robin bersuka ria bersama beberapa teman-temannya dan masyarakat lainnya. 

Ditengah kegembiraan, pelakon  di "Darah & Cinta 2", "Pelangi Di Matamu", "Prahara Prabu Siliwangi" dan "Tertawa Tengah Malam" ini, punya pengalaman mengerikan. Tepatnya ia tanpa sengaja jadi saksi bagaimana dua anak remaja di telan ombak ganas di Pangandaran yang akhirnya tewas. 

"Pengalaman itu benar-benar mengerikan. Bisa dibayangkan kalau Anda melihat dua anak remaja digulung ombak dan akhirnya tewas. Sedih sekali saya melihat mereka. Nasibnya benar-benar sial,"ungkap cowok kelahiran Medan ini. 

"Semua ini tentu ada hikmahnya buat saya. Artinya dalam kondisi apapun kita harus waspada dalam hidup ini. Intinya tidak boleh terlena, "ujar Robin serius. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002


Wednesday, August 5, 2026

BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION!

 


BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION! (berita lawas). Ada yang kangen dengan akting Bella Saphira yang saat ini sudah tidak aktif di dunia entertainment? Nominator Pemeran Utama Wanita Festival Sinetron Indonesia 1996 lewat sinetron Norma, Bella Saphira mengaku sedang menyusun skripsi untuk mengambil gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti Jakarta ini, "Saya sedang pusing karena disisi lain saya juga harus membintangi sinetron "Angsa Putih". Sebelumnya sih pengen ngambil cuti, tapi saya nggak mampu mengerem keinginan untuk cepat-cepat jadi sarjana, ha..ha...ha,"kata Bella yang asli bedarah Batak ini. "Sekarang saya lagi bingung nih. Disamping main sinetron, saya juga harus buat skripsi. Apa boleh buat, coba-coba deh, "lanjutnya.

Semula Bella mengaku kurang optimis bisa sukses main sinetron. "Apalagi ketika itu saya hanya jadi figuran di film Pernikahan Dini, Maka saya lari ke dunia model iklan. Untuk sementara lamanya saya berkutat di model iklan, seperti iklan pesawat Buroq,"kata putri ketiga dari pasangan Anggara Simanjuntak dengan Elvida Victoria Simatupang. 

Baru beberapa lama menikmati dunia model, Bella kembali dapat tawaran main sinetron. "Apa salahnya dicoba lagi? Begitu pikir saya,"ujar Bella mengenang. Maka dalam waktu singkat, Bella membintangi beberapa sinetron seperti Cincin Perkawinan, Norma, Misteri Pecahan Kaca, Angsa Putih dan lain-lain. Bahkan tanpa diduga, lewat Norma, dia masuk nominasi. "Ini benar-benar kejutan bagi saya, nggak kebayangkan sama sekali. Untuk selanjutnya, saya nggak banyak berharap. Masuk nominasi saja udah kejutan luar biasa bagi saya dan keluarga. Rasanya saya lebih siap kalah ketimbang jadi pemenang ha..ha..."ujar Bella yang mirip Kris Dayanti Ini. 

"Nggak tahu nih, orang-orang bilang saya mirip Kris. Kebetulan Kris juga adalah teman saya. Kami hanya senyum-senyum saja kalau ada yang ngomong kayak gitu, "kata Bella. Nggak takut ditaksir Anang?

"Ha...ha... mntang-mentang dibilang mirip Kris Dayanti lantas dihubung-hubungkan dengan suaminya, ya.. saya sendiri  udah punya cowok. . Saya pacaran sudah empat tahun lebih. Tapi orangnya rahasia ya, kilah Bella yang juga jadi bintang iklan Coklat Top dan bedak VIVA ini. 

Bella sekarang sedang suting sinetron Angsa Putih produksi Starvision. Sementara sinetronnya yagn tayang di SCTV berjudul Miseri Pecahan Kaca garapan Buce Malawau yang diangkat dari kisah nyata di Jawa Timur. Peran saya disini menggantikan posisi Donna Harun karena separoh jalan. Donna nggak bisa ngelanjutkan "kata Bella~~~~~273/239/XIII/30 Nov - 13 Des 1996

ONKY ALEXANDER, DEG DEGAN PERTAMA KALI MENGHADAP KAMERA

 


ONKY ALEXANDER, DEG DEGAN PERTAMA KALI MENGHADAP KAMERA (berita lawas). Lewat film perdananya "Catatan Si Boy", Onky Alexander meraih sukses yang kemudian menjadi idola kaum remaja. Tak heran kalau si tampan ini kemudian membintangi film "Catatan Si Boy".

Pertama kali mendapat tawaran main film datang dari sutradara Nasri Cheppy yang mengarap "Catatan Si Boy" itu. Menurut Onky, ia merasa kaget juga mendapat tawaran seperti itu. 

"Benar apa nggak sih? soalnya belum sempat untuk memikirkan main film. Semalaman saya dihantui oleh ketidakpercayaan. Terutama tentang kemampuan saya. bisa apa nggak, gitu!"Ujar Onky menuturkan. "Meskipun sebelumnya sudahdiberikan pengarahan. Dan begitu berada di lapangan untuk pengambilan gambar pertama kali, wah dada saya ini nggak bisa tenang. Deg degan terus. Kayaknya waktu itu saya merasa main film itu susah-susah gampang,".

Apakah ketika itu Onky sempat berpikiran kalau permainannya di depan kamera meniru gaya bintang yang sudah tenar?.

"Nggak juga tuh!" jawab Onky. 

Namun Onky mengaku dari dulu ia memang sudah suka menonton film, terutama film spionase yang dibintangi Robert De Niro atau Mickey Rourka disamping Tom Cruise. 

"Dari gaya mereka saya belajar meniru membawakan peran yang baik. Tapi kayaknya kita lebih banyak dituntut oleh naskah yang akan kita perankan, "ujar Onky. 

Setelah terjun ke dunia film, menurut Onky Alexander harus punya keyakinan untuk bisa menyaingi mereka yang sudah ngetop. Namun penilaian aktingnya dibeikan pada penonton juga untuk menilainya. Dan yang jelas Onkymemang berhasil dalam menekuni kariernya di film. ~RF 832


Tuesday, August 4, 2026

DEDE YUSUF, KEMBALI KE SINETRON LAGA

 


DEDE YUSUF KEMBALI KE SINETRON LAGA, (Berita lawas). Beberapa lama Dede Yusuf asyik bermain sinetron drama, non eksyen. Bahkandia sempat mendapat peran sosok pria yang sama sekali tidak tahu bela diri. Saat itu Dede bilang, dia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa bermain drama, tidak melulu dengan tendangan dan pukulan yang telah membesarkan namanya dijalur sinetron lewat serial "Jalan Membara" dan Jalan makin Membara. 

