Showing posts sorted by date for query si roy. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query si roy. Sort by relevance Show all posts

Friday, August 28, 2026

KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI

 


KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI, (Berita lawas). Dua tahun lalu (1987), lewat S.K 007/PB.PARFI/1987, pernah dihimbau agar artis-artis yang direkomendir oleh PARFI diasuransikan. Menurut Sekretaris Parfi, Reza Pahlawan, "Sudah pernah dibicarakan dengan Asuransi Timur Jauh. Kemudian diajukan juga usulan ini pada PPFI. Tapi belum ada tanggapan. Konon PPFI masih ingin meminta saran dulu pihak Deppen. Akhirnyaya terlupakan sapai sekaran, "Smpa terjadilah peristiwa naas yang meinmpa korban di awal September kemarin (1989)!. 

Aktor yang dokter dan kolonel Amoroso Katamsi, saat bertemu wartawan , sama-sama melayat pemakaman Tuti Indra Malaon, mengakui "Terjadinya musibah tersebut membuat PARFI berusaha mendorong kembali himbauan untuk mengasuransikan para artisnya!".

Sutradara Buce Malawau yang baru saja merampungkan film kecelakaan kereta api, "Tragedi Bintaro", berpendapat, "Sebenarnya kecelakaan bisa terjadi dimana saja, bukan saja di dalam suting film. Tapi saya setuju sekali pada ide yang dicetuskan oleh Parfi tersebut. Yang penting jangan sampai teledor, karena fatal akibatnya!".

Ditanggapi oleh sutradara Imam Tantowi, yang sedang menyiapkan "Saur Sepuh III, Kembang Gunung Lawu". Di kantor PT. Kanta Indah Film, "Yang terpenting harus selalu ada safety. Misalnya sebelum mengambil adegan salto disediakan kardus secukupnya untuk jatuhnya. Pada saat adegan lompat dari ketinggian ada safety-belt, Untuk adegan melayang ada sling yang sentosa. Asuransi dan santunannya kan hanya untukkeluarga yang ditinggalkan. Yang sudah meninggal tak mungkin hidup kembali. Cuma memang beban yang harus ditanggung produser menjad lebih ringan karena sebagian menjadi tanggungan pihak asuransi. 

Tantowi yang sering membuat film laga, pernah sekali mengalami musibah saat pembuatan film pertamanya "Pasukan Berani Mati". Justru menimpa salah seorang pemain utamanya, Barry Prima. Adegannya Barry melakukan salto dan terjatuh sampai tulang panggulnya patah. Di duga kesalahan pada Barry sendiri yang terlalu memaksakan diri, dan sebenarnya dalam keadaan kurang sehat. Memang seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh PT. Rapi Film, namun bagaimanapun juga tulang panggul Barry sudah menderita cacat. 

"Kecelakan tidak kita minta, safety yang dibutuhkan," ulang Tantowi,. "Asuransi bukan menyelesaikan masalah. Salah satu cara untuk safety misalnya dengan menggunakan kendaraan angkutan ke dan dari lokasi suting. Biasanya dipilih kendaraan yang cenderung murah sewanya. karena berselisih sekitar Rp. 100 rb dengan kendaraan  yang baik. Tapi kalau imbalannya nyawa? Betapa murahnya nyawa orang film kalau begitu!".

Sutradara Abnar Romli yang sedang merampungkan film silat "Pancasona" menambahkan "Diperlukan orang-orang yang profesional untuk menyiapkan sarana sebelum melakukan adegan berbahaya!".

Abnar teringat pengalaman ketika suting film "Six Balax dalam Penculikan Pengantin". Adegannya sang tokoh mengebutkan motor sampai melompati mobil polisi yang menghadangnya. Mungkin karena persiapannya kurang matang, motor yang terbang itu melambung kelewat tinggi. Stuntmannya terjatuh, untung tak sampai cidera berat!".

"Terkadang saya amati mereka kurang memikirkan diri sendiri,"komentar Abnar terhadap para stuntman berani mati itu. 

Dibenarkan oleh Subagyo Samtani, Produser Pelaksana PT. Rapi Film, yang teringat pengalaman saat suting film "Dendam Membara", ingat pada adegan mobil menerjang supermarket? Nah, saya sudah pesan wanti-wanti agar bensin mobil yang digunakan untuk menabrak etalase Supermarket itu diisi seliter saja. Asal cukup untuk jalan. Jangan diisi penuh-penuh, takut kalau terjadi kecelakaan kan bisa terbakar dan meledak. Eh ternyata diisi cukup banyak oleh stuntman Gatot, ketika saya tahu, langsung saya marahi habis-habisan. Untunglah sutingnya berjalan lancar dan selamat!".

Tantowi pun pernah memarahi adiknya sendiri, Eddy, yang menjabat asisten special effect saat suting "Saur Sepuh II, Pesanggrahan Keramat" di hutan lindung Pangadaran. "Dia memanjat pohon beringin tinggi, meniti dahan kecil untuk memasang sling (Kabel kawat) tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Langsung saya suruh turun dan harus memakai safety belt dulu baru melanjutkan kerjanya. Setidaknya kalau sampai tergantung-gantung, tak sampai terbanting!".

Saat suting film silat "Pembalasan Si mata Elang" bintang laga Atut Agustinanto juga mengalami kecelakaan. Tangannya patah karena terjatuh ketika adegan bertarung dengan Advent Bangun. Namun sesudah dirawat oleh "orang panti" yang ahli patah tulang, ia bisa dipulihkan, dan melanjutkan suting kembali dalam waktu relatif singkat.

"Tapi mulai sekarang, Virgo Putra Film mengasuransikan seluruh pemain dan karyawannya, " tegas Ferry Angriawan yang memetik hikmah dari musibah "Si Roy".

Untuk produksi terbarunya "Joe Turun Ke Desa", Ferry  mengasuransikan seluruh pemain dan karyawan pada PT. Asuransi Agung Asia,". "Perusahaan yang membayarkan asuransi sebesar Rp. 52 ribu per orang atau jangka waktu satu tahn." Jadi kalau produksi menggunakan sekitar 50 artis dan karyawan, maka produser menyetorkan Rp. 2,6 juta. Relatif kecil dibandingbiaya produksi rata-rata diatas Rp. 200 juta. 

Dengan pembayaran asuransi tersebut, setiap orang dipertanggungkan nominal Rp. 10 juta. Bila mendapatkan kecelakaan sampai masuk rumah sakit, mendapat penggantian maksimal sebesar Rp. 1 juta. Bila sampai meninggal santunannya sebesar Rp. 10 juta. Bila cacad sampai kehilangan anggota badan, diperhitungkan secara prosentase. Misalnya bila kehilangan sebelah tangan mendapat 20% dari santunan maksimal. Bila kehilangan sebelah mata mendapatkan 40%. Demikian seterusnya, ada perhitungan terperinci masing-masing. 