Tapi kini dia kembali ke habitat awal. Setelah film Reinkarnasi, Dede bereksyen ria lewat sinetron "Halilintar" yang tayang di SCTV. Bersama Lamting yang juga aktor laga, Dede menyuguhkan eksyen yang lain, berupa kombinasi eksyen animasi dengan riil eksyen. "Pada dasarnya adegan beladirinya tidak jauh berbeda. Kita tetap fight betulan, ada sling dan perangkat lain yang dibutuhkan untuk adegan berantem. Capeknya juga hampir sama dengan saat kita main sinetron laga biasa "tutur Dede. 

Yang lain menurutnya, ketika masuk editing adegan fightnya sebagian dibuat jadi animasi, setelah masuk proses grafik komputer yang dikirim ke salah satu studio di Amerika dan Jepang. "Sinetron ini memang ditujukan pada mereka yang menyenangi video game,"lanjut Dede. Tapi dia mengaku cukup puas dan bermain maksimal sebagaimana layaknya aktor laga jika adegan fighting. "Cukup berkesan juga, karena kali ini lawan main saya seorang aktor laga Lamting yang juga mantan atlet Tae Kwon Do bertaraf Internasional, "tutur Dede. 

Kini Dede edang persiapan untuk sinetron laga paling gres. Pihak Prima Entertainment mempercayainya untuk jadi bintang utama merangkap sutradaranya. Kali inipun, Lamting dilibatkan. Bersetting klasik tradisional. "Saya yakin jenis laga saat ini kembali digemari, "katanya. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

Monday, August 3, 2026

TERTAWA TENGAH MALAM, KOMEDI HOROR DIMOTORI BASUKI

 


TERTAWA TENGAH MALAM, KOMEDI HOROR DIMOTORI BASUKI (serial lawas) Sebuah serial yang ditayangkan TPI setiap Rabu malam  judulnya Tertawa Tengah malam. Menilik judulnya bernuansa horor, namun pemain utamanya bukan lain daripada BASUKI, kareuan pasti banyak lucunya. Apalagi dibantu Tessy, Timbul dan Pak Triman. Sedangkan aktrisnya ada Karina Suwandi, Roweina sampai Angelita. 

Tertawa-jelas karena ada sesuatu yang lucu. Tengah Malam? Wah, ini bernuansa horror. Jadi? Memang betul, Tertawa Tengah Malam adalah sinetron serial komedi campur horor. Ditayangkan tiap Rabu malam dari pukul 21.30 sampai dengan 22.00 WIB, mulai 16 Januari 2002 di TPI. 

Serial ini produksi PT. Virgo Putra Film, merupakan kerjasama antara produser Ferry Angriawan dengan Basuki dan kawan-kawannya. Cerita dan skenarionya ditulis antara lain oleh Yosanto dan S Dalimunthe yang berpengalaman membuat puluhan skenario serial komedi Warkop. 

Penyutradraan diarahkan oleh Yosanto (3 Eps), Yan Senjaya (1 eps) dan selanjutnya beralih ke tangan Proke. 

"Kami sudah dikontrak untuk menyelesaikan episode yang bakal ditayangkan di TPI mulai medio januari ini, "jelas Ferry sambil menghitung sudah merampungkan lebih dari 6 episode, dengan perhitungan selanjutnya rata-rata mampu menyelesaikan dua episode per minggunya. Perlu diketahui pula, bahwa Tertawa Tengah malam merupakan program kedua Virgo yang ditayangkan TPI setelah sebelum serial TV Misteri (ditayangkan setiap Kamis malam dari pukul 20.00 WIB).

Para pemain intinya tentu saja Basuki didampingi Tessy dan eks pelawak Srimulat lainnya termasuk Timbul dan Pak triman sebagai bintang tamu. Sementara aktris tetapnya adalah Karina Suwandi, Roweina dan Rina Rawit. Diramaikan oleh bintang-bintang tamu secara bergantian dalam setiap episodenya antara lain adalah Ayu Lestari, Monica Oemardi, Nana Khairina, dan Angelita. 

Menurut Basuki , inti cerita Tertawa Tengah Malam adalah mengenai Baskoro nama tokoh yang diperankannya dan kawan-kawannya yang menghuni sebuah rumah secara bersama-sama "kos - kosan, begitu, tapi kebetulan rumah tersebut bersebelahan dengan lokasi kuburan, akibatnya sering terjadi hal-hal aneh dan menyeramkan".

Penghuni rumah kos itu selain Baskoro adalah Karina, Wanda, Angel, Ribut serta dua pelayan Mang Kadir dan Iyem. Hal-hal seram yang terjadi mungkin karena belum apa-apa mereka sudah merasa ketakutan sendiri, tapi bisa pula karena memang ada sesuatu yang misterius. "Tokh sebenarnya hakekat serial ini hanyalah cerita fiktif dengan tujuan untuk memberikan selingan hiburan semata, " begitu kilah Basuki selaku motor Tertawa Tengah Malam. ~~~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN

 


BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN (berita lawas). Sebuah wawancara dengan Budiyanto S, yang juga suami dari aktris Lina Budiarti yang dimuat di Majalah Film  No. 408/374/XVII, 1-15 Februari 2002.

Cukup lama menghilang penulis komik, talenta scout kondang Budiyanto S dari pentas film nasional, kini kembali berkiprah di pentas sinetron sebagai produser Pelaksana griya produksi Mega Kreasi Production, milik Damoo Punjabi. Melihat sukses sinetron Prabu Siliwangi yang di tayangkan di SCTV, membuat Mega Kreasi semangat memproduksi sinetron sejenis, dan kini suami artis kawakan Lina Budiarti ini memproduksi sinetron Damar Wulan.

Berikut perbincangan dengan Budiyanto S di lokasi Syuting Damar Wulan di Banakan, Ciasem, Subang , Jawa Barat. berikut petikannya. 

T : Bagaimana Ceritanya Anda bisa menduduki jabatan pimpinan produksi di Mega Kreasi Production?

J : Saya sudah bekerja di Mega Kreasi, dulu Parkit Film yang megang masih Pak Raam Punjabi, Pak Gobin dan Pak Damo, sudah 30 tahun. Sehingga beliau-beliau sudah tahu kemampuan kerja saya dan ketika Pak Raam membuat perusahaan Multivision Plus, Pak Gobin dengan mega Greasi dan Kami sepakat Mega Kreasi tidak akan memproduksi sinetron yang sama dengan produksi Multivision, karenanya produksi Mega Kreasi sinetron misteri dan laga klasik. 