Chaerul Umam yang sedang menyiapkan "Joe Turun Ke Desa" menyebutkan  tiga unsur, "Pertama, pehatian untuk staf non artistik. Kecelakaan itu sebenarnya terjadi karena kecerobohan manusianya. Mustinya sebelum mengendarai mobil periksa dulu olinya, temperatur dan lain-lainnya, Kedua kendaraan yang dipergunakan mbok ya jangan yang terlalu tua, tidak siap itu. Ketiga asuransi memang belum populer dalam perfilman. Betapapun uang santunannya bisa membantu keluarga yang ditinggalkan. 

Sebagai produser, Ferry Angriawan sebenarnya sudah menyarankan agar selalu memilih kendaraan yang baik untuk sarana angkutan. "Namun bukan tidak mungkin ada pimpinan Unit atau Pimpinan Produksi yang ingin menghemat dengan menyewa kendaraan yang lebih murah. Untuk selanjutnya perlu ditekankan lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan angkutan dan jangan lalai untuk selalu memeriksakan kondisinya sebelum digunakan!".

Nampaknya sesudah musibah "Si Roy", asuransi akan mulai masuk dunia film Termasuk suting kelanjutannya pun kelak mulai diasuransikan. Demikian juga untuk produksi Andalas Kencana mendatang, "Melacak Dendam".sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989


Tuesday, August 25, 2026

MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM

 


MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM (berita lawas). Masih ingat kejadian ini? musibah kecelakaan suting film Si Roy?. Jumat, 8 September 1989 tercatat sebagai hari naas bagi PT. Andalas Kencana Film khususnya dan orang film Indonesia umumnya. Siang itu, dalam perjalanan pulang suting dari Bandung, mobil Mitsubishi L 300 yang mengangkut bintang dan karyawan film remaja berjudul "Si Roy" mengalami kecelakaan di jalan tol Jagorawi. Kopel gardan copot, tergesek jalanan aspal sampai meneribitkan percikan api, menyambar tangki bensin, mobil terbalik dan terbakar hangus!. 

Para Korban , tercatat keseluruhannya 8 orang termasuk sopir yang berada didalam kendaraan apes tersebut. mereka adalah Monica Gunawan pemeran utama wanita, Tyas, Taufik, dan Sofyan Alifajar , pemeran pemeran pembantu pria, serta Edi Caroko (property man), Sufekih (Asisten Unit), Matizi (Sopir) dan Bambang Yulianto (Sopir yang menyetir pada waktu itu). 

Para korban langsung di larikan ke RS UKI untuk mendapatkan pertolongan pertama. Barulah dipindahkan ke RSCM. Tapi luka bakar yang kelewat parah membuat lima korban meninggal secara beruntun (Sufekih, Bambang Yulianto, Edi Caroko alias Bagong, Sofyan Alifajar dan Matizi). 

Yang paling ringan keadaannya Tyas. Sesudah lengannya yang patah di gips, ia menjalani perawatan berobat jalan. Sedangkan Taufik di rawat di RS PELNI. 

Yang mengibakan keadaanya justru si pemeran utama wanita, Monica Gunawan. Remaja berusia 18 tahun  yang baru lulus SMA ini pernah menjadi model iklan Fuji, baru pertama kali main film. Modal utamanya tentu saja kecantikan wajahnya. Betapa disayangkan, kalau sampai sebagian wajah cacat luka bakar. Masih terus menjalani perawatan intensif di RS Cikini. 

Selama para korban dirawat yang paling sibuk adalah dua produser Madhu Mahtani dan Ramesh, bersama sang sutradara Achiel Nasrun. Mereka meninggalkan segala urusan kantor, suting dihentikan untuk sementara waktu, ikut berjaga di Rumah Sakit. Mengeluarkan segala biaya untuk pengobatan. 

"Kami sudah berusaha dengan segala daya upaya. Tanpa memperhitungkan segala biaya. Uang masih bisa dicari lagi nanti, yang penting para korban bisa ditolong," sebut Ramesh. "Musibah sudah terjadi begini, kita mau bilang apa? Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa . Tapi rupanya sudah takdir. Tuhan menentukan demikian. 

Segala biaya selama dirawat di Rumah Sakit, sampai ke pemakaman, ditanggung oleh PT. Andalas Kencana Film. Kemudian Ferry Angriawan produser PT. Virgo Putra Film, memprakarsai untuk menghimpun sumbangan bagi rekan-rekan produser, artis dan karyawan film, yang pernah bekerjasama dengan para almarhum. 

Para produser menyumbangkan dari Rp. 1 juta sampai yang terendah Rp. 250.000. Antara lain dari PT. Bola Dunia film, Virgo Putra, Soraya Intercine, Inem, Parkit, Kanta Indah, Pancaran Indra Cine, Nusantara , Rapi dan Garuda. IKutan menyumbang perusahaan rekaman JK Record. Ada lagi produser yang menyumbang atas nama pribadi, Manu Sukmajaya, Hatoek Soebroto, Wiryo Wibowo, Thamrin Lubis, dan Rudy S Senyoto. 

Delapan sutradara yang menyumbang, Ami Priyono, Bobby Sandy, Hengky Solaiman, Bob Chappel, Chaerul Umam, Wim Umbah , Sophan Sophiaan, dan Ali Shahab. Kamerawan Harry Simon, dan Still photograper Ken O Sanjaya. 

Dari barisan artis tercatat penyumbang terbesar adalah keluarga Ade Irawan, dan Onky Alexander, diikuti oleh Meriam Bellina, Barulah tercatat nama seperti Conny Constantia, Didi Petet, Deddy Mizwar, Lanny Marlina, Gatot Teguh Arifianto, Nurul Arifin, Richie Ricardo, Rano Karno, Harry Capri/Camelia Malik, Ade Hashari, Sylvana Herman, Cok Simbara, Leroy Osmani, Ayu Azhari, Advent Bangun, Ira Wibowo dan Sophia Latjuba. 

Disamping artis-artis diatas ada juga artis-artis yang menyumbang ala kadarnya seperti Rima Melati dan Yurike Prastica. Betapapun akhirnya terkumpul dari 49 penyumbang uang sejumlah Rp. 17.200.000,-

Minggu pagi, 24 September 1989 pukul 11.00 bertempat di auditorium walikota Jakarta Pusat, sumbangan tersebut diserahterimakan kepada keluarga korban .

Ny. Supiroh mewakili keluarga Edi Caroko, menerima deposito sebesar Rp. 5 juta dan uang tunai Rp. 550.000.

Ny. Darwati mewakili keluarga Sufekih menerima jumlah uang sama. 

Ny. Nendrarwati mewakili keluarga Bambang Yulianto menerima deposito sebesar Rp. 2,5 juta dan uang tunai Rp. 550. 000.