T : Sesuai tema sinetron yang di produksi yang bertema laga klasik dan horor, kenapa Anda memilih lokasi di perkampungan bukan di hutan atau perkebunan?

J : Pertama tanahnya masih murah, kebetulan orang tua saya memiliki tanah disini jadi tinggal nambahi saja dan Pemda setempat mendukung kami. Kalau kami menyewa, sewa tanah sekarang sangat mahal, sebulan bisa mencapai 15 juta rupiah. Sementara kalau biaya sewa kita belikan tanah disini, sudah dapat tanah hektaran. Dan buat kami dan kru, disini bagaikan surga kecil, kenapa begitu. Karena makanan disini murah, Fasilitas hiburan lengkap. 

T : Berapa hektar tanah yang dibutuhkan untu membangun lokasi syuting di Blanakan ini?

J : Puluhan hektar, kami telah membangun set, membangun pondokan untuk artis dan kru. Fasilitas pondokan serba AC lengkap dengan perlengkapannya, sehingga kami berharap artis akan kerasan tinggal disini, Kami juga membangun pusat kesegaran yang tidak kalah dengan pusat fitness di Jakarta

T : Untuk apa membangun Pusat Fitness di lokasi?

J : Kami kan sering mendapatkan pemain yang badannya kurang bagus, terlalu kerempeng untuk ukuran sinetron laga klasik yang lebih banyak memamerkan bentuk badan. Sembari Syuting, kalau lagi break mereka bisa membentuk badan. Sehingga pada saatnya nanti, badannya sudah bagus dan sesuai kebutuhan cerita, untuk pemain yang telah memiliki bentuk badan yang bagus, mereka bisa menjadikan pusat fitness untuk refreshing kalau lagi nggak syuting. 

T : Kenapa Prabu Siliwangi kalah populer dibanding Misteri Gunung Merapi, padahal sama-sama cerita misteri dan laga klasik?

J : Kalau dari segi cerita dan kualitas penggarapan kami tidak kalah, yang kalah jujur saya akui jam terbangnya. Misteri lebih dulu ditayangkan, Misteri sudah diproduksi 104 episode lebih sementara Prabu Siliwangi baru 54 episode, sehingga penonton Misteri sudah terbentuk, jadi layak lah kalau Misteri mendapat penonton lebih banyak dari kita. 

T : Apa kelebihan Prabu Siliwangi dibanding Misteri?

J : Kalau Misteri kan khayalan sementara Prabu Siliwangi cerita sejarah, jadi sedikit banyak kita harus mengambil dari sejarah. Dan sejarah kan biasanya banyak ceritanya ketimbang adegan laganya, tapi kalau Prabu Siliwangi kami coba mengkombinasikan antara laga dan drama, "60an - 40an karena bagaimanapun sinetron kan tontonan yang dituntut menghibur, nah kalau sinetron laga klasik nilai menghiburnya kalau banyak adegan berantemnya. Disamping ditambah  atau dibumbui sesuatu yang bisa menarik ceritanya. 

T : Apa Alasan menggarap Damar Wulan?

J ; Kalau Prabu Siliwangi mengangkat cerita dari tanah Pasundan nah, agar penonton nggak jemu, saya mencoba mengangkat cerita dari daerah lain. Yakni daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, apa cerita yang tidak kalah menarik dari Prabu Siliwangi? ya Damar Wulan. 

T : Apa Kelebihan Damar Wulan dibanding Prabu Siliwangi?

J : Sama-sama populer, hanya saja Damar Wulan populer di dua propinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga banyak diangkat ke drama-drama panggung dengan berbagai versi daerah. Seperti di sinetron ini, Damar Wulan ini kami angkat dari komik saya Jadi menurut saya cerita Damar Wulan lebih populer. 

T : Tadi Anda mengatakan kalau Damar Wulan ini diambil dari komik yang anda tulis, untuk 26 episode yang akan di produksi butuh berapa buku?

J : Dulu saya membuat komik Damar Wulan hanya 3 buku, kenapa hanya 3 buku karena kalau kebanyakan komiknya takut bosan. Karena daya minat baca masyarakat dulu 'kan masih rendah sehingga cepat bosan kalau membaca buku. Makanya dalam membuat komik, saya singkat-singkat. 

T : Syamsul "Basir" Gondo, kan lebih dikenal di Misteri Gunung Merapi, sekarang anda tampilkan di Damar Wulan apa nanti nggak rancu malah bisa-bisa anda dituduh plagiat?

J : Basir sudah bais kontraknya dengan Misteri Gunung Merapi dan saya juga nggak mau ngambil pemain yang masih terikat kontrak dengan PH lain. Kalau kemudian saya mengambil Syamsul 'Basir' Gondo, kebetulan Damar Wulan kan memiliki Punakawan sehingga kami membutuhkan sosok seperti Syamsul Gondo dan secara kebetulan kontraknya sudah habis, ya jadi kami kontrak. 

T : Di Damar Wulan sendiri, untuk menarik pemirsa berapa persen unsur komedinya?

J : Nggak banyak supaya penonton penasaran saja. karena kalau kebanyakan komedi takut rancu, Damar Wulan kan bukan sinetron komedi. 

T : Dibanding set Misteri dan Angling Darma, set Damar Wulan nampaknya terlalu sederhana?

J : Ya kami membangun set ini masih dalam tahapan, kami bangun yang penting-penting. Sementara Misteri dan Angling Dharma jauh lebih dulu sehingga setnya jauh lebih sempurna ketimbang kami. Nantinya perlahan-lahan kami akan buat set yang sempurna. 

T : Dibutuhkan biaya berapa untuk membangun set Damar Wulan?

J : Tahap pertama sekitar Rp 300juta, alokasi dananya bisa mencapai 1 milyar lebih. 

T : Nampaknya Pemda akan menjadikan Set Damar Wulan menjadi tempat Pariwisata?

J : Begitu antusiasnya masyarakat menyambut tempat suting kami, sehingga orang-orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan syuting kami. Sehingga Pemda melihat potensi pariwisata buat kami nggak masalah. Karena ini sinerti yang saling menguntungkan. 

T : Untuk sinetron kolosal seperti Damar Wulan berapa biaya idealnya?

J : Satu episodenya bisa mencapai Rp. 125juta

T : Kenapa pemain topnya cuma dua orang, Sarah Azhari dan Rizal Djibran?

J : Di sinetron laga klasik macam Damar Wulan memang tidak membutuhkan banyak pemain top kenapa begitu? Supaya nilai sejarahnya bisa ditangkap jelas oleh penonton, misal pemain utama Damar Wulan, Lydya Kandou dan Rudy Salam, nanti orang bingung ini sinetron Pernikahan Dini atau Damar Wulan. Sekalipun banyak pemain baru tapi kami tetap mengutamakan kecantikan dan ketampanan pemain. Sehingga pemirsa tetap akan menhan remotenya untuk tetap menonton sinetron kami. 