Lalu, Ny. Nasrifah mewakili keluarga Matizi, menerima sejumlah uang yagn sama dengan keluarga Bambang Yulianto. 

"Sampai sekarang kami sudah mengeluarkan biaya lebih dari Rp. 20 juta terutama untuk biaya pengobatan dirumah sakit", sebut produser Ramesh sambil memperlihatkan setumpuk kuitansi. "Diperkirakan sampai selesai nanti bisa menghabiskan Rp. 50 juta termasuk untuk retake (pengambilan ulang) dari 6 can yang ikut terbakar hangus. 

Untuk sementara suting film "Si Roy " dihentikan dan direncanakan dilanjutkan lagi awal Oktober 1989. 

Menurut sutradara Achiel Nasrun "Bagaimana juga musibah ini ada hikmahnya juga. Motto KFT (Karyawan Film dan Televisi) SEHATI DAN SEPROFESI, bisa dirasakan sekarang tanpa paksaan, dengan kesadaran masing-masing, banyak yang telah bersedia untuk menyumbang keluarga korban!".

Menurut ketentuan KFT,bila ada anggotanya yangmeninggal diberikan sumbangan sebesar Rp. 60.000. Bersyukurlah dengan adanya sumbangan sukarela yang sungguh amat meringankan beban bagi mereka yang ditinggalkan. sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989



Sunday, August 16, 2026

MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK


MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK(sinetron lawas). RAM SORAYA , produser PT. Soraya Intercine Film setelah memproduksi lebih dari 50 judul film bioskop, nampaknya berusaha juga menerobos sinetron televisi. Inilah miniseri produksi perdananya, yang bertema misteri dipadu dengan mistik dan aksi. Sebagai sutradara (untuk pertama kalinya) Yan Senjaya, yang biasanya menjabat Produser Pelaksana dalam banyak film produksi Soraya sedangkan jabatan Produser Pelaksana miniseri ini adalah Jauhari Ardiwinata yang cukup berpengalaman dengan berbagai jabatan di RCTI. 

Dikerahkan banyak bintang yang cukup terkenal, mulai dari Reynaldi, Gito Gilas, Cut Keke, Emri Margono, Anen Wijaya, pelawak Taufik Savalas, sampai pendatang-pendatang baru, Lady Kartika (Sebagai tokoh sentral Putri Melati) yang berasal dari guci antik Cina, Roweina, Lisa Patsy serta pemain-pemain bule , Jurek Bleszynski dan Nacy Francys. 

Hampir keseluruhan lokasi suting dipusatkan di daerah Ketapang, Lampung Tanjung Karang. Hitung-hitung ternyata mencakup sebanyak 40 lokasi. Pembuatanya memakan waktu selama 2,5 bulan. 

Diceritakan nelayan muda Matnur terdampar ke pantai Pulau Karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Dalam mimpinya, Matnur sekali lagi melihat Putri Cina yang meminta pertolongan karena di buru perompak. Maka Matnur mengajak adik iparnya Lebar, melacak ke pulau karang itu. Hasilnya ia menemukan sebentuk guci antik. 

Konon kabarnya guci itu bakal membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Memang benar, Matnur mendadak hidup makmur, karena tangkapan ikannya selalu berlimpah. Tak disadari nelayan muda inilah, kalau guci antik bisa menjelma menjadi Putri Melati yang secantik bidadari. 

Turis Grant dari sindikat penjualan benda-benda antik, mengincar guci tersebut. Dengan membayar penjahat yang menyamar sebagai garong, ia merebut guci antik. Muncul pula kawanan Sasagi dari Jepang, dan Roy pemimpin kelompok gangster perlente dari Jakarta yagn bentrok dengan sindikat Grant. Korban-korban mulai berjatuhan, bahkan si lugu Lebar juga tewas terbunuh. 

Matnur yang penasaran usaha mendapatkan kembali guci temuannya. Samar-samar terungkap, nun di zaman Majapahit dulu, Putri Melati dari Cina, bercinta dengan Panglima Muda. Keduanya dijatuhi hukuman mati. Putri Melati di bakar, abunya disimpan dalam guci antik. Rupanya Matnur adalah reinkarnasi, titisan dari sukma Panglima Muda ratusan tahun lalu. Mungkinkah sekarang cintanya dengan Putri Melati bisa terwujud?. 

Miniseri sebanyak tujuh episode ini, masing-masing dengan masa tayang 48 menit, ditayangkan di RCTI tiap Minggu malam mulai 16 Oktober dan berakhir 27 November 1994. Akhir episode ke 7 yang sengaja dibuat open ending, mengisyaratkan kelak masih bisa dibuat kelanjutannya lagi. ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Saturday, August 15, 2026

SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG

 


SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG (sinetron lawas). Cerita dengan set mahal,mengangkt problema orang 'atas' menjadi trend dan digemari penonton televisi. Terbukti sinetron yang menjual mimpi macam Benagn Emas, Halimun, Bunga-Bunga Kehidupan, Pengantin Lari mendapat rating tinggi. Bahkan Benang Emas yang dibintangi Dede Yusur dan Ayu Azhari mencapai angka 52. Angka yang fantastis tentunya. Karenanya, stasiun RCTI dengan gagah berani menayangkan ulang sinetron yang di produksi 26 episode ini. 

Mencoba menyusul sukses Benang Emas, Multivision Plus production house yang paling produktif ini kembali memproduksi sinetron-sinetron dengan cerita yang lagi-lagi menjual mimpi indah. Kali ini Bella Vista (BV). 

Bella Vista, ceritanya ditulis oleh Nasri Cheppy yagn sekaligus bertindak sebagai sutradara , dan kali ini, sutradara yang namanya mengorbit setelah mengarap film laris Catatan Si Boy. "Pada dasarnya masyarakat kita senang mimpi, buktinya sinetron yang menjual mimpi, yang menceritakan kesusahan atau problematika 'orang atas' selalu digemari. Apalagi kalau kita tampilkan intrik-intriknya, " kata sutradara yang juga penulis cerita Benagn Emas ini.

Menurut Cheppy sebenarnya ia ingin menggarap sinetron yang menceritakan problematika masyarakat kebanyakan atau yang bawah sekalian. Tapi ketika mau memulai, ia selalu dihantui rasa takut tidak ditonton. 

"Buat apa menghadirkan sinetron yang tidak akan ditonton. Sekarang saya harus realistis dalam berkesenian, Karena kalau nggak realistis, kreatifitas saya sebagai seniman bisa mandul, " ujarnya. 

Karena untuk mendukung cerita yang ditulisnya, Chepy sekarang memilih pemain yang sudah mapan dan namanya bisa jadi jaminan. Dan di BV, Cheppy menghadirkan aktor-aktor mapan seperti Dwi Yan, August Melasz, Ira Wibowo, Fuad Baraja, Ryan Hidayat, dan Roy Marten. Malah untuk Roy, Chepy telah mampu meyakinkan Roy agar menggunakan vokal sendiri untuk sinetron kali ini. 

Selama ini yang menjadi problem besar mantan aktor idola remaja film Indonesia 1980an ini adalah vokal, dimana ia selalu menyerahkan kepada dubber. Kini, ia diminta mengisi suara sendiri. 

"Chepy lah yang meyakinkan saya, kalau vokal saya yang jelek ini tidak akan jadi masalah besar. Untuk itu saya ingin mencobanya, siapa tahu kehadiran saya akan mendapat tempat di hati pemirsa televisi, "ujar Roy Marten. 

Bella Vista adalah nama sebuah perusahaan dari naam kelompok perusahaan milik Benni Latin (Roy Marten), nnama BV diambil dari gabungan benni Latin dan istrinya Vivi Tamiya (Ira Wibowo).

Cerita dimulai ketika Benny Latin merindukan kehadiran seorang anak dari istrinya, tapi keinginan itu hanya jadi mimpi, karena menurut dokter, istrinya tidak boleh hamil. Karena dari hasil pemeriksaan terrnyata sang istri mengidap penyakit yang membahayakan jiwanya. Dokter minta pengertian kepada Benny agar mau menggugurkan kandungan istrinya saking kepinginny punya anak. Akhirnya walau kata dokter Vivi akan meninggal apabila melahirkan, ternyata diagnosa dokter meleset. Vivi melahirkan anak perempuan dengan selamat dan diberi nama Bella Tamiya. 

Setelah melahirkan Vivi mengalami kelumpuhan total dan membuatnya berbaring ditempat untuk selamanya. Kelumpuhan Vivi membuat Benni kehilangan semangat kerja dan hal ini membuat Vivi merasa kasihan dan menyuruh suaminya untuk kawin lagi. 

Kemudian Benni menuruti perintaan istrinya dan menikah dengan sekretarisnya yang bernama Lydia (Angel Ibrahim). Lydia mau menikah dengan Benni lantaran ia tidak pernah bahagia selama kumpul serumah dengan Roy (August Melasz), karena Roy tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan menikahnya Lydia dengan Benni membuat Roy dendam dan berusaha menghancurkan bisnis Benni. 

Setelah setahun menikah pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yagn diberi nama Andre (Ryan Hidayat). Dan ternyata Andre bukan anak kandung Benni melainkan hasil hubungan gelap dengan Roy. Dan setelah melahirkan, ternyata Lydia sakit dan mengharuskan dirinya istirahat total. Dan sakitnya Lydia tentu membuat posisi sekretaris kosong, kemudian Lydia menyarankan agar Benni mencari sekretaris baru dan harus laki-laki. 

Dari hasil testing ternata terpilihlah Roy yang tidak lain mantan pacar Lydia. Karena kecerdasan dan kelincahannya membuat Benni menaruh simpatik pada Roy. 

Suatu hari Lydia berkunjung ke kantor suaminya, dan terkejutlah ketika ia tahu kalau sekretaris yang di puji-puji suaminya selama ini adalah mantan pacarnya. 

Walau Benni sudah berusaha baik, tidak melunturkan dendam pada Benni yang telah merebut kekasihnya. Dan Roy berusaha keras untuk menghancurkan usaha Benni. Andre tumbuh dewasa dengan penampilan yang ugal-ugalan dengan rambut gondrong dan anting di telinga. Penampilan Andre yagn urakan dimanfaatkan oleh Roy untuk menjembatani dendamnya. Bagaimana kelanjutannya? Seru kaaaan? ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Wednesday, June 17, 2026

REBUTAN KONTRAK BINTANG


REBUTAN KONTRAK BINTANG (BERITA LAWAS)

FERRY FADLY

Kasus rebutan bintang sandiwara radio "Saur Sepuh", Ferry Fadly antara PT. Kanta Indah Film dan PT. Tobali Indah Film, toh masih berbuntut.

Pasalnya Ferry Fadly telah di kontrak oleh Kanta untuk bermain dalam sebuah film (bukan Saur Sepuh) yang skenarionya akan di garap oleh Niki Kosasih. Ferry telah menerima uang muka kontraknya, tapi sebelum pembuatan film tersebut di mulai, Ferry melompat ke Tobali yang memasangnya sebagai pemeran utama dalam "Brahmana Manggala"

Sudah barang tentu pihak Kanta merasa berang, namun Ferry berdalih, "terlalu lama menunggu, sudah empat bulan terkatung-katung, pembuatan filmnya belum dimulai. Lamanya ini karena  menunggu skenarionya Niki yang baru selesai sekarang, " kila Produser Hendi Mulyono sambil menunjukkan skenario "Bisma Untara".

Tapi karena Ferry dianggap telah melanggar kontrak , kemungkinan besar pihak Kanta emoh memakainya lagi. Lalu bagaimana dengan uang muka yang telah di terima Ferry? Rasanya uang tersebut akan di relakan hangus saja, itu sudah menjadi milik risiko Produser. 

Justru sekarang Ferry yang akan berbalik menuntut pihak Kanta lewat pengacaranya. Dalihnya "Meskipun sudah kontrak, tapi kalau terlalu lama belum juga dimulai pembuatan filmnya, itu sangat merugikan saya"!.  Menghadapi tuntutan dari Ferry ini, pihak Kanta sudah pasaang ancang-ancang. "Ada bukti-bukti tertulis kami sudah berulangkali menghubungi Ferry untuk datang ke kantor tapi ia tidak pernah muncul sekalipun. Oh , lala. 

ONKY ALEXANDER

Masih belum selesai urusan Ferry Fadly, pihak Kanta harus berebutan Onky "Boy" Alexander dengan PT. Bola Dunia Film dan PT. Virgo Putra Film. "Lho kami tidak mencari-cari Onky, tapi dia sendiri yang datang ke kantor kami, ditemani oleh Marwan Alkatiri (penulis skenario) dan Iwan (dari Blantika Agency), untuk menawarkan dirinya,"Cerita Handi Mulyono. 

"waktu ditanya bagaimana kontraknya dengan Bola Dunia, di jawab cuma satu film saja, lanjutan "Catatan Si Boy", hingga dalam bulan Agustus bisa bermain untuk Kanta".

Padahal kemudian baru ketahuan kalau pada PT. Bola Duna Film, Onky selain bermain dalam "Catatan Si Boy II" di bawah arahan Nasry Cheppy ia juga masih harus bermain dalam dua film lagi. 

"Pacar Ketinggalan Kereta arahan Teguh Karya sebagai permeran utama menggantikan Alex Komang yang turun menjadi pemeran pembantu. Lalu satu judul film lagi, yang masih belum ditentukan siapa sutradaranya dan apa judulnya. Sedangkan sampai pertengahan Juli 1988, sutin "Catatan Si Boy II", masih belum rampung juga. 