T : Damar Wulan akan digarap berapa episode?

J : Untuk tahap pertama akan diproduksi 26 episode dan kalau memang sambutan masyarakat bagus, kami akan memproduksi 26 episode lagi. 

T : Tapi kenapa kontrak untuk pemain per 7 episode?

J : Untuk mengantisipasi kalau ada pemain atau kru yang trouble misal pada episode 3 atau 5 ternyata ada pemain bermasalah kan kita bisa langsung ganti. 

T : Bagaimana mengantisipasi pemain yang double job?

J : Sebelum tanda tangan kontrak kita nanya dulu, lagi dikontrak sama PH mana. Kalau memang lagi dikontrak kita minta betul kepada pemain untuk benar-benar menyepakati kerjasama. Misal kami dikasih hari Minggu dan senin pada hari itu harus ada di lokasi. kalau itu diingkari , ya langsung kami ganti. ~~~~~~~~~~~~~

Sunday, August 2, 2026

ELDHY BILADT

 


ELDHY BILADT (berita lawas). Masih ingat bintang iklan, dan aktor ini? Eldhy Biladt, nama aslinya  adalah Syaiful Biladt. Inem Pelayan Seksi, Jejaka 2000, Catatan Si  Boy, Annisa 3, Hati Seluas Samudera, Matahariku, Remaja Lima dan yang terbaru Istana Pasir tampil bareng Rima Melati dan Febby Febiola. Itulah Sinetron  yang sudah dimainkan Syaiful Biladt (Si Pedang Agama) atau dengan nama popnya, Eldhy Biladt. 

Sedang untuk iklan, cowok handsome kelahiran Jakarta, 9 Nopember 1974 sudah pula beraksi pada iklan Suklat, Asma Soho, Puyer 16, Page One, Bank Danamon, Koyo Cap Cabe, Snip Snap, Yamaha Force One, Kartu Halo Telkomsel, dan Lauk Mie. 

Seperti umumnya para artis kita, Eldhy begitu disapa memasuki dunia seni tanpa disengaja. Menurut pemilik tinggi 170 cm ini karirnya diawali sebagai model, ketika temannya tak jadi tampil diacara lomba fashion. 

Meskipun hanya sebagai pengganti teman, tak disangka dalam lomba itu, ia berhasil keluar sebagai juara ke 3, berbekal Juara 3 dan didorong oleh teman-teman, Eldhy yang terangkat namanya lewat finalis Coverboy Aneka '92 jadi serius menekuninya. 

berikut petikan wawancara yang di muat di MF No. 313/279/XIV, 13-26 Juni 1998

T : Hasil ikut lomba, main iklan dan Sinetron?

J : Alhamdulillah ternyata banyak bawa rejeki, mulai kuliah sampai tamat, biaya kost dan lainnya sudah bisa saya penuhi sendiri tanpa perlu minta dengan ortu. 

T : Artinya ingin terus menekuni dunia seni?

J : Maunya terus tapi dalam kondisi serba sulit begini apa mungkin ya bisa bertahan. Untuk jaga-jaga sebetulnya saya ingin mengembangkan ilmu perhotelan yang didapat semasa kuliah. Sekarang coba membuat lamaran ke sebuah hotel.

T : Maksudnya mulai tak yakin bisa hidup dari seni?

J : Saya akui perasaan itu kadang sering menghantui diri ini. Tapi boleh dong saya mencoba bidang laing, sayanglah kalau ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan biaya yang tidak sedikit saya keluarkan kalau tidak dikembangkan. 

T : Ceritanya sedang mereformasi diri sendiri toh?

J : Tentu saja karena saya ingin maju tidak saja di dunia seni tapi juga dibidang lainnya. 

T : Caranya?

J : Dengan kerja keras tanpa mengenal lelah sesuai yang saya cita-citakan tadi. 

T : Kamu juga mendukung reformasi nasional yang kini sedang digalakkan?

J : Tanpa basa basi saya mendukung penuh reformasi nasional yang dimotori rekan-rekan mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat. Kalau kita mau maju yang namanya KKN memang harus di berantas sampai ke akar-akarnya. 

T : Ngomong-ngomong apakah kamu punya pengalaman dimasa kecil yang membuat kamu trauma?

J : Ya, kalau nggak salah ketika masih duduk di kelas 2 SD saya pernah dikejar-kejar orang gila hingga masuk ke halaman sekolah. Kejadian itu memang membuat saya trauma karena setiap melihat saya orang gila itu terus mengejar. Bahkan suatu kali saya pernah tak bisa mencari jalan dan terpaksa merayap melewati pagar kawat hingga salah satu paha kaki saya terluka dan membekas hingga kini. Katanya sih, dia sakit itu suka sekali dengan saya, ha ha ha..

T : Pernah Jatuh Cinta tapi bertepuk sebelah tangan?

J : Pernah, ceritanya saya terlibat disebuah sinetron dan sangat suka sekali dengan seorang pemain. Pokoknya saat perhatian saya penuh sekali dengannya. Ketika dia ulang tahun, saya diundangnya dan sayapun hadir. Sakit juga saya dikenalkan dengan cowoknya. Mungkin begitu cara halusnya menolak saya! ha..ha..ha..

T : Pernah juga ditaksir cewek tapi kamu sendiri tak suka padanya?

J : Pengalaman itu saya alami ketika masih di SMU. Waktu itu sedang ada ospek terhadap murid baru dan nggak disangka salah satu dari mereka, ada yang jatuh cinta. Hal ini terlihat dari cara dan sikapnya dengan saya. Nah ketika dia mulai mengutarakan niatnya, saya katakan pada dia kalau saya hanya ingin jadi kakaknya saja daripada jadi pacarnya. 

T : Film Nasional pertama yang kamu tonton di Bioskop?

J : G 30 S PKI adalah film nasional pertama yang saya tonton. Saya ingat betul nontonnya di bioskop Manggarai Teater di Pasar Rumput Raya. hari itu juga merupakan pengalaman pertama saya nonotn di bioskop. 

****************

Saturday, August 1, 2026

SINETRON SRIKANDI, SIAP BERANTAS KEJAHATAN

 


SINETRON SRIKANDI, SIAP BERANTAS KEJAHATAN,(Sinetron lawas), Tidak hanya Power Rangers atau Star Ranger yang bisa jadi Pahlawan. Tidak juga hanya Jepang atau Amerika yang bisa menyelamatkan bumi lewat superheronya. Kini di Inodnesia setelah memunculkan Gerhana, Saras 008, "melahirkan" jagoan wanita berskala galaksi yang siap memberantas  aneka bentuk kejahatan. 