Kemelut ini bertambah dengan kontrak yang dibuat Onky pada PT. Virgo Putra Film, menurut Ferry Angriawan, "Onky dikontrak sampai bulan Desember 1989 oleh kami. Diharapkan bisa menyelesaikan tiga film setidaknya!". 

Ada cara untuk bisa lebih cepat memakai Onky, yakni dengan membuat film patungan , joint-venture antara Virgo dan Bola Dunia. "Boleh saja,kami setuju dengan syarat pihak virgo harus mengajukan cerita-skenario untuk kami pelajari dulu", sebut Hasrat Djoeir, Produser Pelaksana Bola Dunia, "Kalau memang bagus kami tak keberatan bekerjasama dalam penggarapannya. 

FENDY PRADANA

Menyusul kasus rebutan Fendy, Si Brama Kumbara dalam "Saur Sepuh Satria Madangkara". Memang yang semula mengajak Fendy bermain film adalah Sisworo Gautama Putra untuk produksi PT. Soraya Film, "Malam Satu Suro", sebagai kekasih Suzanna. 

Sebenarnya Fendy sudah di kontrak untuk hanya bermain pada Soraya film dalam tahun 1988 ini," ujar orang Soraya, tapi kami memberinya izin secara tertulis untuk ikut mendukung Saur Sepuh demi pengembangan kariernya."

Padahal Imam Tantowi meminjam Fendy pada saat suting "Malam Satu Suro" masih belum rampung.  Kini menjelang "Saur Sepuh" melanjutkan suting ke Lampung, berbalik pihak Soraya yang ingin meminjam Fendy untuk film baru mereka "Ngepet Aji Pelebur Nyawa" (judul sementara) dengan peran utama wanita Suzanna dan Joice Erna.

Permintaan Soraya ini ditolak oleh Kanta mengingat lokasi suting yang sangat berjauhan. Apalagi seusai suting "Saur Sepuh" episode pertama akan langsung dilanjutkan dengan episode keduanya. 

"Memang benar saya pernah menandatangani surat kontrak pada Soraya, tapi saya tak menerima uang pengikat barang satu rupiahpun" mengakui Fendy Pradana yang di jumpai di studio "Saur Sepuh" di Cengkareng. 

Pasal rebutan bintang ini bisa di tambah lagi dengan kasus Hengky Tornando yang juga terlibat dua produksi bersamaan "Saur Sepuh" dan Kisah Anak-anak Adam" untuk lokasi suting di tempat yang sama di Pangandaran;

BOLEH DUA FILM

Kasus-kasus diatas seolah-olah menggambarkan para produser diadudomba oleh bintang-bintang laris. Sebenarnya kasus serupa sudah bukan merupakan hal baru dalam perfilman nasional. Bahkan pada masa jayanya Roy Marten, Yati Octavia atau Lydia Kandou, mereka biasa main rangkap empat lima judul berbarengan. 

Akibatnya terjadilah 'saling culik bintang' dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya. Pimpinan unit harus lihai mengintip dimana saja sang bintang sedang bermain, begitu 'break' langsung di sabet, diboyong ke lokasi lain. 

Maka muncullah kebijaksanaan dari PARFI, "Seorang pemain utama hanya boleh bermain dalam dua judul film pada waktu yang sama".

Pada kenyataannya, bermain dalam dua judul yang di produksi oleh dua perusahaan film, tetap saja menimbulkan problema. Nampaknya peraturan itu perlu di tinjau kembali, karena bisa menjadi senjata bagi sang bintang. "Lha, organisasi kami saja mengizinkan untuk main dalam dua film berbarengan kok?! Mumpung ada kesempatan bagus, kapan lagi?! Sumber : Majalah Film NO. 057/25 tanggal 3 September - 16 September 1988


Monday, February 23, 2026

ADE GIULIANO, PENATA RAMBUT MAIN FILM

 


ADE GIULIANO, PENATA RAMBUT MAIN FILM , (Berita Lawas). Pada era 1960an, film-film Italia pernah merajalela di bioskop-bioskop Indonesia. Di antara bintang-bintang koboi yang sangat terkenal adalah Giuliano Gemma. Nah, sekarang dalam perfilman Indonesia juga ada Ade Giuliano. Lalu apa kira-kira ada hubungan dengan kedua Giuliano ini?

"Memang sih hubungan darah tidak ada, tapi dalam tubuh saya juga masih terdapat darah Italia, " aku Ade. Indo-Italia berasal dari ayah Primus Saleh, yang asli sunda bergabung dengan ibu Ellydemezza dari Italia.

Dilahirkan pada 22 September 1968, sejak kecil Ade sudah akrab dengan mobil. Harap maklum, bokapnya memang jual beli mobil, khususnya Datsun Nissan. "Dulu papa bergabung dengan Indo kaya, tapi sekarang sudah berdiri sendiri, ".

Kemahiran Ade mengendarai mobil berlanjut hingga hobi rally. "Saya ikut perkumpulan penggemar rally mobil Artajaya yang di pimpin Benny Kurnadi." Kegemaran yang lain, memangkas dan menata rambut . Ilmunya di pelajari dari Rudy Hadisuwarno yang sudah sangat tersohor di ibukota. Selepas SMA, Ade malah menjadi hairdresser di "Rudy Salon", Ratu Plaza. 

"Tapi sekarang saya mulai sibuk main film, terpaksa kerjaan di salon cuma freelancer saja, dalam arti kalau sedang senggang saya datang, kalau tidak ya tidak apa-apa," kilahnya. 

Debutnya di film diawali lewat film remaja "Si Roy" arahan Achiel Nasrun. Perannya sebagai pemuda gedongan yang bersaing dengan Ryan Hidayat untuk mendapatkan cinta Margie Dayana. Persaingan berlangsung cukup seru sampai terjadi adu j o t o s beberapa kali. 

Denga perawakan tinggi 1,77 meter dan berat 72 kilo ini sebenarnya Ade lebih tegap daripada Ryan. Tak urung karena heronya Ryan, maka tokoh yang diperankan Ade harus kalah, kena gebuk sampai terjungkal. Apa Ade punya bekal ilmu bela diri? "Dulu pernah juga belajar sedikit sedikit , tapi kemudian lebih memilih hobi berenang. Terus terang saya kurang senang main kasar, kala dalam film kelihatannya saya saling membenci Ryan, itu kan cuma pura-pura. Diluar film bersahabat kok. Film kedua Nakalnya Anak Muda tetap diarahkan Achiel Nasrun, juga kembali berhadapan dengan Ryan Hidayat. Sedangkan film ketiga adalah Boleh-boleh saja dengan sutradara Hadi Purnomo, merupakan drama remaja campur komedi. 


MF No. 094/62/Tahun VI 3 - 16 Feb 1990

Wednesday, January 7, 2026

HANTU SOK USIL, KOMENDI HANTU-HANTU KOCAK


 HANTU SOK USIL, KOMENDI HANTU-HANTU KOCAK, Masih ingat pada sinetron serial Moody Juragan Kost? Dalam serial komedi itu Pak Tile bermain sebagai hantu tua bangka yang genit dan gemar mengganggu gadis-gadis penghuni rumah kost seperti Nurul Arifin, Diah Pertamatasari, Kiki Fatmala dan Iyut Bing Slamet. Setelah serial tersebut berakhir, PT. Soraya Intercine Films membuat serial komedi Hantu Sok Usil dengan penggantian sutradara dari Atok Suharto ke Agusti Tanjung. 

Absennya Pak Tile digantukan oleh pelawak-pelawak Ogut dan Kimung berhadapan dengan Nurul Arifin, Iyut dan urike Prastica. Diramaikan oleh Rina Hassim, Nasir dan Rika Roy Callebout. 

Di ceritakan Pak Ucok membawa istri dan ketiga anak gadisnya, Lolo, Lulu dan Lili serta pembantunya Legiyem dan sopir Parto pindah ke rumah baru. Konon gedung mentereng itu dihuni oleh makhluk-makhluk halus hingga dijual dengan harga murah. Pak Ucok sama sekali tak percaya adanya hantu malah sesumbar bisa menaklukan hantu. 

Padahal, sungguh-sunguh ada hantu di situ, yakni hantu Ogut, pemilik lama rumah tersebut bersama hantu putranya Boy, Dulu Boy tewas karena ekstasi saking shock, Ogut yang jantungan ikut meninggal. 

Melihat masuknya penghuni baru, hantu Ogut dan Boy mulai membuat ulah mempermainkan keluarga Pak Ucok habis-habisan. Tapi kemudian Boy yang bisa menjelma menjadi manusia berpacaran dengan Lili. Sedangkan Ogut berkencan dengan Legiyem di dapur. 

Ceritanya berkembang dari bermusuhan, Ogut dan Boy berbalik membantu berbagai masalah yang dihadapi keluarga Pak Ucok. Termasu ketika Lolo hendak dilamar oleh pengusaha tua bangka, Oom Pingo, Ogut mengacau, hingga bukan saja lamaran si Oom di tolak bahkan ia dihajar babak belur. 

Pengalaman Lulu lain lagi, ia diincar Jin Bandot yang bisa menjelma sebagai pengusaha . Memang Pak Ucok nyaris tertipu dan menerimanya menjadi menantu. Untung ada Ogut yag membuka rahasia siapa sebenarnya Jin Bandot. 

Bermunculan banyak hantu-hantu lain, baik yang palsu maupun yang asli, mulai dari sepasang drakula, sundelbolong, jin samurai, hantu genit, hantu penasaran, hantu gagu, tengkorak hidup sampai dukun internet dan lain-lainl. Cerita yang kocak dikemas dengan kreasi special effect canggih yang cukup menakjubkan. 

Produksi : Soraya Intercine

Produser : Ram Soraya

Produser Pelaksana : Jauhari Ardiwinata

Sutradara ; Agusti Tanjung

Pemain : Nurul Arifin, Iyut Bing Slamet, Rina Hassim, Yurike Prastica, Rika Roy Callebou, Nasiir, Kimung dan Ogut. 

Monday, January 5, 2026

SINETRON JANDA KEMBANG, PEMBALASAN ROH PENASARAN


 SINETRON JANDA KEMBANG, PEMBALASAN ROH PENASARAN. SALLY MARCELLINA yang tersohor sebagai bomseks alias bintang hot lewat film-film bioskop, mulai dari Gadis Metropolis sampai Akibat Hamil Muda, kemudian terjun juga ke dunia sinetron sebagai bintang utama sinetron serial drama horror JANDA KEMBANG. 

Sebelumnya memang Sally sudah sering membintangi film horror dengan judul yang nyaris serupa, Misteri Janda Kembang arahan Tjut Djalil, 1991, dan Kembalinya Si janda Kembang arahan Sisworo Gautama Putra - 1992, disusul film horor erotis seperti Misteri Wanita Berdarah Dingin, Godaan Perempuan Halus, Ranjang Pemikat dan lain-lainnya, boleh dibilang Sally menggantikan Suzanna sebagai bintang spesialis film sejenis yang banyak di produksi PT. Soraya Intercine Film. 

Tapi Sally pun beralih ke blantika sinetron. Sebetulnya ini bukan sinetron perdananya, karena awal kariernya di dunia seni peran pun berawal dari serial Teve  ACI (Aku Cinta Indonesia) yang ditayangkan TVRI sebelum era teve swasta merebak. 

Serial produksi Soraya dari TV Program Division ini diangkt dari cerita horor karya Abdullah Harahap. Di garap Atok Suharto yang memamerkan banyak kreasi special effect menarik, jauh lebih berkembang dari Si manis Jembatan Ancol. 

Cerita di awali dengan pengenalan para tokoh Santi, Janda muda yang jadi rebutan lelaki di desanya. Santi menjatuhkan pilihan pada Rukman, pengusaha muda dari kota. baru belakangan diketahui kalau ia sudah punya anak istri. Padahal santi terlanjur hamil karena hubungan mesra diluar batas. Rukman membujuk Santi untuk melangsungkan perkawinan secara diam-diam . Ternyata di bungalow terpencil, Santi dihabisi oleh teman-teman Rukman. Mayatnya di buang ke sebuah jurang di kawasan perkebunan. 

Justru di dasar jurang terjadi keajaiban. Roh penasaran Santi betemu roh Mira, dukun wanita yang mayatnya di buang di tempat yang sama. Merasa senasib roh Mira bersedia membantu roh Santi untuk membalas dendam. Maka satu persatu teman-teman Rukman menemui kematian secara mengerikan. 

Sampai saat Roh Santi menteror Rukman di rumahnya, barulah ia melihat Sumarni, istri Rukman yang bidiwati. Memang usia Sumarni jauh lebih tua dari Rukman, namun perusahaan yang dikelola RUkman sebenarnya adalah miliknya. Pengkhianatan Rukman pada istrinya berlipat ganda karena ia juga mengincar anak tirinya, Setyorini. 

Teror Roh Santi mengakibatkan Sumarni sakit jantung dan mesti dirawat di Rumah Sakit. Roh Santi yang merasa bersalah minta bantuan roh Mira untuk menyembuhkan Sumarni. 

Nasihat dokter untuk menjauhkan Sumarni dari hal-hal yang mengejutkan, malah mendatangkan ide bagi Rukman. Bersama konconya, Hendra ia menakut-nakuti istrinya dengan hantu-hantuan. Di luar dugaan muncul roh Santi dan roh Mira. Saking panik, Hendra terbu nuh oleh Rukman. Menyusul Rukman pun menembak kepalanya sendiri. Sakit hati Santi terbalas sudah. Namun cerita masih jauh dari berakhir, karena muncul dukun trendi, Empu Batara yang dipanggil Sumarni untuk mengamankan rumahnya dari teror hantu. 