Srikandi (Usy Firdaus) merupakan penjelmaan anak AMU yang bernama Ranti. ia mampu mengubah dirinya menjadi superhero asal bumi menghadapi ancaman. selain menghadapi aneka bentuk kejahatan konfensional. Srikandi harus selalu sigap menghadapi musuh besar yang menguasai mafia kejahatan kota yakni pasangan pangeran Burisrawa (Joseph Ginting) dan Pritty Mustokoweni (Rieke Diah Pitaloka) beserta anak buahnya seperti Cakil Stalonne (Eddi Oglek), Trio J ada juga prof Sengkuni, Ahli pecipta senjata super canggih sekaligus penasehat spriritual kelompok preman ini. 

Pangeran Burisrawa beserta 'jajarannya' dari waktu ke waktu senantiasa berusaha mengenyahkan Srikandi yang dirasa sebagai penghambat aksi-aksi mereka. Sementara Pritty Mustokoweni sangat antipati pada Srikandi karena dianggap menyaingi kecantikannya, disamping dari takdirnya (dalam dunia pewayangan) dua perempuan itu memang merupakan seteru bebuyutan. 

Sinetron serial produksi Starvision dan ditayangkan SCTV mulai Selasa, 22 Januari 2002 pukul 19.00 menggantikan tayangan "sebuah Simponi" ini, tidak selalu memunculkan aksi duel dan kekerasan. Tetapi juga romantika dunia remaja. Disela-sela kesibukannya menjalankan kewajiban, perasaan Ranti kadang diribetkan oleh urusannya dengan seorang cowok, Pandu (Tata). Keduanya sama-sama memendam cinta. Namun tahapan pendekatannya saja tak kunjung tuntas, karena Pandu bolak balik merasa seolah Ranti tidak sungguh-sungguh mendamba lantaran sering terpaksa mengecewakan demi tugas yang sering mendadak, atau karena sebab-sebab lain yang sifatnya insidentil. Bleum lagi, Pandu sendiri berkecenderungan bimbang dan maju mundur setiap kali ingin mengutarakan perasaan . 

Problem Ranti bertambah karena Tejo Poh (Arifin) sahabat Pandu mencintainya. Padahal, Tejo Poh digila-gilai Suti (Ayu Imut) sahabat karib Ranti. Belum lagi dengan 'keikutsertaan' Rinto, adik laki-laki Ranti ini pemberani, namun suka jahil dan berkencenderungan nakal. Dengan caranya sendiri, dia berhasil mengetahui peranan  Ranti sebagai Srikandi (yang sesungguhnya dirahasiakan). Rinto, sering ngotot untuk diikutsertakan dalam operasi pemberantasan kejahatan karena ingin dianggap 'pejuang'. Padahal bekal bela diri yangdimilikinya minim. 

Menurut Ir. Chand Parwez Servia, produser Starvision Plus, jika pihaknya kali ini mengangkat dan mengadopsi dunia pewayangan sebagai bahan cerita, dimaksudkan untuk mengenalkan dunia wayang, salah satu kesendian tradisional kita, kepada anak-anak. "Anak-anak kita sekarang ini, sedikit sekali yang mengenal kesenian tradisional seperti wayang. Srikandi merupakan jagoan wanita. Dalam lakon Baratayudha, dia berhasil mengalahkan Resi Bisma, seorang tokoh sakti yang membela Astina, "katanya. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG

 


CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG  (film lawas) -. Inilah film "Catatan Si BOy" Jilid III yang semakin membawa orang pada dunia mimpi dan menyeret trend film Indonesia menjauh dari isi. Agar mimpi kian mendekati kenyataan, jangan lupa nonton film sembari minum Pepsi Cola dan merokok Bentoel, agar kian menyatu dan apa yang di pamerkan Nasri Cheppy, sutradara muda berbakat yang larut dalam arus sorak sorai penontonnya. 

Ceritanya tak begitu penting karena memang tak menjamah hal-hal baru. Si Boy, tiba-tiba pingin sekolah ke Los Angeles. 

Vera, doinya, yang ditinggal, gelisah dan pengin liburan ke LA, nyusul si Boy. Dan tak usah bingung kalau melihat Emon tiba-tiba juga kangen si Boy dan pengin liburan ke LA. Ini biar gampangnya saja meski ada kesan menyepelekan otak sehat kita. 

Tak perlu tahu apa kerja orangtua mereka. Cuma yang dikagumi para orang tua ini langsung mengiyakan saja keinginan anak-anak mereka. Di Amri (Amerika), Boy kita kenalan cewek disc jock turunan Philiphine Indonesia, Sheila, setelah Boy jadi 'pahlawa, menyelamatkan Sheila dari perkosaan bule yang gede tapi toh kalah sama Boy. 

Di Amri, tak perlu dikisahkan apa kerja Vera dan Emon karena tak penting benar, terkecuali mereka Shopping, ke pantai dan keluyuran. Sebab disini ada Jeffy, orang Indonesia yang hebatnya jadi kepala geng berandal para bule brewok, yang bentrok dengan Boy gara-gara Boy pengin menyelamatkan Sheila dari ketergantungan kokain, selanjutnya cerita bisa dikarang-karang sendiri, bisa ditambah sesuka sutradara dan penulis cerita. Dan jangan lupa membayangkan diri dalam kehidupan Boy, naik Ferari sembari minum Pepsi. Karena itulah iming-iming sembari ngobrol "fuck yon!"

"Catatan Si Boy III bisa di catat sebagai kemajuan penguasaan tekhnis yang dimiliki Nasri Cheppy. Ia makin cekatan dalam mengolah adegan dan menemukan gambar-gambar menghibur. Tapi ia lupa bahwa isi dan cerita adalah persoalan serius dalam membuat film. Tapi "Cabo III" sungguh menyepelekan selera keseriusan kita dalam menikmati film yang agak baik. Apalagi disini tak ada kemajuan akting para pemainnya. Adakah ini bentuk main-main dari sutradara Cheppy seperti yang digambarkan pada adegan akhir, dimana semua pemain disuruh mejeng dan sang sutradara diperlihatkan asyik menyutradarai pemainnya? Siapa tahu itu benar, dan itu sungguh sayang.~~MF 086/54/Tahun VI, 14 - 27 Okt 1989

Persembahan : Asosiasi Importir Film

Produser : PT Bola Dunia Film

Sutradara : Nasri Cheppy

Cerita, skenario : Marwan Alkatiri

Pemain : 

Onky Alexander ..............Si Boy

Meriam Bellina................Vera

Didi Petet ........................Emon

Leroy Osmani .................Jefry

Ida Kusumah....................Mama Vera

Bella Esperance..............Sheila

SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU


 SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU (berita lawas). "Ia boleh dibilang pendatang baru dalam dunia film layar perak, lantaran memulai debutnya sebagai artis film baru dalam bulan Oktober 1989 . Namun kehadirannya pertama kali di layar lebar ini, langsung mendapat kepercayaan penh dari sang sutradara untuk melakoni peran utama dalam film Titisan Si Pitung,dengan pasangan main George Rudy. 