Empu inilah yang dulu mencundangi dan mendalangi pembu nuhan Mira dengan ilma setannya yang luar biasa. Pengusutan Santi membuka tabir persekongkolan antara Batara dengan Eddi, suami Mira sendiri. Kini Batara menyiapkan rencana besar, menanti kelahiran seorang bayi yang disebut Sang Penerus. bayi itu berada dalam rahim Farida, isteri kedua Eddi. Ambisi jahat mereka nyaris terwujud kalau saja tak muncul roh Santi dan roh Mira yang dibantu para penghuni alam gaib menentang kekuasaan jahat majikan Batara dan Eddi yakni setan itu sendiri. 

Serial sinetron dibuat sepanjang 26 episode dan ditayangkan oleh SCTV. 

Produksi : Soraya Intercine

Produser : RAM Soraya

Sutradara : Atok Suharto

Pemain : Sally Marcellina, Rica Roy Callebout, Andi J Madjid, Irfan Yudha, Andre Bjenk 


Monday, December 15, 2025

SI ROY, AKIBAT KECELAKAAN SUTING ALUR CERITAPUN DI BELOKKAN

 


SI ROY, AKIBAT KECELAKAAN SUTING ALUR CERITAPUN DI BELOKKAN. PT. Andalas Kencana Film termasuk perusahaan yang cukup produktif menggarap film-film komersial. Awal tahun (1989) lalu menyuguhkann "Si Doi" (Sally Marcellina) yang merupakan epigon "Catatan Si Boy". dan awal 1990 pun menyuguhkan film "Si Roy" yang masih tetap membuntuti cerita "Catatan Si Boy"nya Onky Alexander. 

Sutradara Achiel Nasrun sudah beberapa kali mengarahkan Ryan Hidayat (Lupus 1 Tangkaplah Daku Kau Kujitak, lupus II Makhluk Manis Dalam Bis dan juga Elegi Buat Nana). Jadi kerjasama mereka sudah cukup kompak. Cuma kali ini Ryan bukan jadi siswa SMA yang doyan permen karet, melainkan mahasiswa sederhana yang gemar mendaki gunung. 

Selain Ryan, boleh dibilang para pendukung film ini adalah kaum remaja pendatang baru semua. Margi Dyana yang bertubuh sintal sebagai mahasiswi materealistis, Ade Giuliano sebagai mahasiswa kaya yang bersaing dengan Roy, dan Monica Gunawan sebagai mahasiswi lembut yang diam-diam mencintai Roy. 

Alur cerita boleh dibilang sederhana atau malah gampangan. Sebagai Ketua Senat Mahasiswa, Roy punya ide. Berkemah sambil manjat gunung. Suasana di perkemahan sebenarnya banyak yang bisa di jadikan adegan menarik dan kocak, sayang dilewatkan begitu saja cuma untuk hiruk pikuk.

Saat mendaki ke kawah, Novi terjatuh  ke lembah curam. Iwan yang mengajaknya tak mampu menolong. Tentu saja hanya Roy yang jadi penolong. Sejak saat itulah Novi bersedia meladeni Roy. Tiwi yang lembut diam-diam menyingkir melihat Roy berpacaran dengan Novi. 

Kembali ke Ibukota, Novi mulai menghindari Ro, dan intim lagi dengan Iwan. Akibatnya beberapa kali terjadi baku hantam antara Roy dan Iwan. Padahal Roy yang berpenapilan sederhana sebenarnya anak boss orangtua Novi. Demi menyadari hal ii, Novi pun bersedia pacaran lagi dengan Roy. 

Kalau menurut cerita aslinya, seharusnya Roy menolak Novi dan memilih Tiwi. Sayang sekali tokoh Tiwi tak mungkin muncul lagi karena pemerannya, Monica Gunawan mengalami kecelakaan berat. Mobil yang membawanya terbalik dan terbakar di jalan tol Bogor-Jakarta. Sebagian wajah Monica luka terbakar. Sedangkan beberapa awak (kru film) ini tak tertolong lagi. Karena kefatalan inilah, terpaksa alur cerita di belokkan. Tokoh Tiwi di ceritakan melanjutkan sekolah musik keluar negeri, sedangkan Novi baikan lagi sama Roy. 

~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Feb 1990

Wednesday, October 22, 2025

MAT PELOR, JAWARA BETAWI JADI OPAS

 


MAT PELOR  Jarang terjadi dalam dunia perfilman seorang sutradara merangkap juga menjadi penata ilustrasi musik filmnya. Namun tak perlu heran kalau sang sutradara adalah seorang biduan populer seperti Rachmat Kartolo!. 

Memang setelah melejit lewat lagu "Patah Hati"nya di tahun 60an. Rachmat juga pernah laris diajak main film Kebanyakan filmnya bertema melodrama, namun Wim Umboh justru memasangnya sebagai sinyo Betawi yang pintar bergitar dalam film silat "Matjan kemajoran" (1965).

Sejak tahun 1978, Rachmat menjajal menyutradarai film silat "Tengkorak Hitam". Setelah cukup lama absen dari kegiatan film Rachmat dipercaya duo produser Johny Pandega - A Fuk untuk mengarahkan "Mat Pelor" yang cerita dan skenarionya juga ditulis sendiri. 

Diperan utamai oleh Advent Bangun sebagai Jawara kebal peluru di dukung sebarisan pemain seperti Dolly Marten, Jeffry Sani, Hendra Cipta, Arman Effendy, Aznah Hamid, Yani Achbari, Sherly Sharita, Tien Kadaryono Urip Arphan dan Roy Karyadi sebagai Schout Jansen. 

Mat Pelor yang biasa dipanggil si Mamat, adalah anak angkat Haji Ramdani. Berkat ketekunannyaia bisa menguasai ilmu kebal peluru. Bahkan ilmu silatnya lebih tinggi daripada si Idup anak kandung H Ramdani. 

Kalau Mamat berpacaran dengan Isa, maka sahabatnya, Abas hendak mengawini Mumun. Namun gara-gara nunggak blasting (pajak), semua kambing Abas disita Demang Sanip. Bukan itu saja, iapun dijadikan pekerja rodi. Sanip memang biang keladi penjilat Schout Jansen. Menindas rakyat dengan mengatasnamakan kompeni Belanda. 

Si Idup dan tiga perampok menyatroni rumah Jansen. Tapi muncul Mamat melabrak mereka. Jasanya membuat Mamat diangkat jadi Opas sekaligus pengawal Pribadi Jansen. Kendati Ayah-ibu angkatnya dan orang kampung ak menyukai hal ini, namun mamat tak peduli. 