Setelah itu berturut-turut mendapat kesempatan bermain dalam film Srigala Jalanan, Djago, Mustika Pemikat dan masih banyak lagi. 

Dara manis yang memiliki panggilan akrab Suci ini, sempat stress gara-gara pacar pertamanya meninggal dunia akibat tabrakan maut. "Saya sepertinya tak mampu, melupakan kebaikan hatinya, "kenangnya. 

Seminggu setelah kejadian itu  kecelakaan serupa menimpa pula pada diri Suci ini. "Masih untung, kata orang Jawa. Jiwanya masih selamat, meski ia sempat dirawat dirumah sakit selama beberapa hari, lantaran luka yang dideritanya. Kepingin nyusul kali? "Ah enggak juga, hidup ini rasanya masih nikmat kok, " sahutny cepat. 

Dalam beberapa bulan, ia sempat mengurung diri dirumah. Bayang-bayang kejadian yang mengerikan itu, sepertinya tak mau juga cepat berlalu dari ingatannya. Namun akhirnya, ia segera mendapatkan obatnya, pacar kedua segeera hadir dan siap menghiburnya.  ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Friday, July 31, 2026

IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS

 


IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS, (berita lawas). Ada yang tahu aktris ini? Irma Yanthie? Irma Yanthie, dara manis kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1965 lagi menggebu-gebu dengan dunianya. I atak banyak tawar menawar dengan produser, bukan materi yang dicari semata , mengembangkan popularitas agar lebih mudah dikenal masyarakat. Dunia yang sekarang di geluti ternyata cukup bisa buat menghidupi dirinya, walau hanya cukup untuk jajan. 

Pernyataan ini memang dapat di buktikan oleh Irma. Tengok saja dalam film-film yang pernah dibintanginya diantaranya, Bukit Berdarah, Siluman Clurit perak, Bila Saatnya Tiba, Kejarlah Daku Kau Kutangkap , Ayu dan Ayu, Gadis Pendekar, Cewek-cewek Pelaut, dan juga Durjana Lumut Hijau. 

Wow, Irma boleh dibilang diam-diam berbahaya. Itung-itung dari 8 film yang dibintanginya ia bermain cukup prima. Walau bermain  sebagai peran tambahan tapi ia pantang putus asa. Tekat ini yang menjadi tuntutannya hingga mendapat kepercayaan sebagai pemeran pembantu wanita. 

Saya nggak pilih-pilih soal peran asal sesuai dengan keinginan. Dan saya paling suka adegan yang mengarah romantis, " cetus cewek yang memiliki ukuran BH 36. Irma paling pandai dalam adegan romantis, ini ia lakukan agar cepat untuk meraih popularitas. Namun sebagai wanita, Irma punya batas-batas yang memang sudah ia tentukan sejak menekuni dunia film. 

Irma juga terjun di dunia foto model. "Yah bisa buat nambah untuk adik-adik saya yang masih sekolah , kan, saya belum punya pacar. Kesempatan bisa bantu orangtua, " jelas Irma yang juga terjun di dunia tarik suara. 

Karirnya memang berjalan cukup mulus, bisa dibayangkan belum lama di dunia film, Irma langsung juga nyrondol nimbrung nyanyi lewat album yang berjudul Pacar Rewel sempat memasuki pasaran blantika musik. ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Thursday, July 30, 2026

JANE CHATERINE

 


JANE CHATERINE, (berita lawas). Ada yang ingat artis ini? Jane Chaterine, wajah anyar yang sudah beberapa kali terlibat dalam pembuatan film. Gadis yang duduk di bangku kelas II SMA PSKD II ini sempat mengalami kebingungan. Ketika tawaran main film terus berdatangan, ketika itu pula Catherine merasakan rasa penyesalannya, karena tawaran tersebut sering ditolaknya. 

"Habis bagaimana, kalau sutingnya di luar kota dan memakan waktu yang cukup leama, saya pasti nggak bisa. Alasannya sih karena sekolah. Padahal asyik tuh, dapat banyak tawaran. Pokoknya asyik saja. Tapi yaitu tadi, selalu kepentok dengan sekolah. 

Seperti film Saur Sepuh IV, saya sudah ditawari Oom Imam Tantowi. Setelah saya bicarakan sama mama, ternyata nggak boleh karena sutingnya jauh, dan waktunya cukup lama,  ujar Chaterine yang baru menyelesaikan filmnya "Curi Curi Kesempatan".

Di samping tawaran yang sudah banyak, Chatherine juga sudah mulai menyenangi dunia nyanyi setelah dunia model sudah dipegangnya dan sudah ada studio rekaman yang mulai mendekati Chaterine. 

"Nggak tahu kenapa, saya kok mulai tertarik dengan bidang nyanyi. Barangkali saja karena berhubungan erat dengan film. Ya apa salahnya kalau kita coba. Siapa tahu jodoh. benar kan? tambah Cahterine yang memiliki wajah fotogenik. 

Sekarang saya memang masih bingung , karena takut sih. Soalnya kan masih SMA, jadi harus konsentrasi penuh ke pelajaran. Kalau sutingnya di Jakarta sih nggak apa-apa. Atau diluar kota, tapi asal nggak sampai berbulan-bulan lamanya," ujarnya. 

Kesibukanpun tak pernah pupus. Pertengahan Desember (1990), Chaterine ikut mendukung film pelajaran bahasa Inggris yang di kemas dalam bentuk miniseri yang rencananya akan disiarkan di RCTi. "Ya itung-itung sambil belajar bahasa Inggris gratislah, "katanya beralasan. 

 ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Wednesday, July 29, 2026

CAROLINE ZACHRIE

 


CAROLINE ZAHRIE (berita lawas). Kalau pernah nonton acara KISMIS kisah Misteri, tentu tahu si pembawa acaranyanya yaitu Caroline Zachrie. Ia seorang peragawati lulusan Amerika yang kemudian sukses di negerinya sendiri. Setelah melanglang buana ke berbagai negera untuk mengadakan fashion, akhirnya perempuan semampai yang menjandang gelar Sarjana Ekonomi ini mencoba mengasah bakatnya di jagat akting. "Ya sejak kecil memang menyukai akting cuma kebetulan saya melibatkan dunia fashion dulu. Sehingga saya lebih dikenal sebagai model dan peragawati, nah ketika Starvision menawari saya untuk main sinetron Jalan Kehidupan dan Selalu Untuk Selamanya langsung saya terima, "cetusnya. 

Permainan Caroline di Jalan Kehidupan memang masih terkesan main-main, hal itu bisa di maklumi, karena peran gadis yang menghabiskan masa remaja di negeri orang ini masih peran tempelan atau numpang lewat. Tapi di sinetron keduanya yang berjudul "Selalu Untuk Selamanya" besutan sutradara Yopie Burnama, permainan Caloline mulai menonjol. 

"Saya banyak mendapat tantangan di Selalu Untuk Selamanya karena saya harus mempermainkan dua karakter sekaligus, " aku Caroline dengan bahasa Indonesia yang belum begitu fasih. 

berikut petikan wawancara dengan Caroline Zachrie yang dimuat di MF No. 309/275/XIV, 18 Apr - 1 Mei 1998

T : Bagaimana ceritanya Caroline terlibat dengan dunia keperagawatian?

J : Saya waktu itu tengah sekolah di San Fransisco, kebetulan Papa sedang bertugas di sana. Untuk mengisi waktu luang saya bergabung dengan Prestise Model, di Prestise saya diajari bagaimana berjalan, etiket, berskap serta yang lainnya. 

Kemudian akhir 1993, saya balik ke Jakarta, saya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Esa Unggul. Baru di tahun 1995 saya dikenalkan pada Ibu Ghea Soekasah (sekarang Ghea Panggabean) dan ibu Ghealah yang membawa saya ke Milan Itali untuk mengadakan fasion disana. 

Dan itu fashion pertama saya sebagai peragawati profesional, kemudian Ibu Ghea juga yang memperkenalkan saya kepada Mbak Larasati, Kintan dan Ratih yang sama-sama kita kenal sebagai peragawati papan atas dan juga seorang pemilik Expose Model. Lewat Expos Model itulah saya mengawali karir sebagai seorang model dan peragawati. 

T : Apa yang mendorong Caroline terjun ke dunia fashion?

J : Dari kecil saya memang sudah menyukai hal-hal yang berbau fashion karena dunia fashion glamour dan saya suka tantangan serta berkompetisi. 

T : Terus bagaimana pula Caroline terjun ke dunia sinetron siapa yang pertama kali nawari?

J : Saya di datangi salah seorang staf Starvision yang menawari saya untuk main di Jalan Kehidupan garapan bapak Achiel Nasrun. Karena memang kepingin main sinetron atau film, makanya tawaran itu langsung saya terima. 

T : Menyesal setelah terjun kedunia sinetron?

J : Nggak lah, dunia akting memang impian saya selama ini. 

T : Bagaimana komentar Caroline tentang  'jam karet' yang terjadi di dunia sinetron?

J : Itulah yagn saya sayangkan, seandainya para pelaku sinetron menyadari profesinya. Saya yakin jam karet tidak pernah terjadi, karena masing-masing profesi, baik pemain, sutradara maupun kru akan disiplin demi profesinya. 

T : Ada keinginan untuk menjadi artis sinetron kenamaan?

J ; Siapa sih yang nggak kepingin, cuma saya harus realistis. Saya masih baru, masih banyak yang mesti saya perbaiki untuk kemajuan karir saya. 

T : Kalau Caroline harus memilih, Caroline pilih dunia sinetron apa dunia fashion?

J : Sama-sama berat ya? tapi saya sangat menyadari kalau dunia fashion dan sinetron tidak akan selamanya saya sandang. 



FARID HARDJA, DALAM KENANGAN


 FARID HARDJA, DALAM KENANGAN (Berita Lawas). 

Kukenal dikau lalu jatuh cinta

bagai pertama

dan kucumbu dikau penuh kasih mesra

bagai cerita

wo wo Karmila...

Lagu berjudul Karmila itu kini tak lagi bersanding dengan pelantunnya, Farid Harja yang telah meninggal dunia. Bertubuh tambun, bergaya raper, berbusana gombor dan kacamata, serta syair sedikit nakal. Itulah beberapa ciri yang dimiliki almarhum yang lahir di Sukabumi, 7 September 1950. 

Farid Hrja telah pergi meninggalkan pencintanya. Diam-diam almarhum di akhir hayatnya sering di rongrong penyakit diabetes dan jantung. Rupanya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakrta merupakan tempat penyanyi ini menghembuskan nafasnya yang terakhir. 

Almarhum Farid meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung 8 bulan serta setumpuk lagu ciptaannya yang belum sempat dihancurkan. Menurut keluarganya, almarhum seakan tak mengindahkan penyakit yang selama ini diidapnya. "Almarhum dirawat karena penyakit gula dan sempat mengalami stroke sebelum akhirnya kami bawa kerumah sakit di Sukabumi dan dilarikan ke RSCM di Jakarta, " jelas kakak almarhum, Ny. Tati Harja. 

Banyak seniman musik yang merasa kehilangan artis yang disebut sebagai pendiam, tapi juga pemilik humor khas ini. Selain teman-teman almarhum semasa di kelompok Bani Adam (yang melahirkan lagu Karmila), juga artis-artis pendukung lagu dan klip lagu terbarunya, Partai Sembako, mengaku terkejut atas kepergian Farid Harja. 

Erie Susan, penyanyi dangdut yang pernah mendampingi almarhum untuk album dangdut berjudul Itu Cinta mengaku kaget mendengar berita kematian Farid Harja lewat berita SCTV. "Saya benar-benar nggak nyangka, Saya kaget dan ikut sedih, " komentar Erie yang mengaku  punya kenangan bagus selama rekaman lagu Itu Cinta bersama almarhum, "Almarhum orangnya baik dan taat pada agamanya, " komenar Erie akhirnya. 

Terlahir di kota Sukabumi, almarhum pada akhirnya pun dikebumikan di daerah yang sama. Setelah Akang pergi tak ada lagi tubuh besar yang siap menggoyang panggung dengan suara bariton dan nada yang kocak. 

Dalam perfilman, Farid Harga juga bermain di film Ini Rindu bersama Arianto Wibowo, dan Ayu Lestari. ~MF 328/294/XV, 9 - 22 Jan 1999

Tuesday, July 28, 2026

MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA

 


MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA(berita lawas RF). Dara manis, putri Solo ini punya nama lengkap Raden Roro Murti Saridewi. Sejak tahun 1988 lalu gelar 'Raden-nya terpaksa ditanggalkan, manakala ia mulai melibatkan diri kedunia perfilman. Tergolong prestasi yang luar biasa. 

Bayangkan dari sekitar 12.000 cewek pelamar untuk 'peran perayu' LASMINI dalam film "Saur Sepuh" yang pertama, hanya Murti yang berhasil kejaring. Sejak itu jadilah ia bintang film. Dan ternyata terbukti kalau dia 'mampu' berperan sebagai Lasmini, maka kontrakpun memanjang sampai seri yang ke III. 

Waktu itu Murti masih duduk di bangku SMA kelas I di perguruan swasta Muhammadiyah di Surakarta. Jenjang kelasnya bersamaan dengan seri filmnya hingga kelas III sekarang ia memerankan tokoh Lasmini dalam "Saur Sepuh" yang ke III. Malah berkembang dengan peran utama untuk film jenis remaja dari PT. Tiga Sinar Mutiara Film dengan judul "Catat Namaku Rintan" yang kemudian berganti judul "Cinta Punya Mau". Disini ia berpasangan dengan bintang Citra, Mathias Muchus. 

Putri Solo yang manis dan luwes ini ternyata punya banyak bidang keahlian seni. Yang menonjol tercatat sebagai peragawati, foto model dan penari. pernah jadi juara alam peragaan busana lurik, keluwesan berkebaya dan model beberapa produk di Surakarta. Sempat mendapat kesempatan sebagai  misi kebudayaan Indonesia ke Australia. Namun diurungkannya karena pada kesempatan yang sama dia sudah harus ikutan memerankan tokoh Lasmini sebagai debut pertamanya di film. 

"Keluar negeri kapan saja kan bisa. Kalau kesempatan shooting film ini, kan nggak bisa ditunda-tunda, ' kilahnya dengan ramah. Dan dari keadaan ini terbukti kesungguhannya untuk melibatkan diri kedunia film Dan bukti lain, kesempatan sebagai pemeran utama dalam film remaja yang digarap sutradara berbakat Chris Helwedery, Murti tampak ingin terus menekuni bidang film secara baik. 

Para penggarap "Cinta Punya Mau" juga menyebutkan kalau Murti sebagai punya kemauan dalam meningkatkan jenjang karirnya. Untuk itu dia sudah siap dengan kerepotannya. Karena selain ia sekolah di Solo, pada saat yang sama terlibat produksi film "Saur Sepuh III" yang lokasi sutingnya di Pangandaran Jawa Barat, dan di Jakarta untuk film "Cinta Punya Mau".

Dalam Percakapan Murti mengakui kalau saat itu betul-betul capek. "Bagaimana ya, yaitulah sudah resiko", ujarnya datar. Hanya sempat jadi was-was tentang pendidikannya. Soalnya kini tengah duduk di bangku kelas terakhir, dimana siap-siap pula menghadapi Ebta dan Ebtanas. Apakah Murti akan berhasil menyelesaikannya nanti, soalnya selama ini selalu dikorbankan sekolahnya demi karir. 

Menyangkut pemerannya, baik di Saur Sepuh maupun di Cinta Punya Mau , Murti digambarkan hampir sama, yakni sebagai penggoda. Menurut Murti di Saur Sepuh sebagai Lasmini, karena tokoh itu dianggap fiktif, jadi Murti katanya bisa membuat interpretasi sendiri. Lain halnya di Cinta Punya Mau, sebagai gadis remaja yang mirip dengan keadaanya, dirasakan sedikit kikuk. Apalagi dalam beberapa adegan dia diperlihatkan terlibat asmara atau mengharuskan menggunakan pakaian minim, seperti baju renang. Murti terlihat sedikit risi. 

Tapi Murti mengatakan sebagai masih beruntung karena pihak sutradaranya, Chris bisa mengerti dan mau memahami keinginannya. Sehingga  kostum yang semula  bikini, bisa diganti dengan pakaian renang hitam. Sementara untuk adegan kissing, dengan Mathias Muchus, Murti juga mengatakan masih kikuk. 

"Terus terang saya belum biasa. Dan sampai sekarang saya memang belum punya pacar. Jadi soal ini lihat nanti saja, " ujarnya, menanggapi kemungkinan adegan ciuman dari mulut ke mulut dengan lawan mainnya, Muchus. Serta kekikukan lain bagi Murti adalah mengenai dialek Jakarta. Tidak heran, untuk perannya kali ini suaranya di percayakan pada orang lain. ~~sumber Ria Film No. 832

Monday, July 27, 2026

CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA

 


CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA (berita lawas). Setelah sekian tahun absen di perfilman nasional, Clift Sangra muncul kembali sebagai jagoan. Sekali ini, dia muncul lewat arahan Sutradara Imam Putra Piliang dalam film Tapak-Tapak Berdarah. Meski lima tahun absen, tapi Clift merasa selalu berada di lingkungan film. Wajar saja, sebab isterinya sendiri artis beken. Bagaimana kalau Suzanna dapat tawaran Clrift selalu terlibat. 

"Kalau pergi dan pulang suting, saya harus menjemput istri, "katanya bangga. Alasan inilah membuat artis berbadan gempal tak akan meninggalkan film.  Banyak yang menduga Clrift selalu cemburu melihat Suzanna selalu suting. Sehingga dia harus mengawal isterinya kemanapun. "Tidak, saya sangat sayang kepada isteri," kilahnya blak-blakan. Memang usia Suzanna dan Clift jauh berbeda, bukan berarti jauh pula tali kasih. 

Banyak pula artis yang memuji kesetiaan Clift atas isterinya. Jarang orang muda yang tidak suka melirik wanita lain. Itulah dizaman atis lagi musim kawin cerai ini api cinta Clift atas isterinya tak pernah padam. Mengekori Suzanna bukan cemburu tapi karena sayang. 

Setelah lama absen di film tidak mempengaruhi penampilannya di depan kamera. Kemampuan dan sosoknya sama ketika pertama kali tampil dalam film. Tubuhnya yang kekar dan alot itu tetap stabil. Bahkan lebih ideal dari kemarin-kemarin. 

"Sarapan saya besi," ujarnya berkelakar. Kalau  tidak angkat barbel setiap pagi, rasanya badan ini terasa sakit,"katanya menyambung. Itulah sebabnya dia harus angkat besi dulu sebelum sarapan pagi. "Kalau tidak, ada saja yang kurang. Hidup jadi tidak bergairah, "selanya sambil ngakak. 

Tidak hanya angkat besi, Clift juga melakukan latihan bela diri. "Terus terang saja, bela diri merupakan sebagian dari hidup saya," selanya. Itulah ketika dia berlakon dalamfilm action yang mendapat peran Hendra, tubuhnya begitu lentur melakukan latihan perkelahian."Kalau tidak latihan setiap hari bagaimana saya bisa berlakon dengan baik, "Lalu apakah tak kepingin berlakon dalam film Drama?"Saya senang sekali. Saya juga mampu berlakon apa saja, katanya mantap. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990