Sanip kepergok memperko sa Amoy yang dicintai Jansen. Akibatnya ia di siksa oleh penggantinya Mandor Napis. Huru Hara terjadi karena pemberontakan pekerja rodi yang dipimpin si Idup. Opas Mamat ditugasi menaklukkan mereka. 

Saat Mamat membawa tawanan, termasuk Idup dan Abas, muncul jawara bertopeng mencegatnya, ilmunya kelewat luar biasa, hingga Mamat keteter. Melihat ini Idup pun mencopot belenggunya untuk membantu sang abang angkat. Apakah kerjasama mereka mampu mengungguli si topeng. Siapa sebenarnya jawara bertopeng tersebut? 

Yang sudah nonton tentu tahu ya jawabnya. 


Thursday, September 4, 2025

FILM JIPLAKAN ATAU PENGINDONESIAAN?


Jiplakan, gubahan, saduran atau diilhami dari sebuah film adalah sekedar kata lain untuk sejumlah film Indonesia yang ternyata memiliki cerita sama dengan film impor. Memang mau tak mau harus diakui salah satu sumber cerita film Indonesia adalah film impor baik itu barat, Mandarin maupun India. Biasanya Produser yang menonton sebuah film asing yang menarik minatnya, lalu berembuk dengan skenariowan untuk mengIndonesiakannya. 

Dulu ada produser yang khusus mengajak sutradara untuk menonton film-film di luar negeri. Tapi dengan adanya video membuat segalanya jauh lebih gampang. Film yagn sedang di putar di Amerika, dalam dua minggu saja sudah bisa di pastikn videonya beredar disini.

Membalik-balik buku catatan, cukup banyak jumlahnya film Indonesia yang bersumber dari film luar. Bahkan pernah dua film di buat berbarengan, sama-sama menjiplak dari sebuah film Mandarin. Believe It or Not, tapi ini benar-benar terjadi di tahun 1975, sutradara Ishak Iskandar menggarap "Surat Undangan" (dibintangi Christine Hakim, Ratno Timoer, Nano Riantiarno dan Titiek Sandhora), sedangkan BZ Kadaryono mengarahkan "Rahasia Gadis" dengan Jenny Rachman, Fadly, Roy Marten dan Ully Artha, Jebul, keduanya jiplakan dari karya Li Shing , "Behind the Pearly Curtain" yang dibintangi oleh Chen Chen, Charles Chin Shiang Lin dan Tang Lanhua. 

Contoh lain , Bruce Lee menggebrak lewat "The Big Boss", maka Le Son Bok dari Indonesia buru buru membuat "Tendangan Maut" dengan Eddy S Jonathan. Jalan ceritanya tentu saja mirip sekali. 

Film-film Mandarin, baik silat maupun drama merupakan film yang paling banyak ditiru. Kalau mau terus terang maka sebenarnya hampir semua film silat Indonesia adalah versi lain dari film silat mandarin. Tentu saja karena sebenarnya di bumi Nusantara tak dikenal rimba persilatan Kang Auw dengan pendekar-pendekar pedang pengelana seperti di daratan cina tempo dulu. 

Sedangkan film-film melodrama yang bertujuan mengucurkan airmata penonton, secara diluar kepala saja bisa di sebutkan contoh-contoh sebagai berikut , "Hati Selembut Salju" (Jenny Rachman dan Herman Felani) samimawon dengan "Errant Love"nya Li Siu Ling dan Kenny Bee. 

"Kekasih"nya Bobby Sandy yang di bintangi Jenny Rachman, Roy Marten dan Deddy Mizwar, mirip dengan "A Cloud of Romance"nya Lin Ching Shia, Chin Shiang Lin dan Chin Han. Tak Ingin sendiri arahan Ida Farida dengan bintang Meriam Bellina dan Rano Karno sama dengan "Young Smilling Face" yang dimainkan Chen Chen dan Chin Han. 

"Patah Hati seorang Ibu "nya Agus Elias dengan Anna Tairas dan Pong Harjatmo, persis "My Mother" Chen Chen dan Kho Chun Siung.  "Malam Pengantin" arahan Lukman Hakim Nain dibintangi Tanty Yosepha Fadly dan lenny Marlina sama dengan "The Perplexity" (Silvia Chang Ai Chia, Chin Han dan Joan Lin Fung - Chiao). "Bercinta" Richie Ricardo dan Rani Soranya persis dengan "Espirit d'Amour" Alan Tam dan Ni Shu CHin. 

"Ketika Detik-detik CInta Menyentuh"nya Ali Shahab dengan Rano Karno dan Christine Panjaitan adalah "He Never Gives Up"nya Li Hsing dengan pasangan Chin Han-Joan Lin Fung-Chiao. Begitu pula halnya dengan film-film seperti "Busana Dalam Mimpi" "Satu Malam Dua Cinta", "Cinta Annisa", "Mutiara", "Satu Cinta Seribu Dusta", dan banyak lagi lainnya, tak bisa dipungkiri memiliki kesamaan dengan film-film melodrama Mandarin. 

Yang hebat justru beberapa film sejenis bisa lolos dari pengamatan Dewan Juri FFI. Pernah terjadi heboh gara-gara ketahuan bahwa film "Bercanda Dalam Duka"nya Ismail Soebardjo sama dengan film "Homicidenya Shaw Brothers. Padahal "Perempuan dalam Pasungan" juga ada versi Taiwannya "The Tragedy of An Insane Woman". Lalu "Perceraian" Hasmanan yang lolos sebagai film pilihan, ketahuan mirip dengan "A Married Affair"nya Dean Shek. 

Itulah contoh-contoh yang diambil dari film Mandarin. Contoh dari film Indiapun tak kurang banyaknya. Ada "Percintaan", "Rio Anakku" "Dimana Kau Ibu" dan "Rahasia Buronan". Sedangkan dari film Barat adalah "Bila Hati Perempuan Menjerit" ("Lipstick"), "Jangan Biarkan mereka Lapar" ("All Mine To Give"), "Pengantin Remaja" ("Love Story") dan "Pengantin Pantai Biru" ("The Blue Lagoon"). 

Ada yang secara blak-blakan menuliskan sumbernya seperti dilakukan Wahab Abdi "Jangan Kirimi Aku Bunga", dari  "Send Me No Flower", atau Sjumandjaja yang menyebutkan "Si Mamad" dan "Pinangan"  di ilhami cerpennya Anton Chekov, lalu "Laila Majenun" dari "West Side Story". Wim Umboh juga sebenarnya terpengaruh "Seven Samurai"nya Akira Kurosawa ketika menggarap "Sembilan" yang kolosal itu. Atau Teguh Karya ketika membuat "Kawin Lari" adalah pengindonesiaan dari "The Glass Menagerie" dan "November 1828" dari pentas "Montstratt". Sophan Sophian berterus terang "Saat Saat Yang Indah" memang dari novelnya Erich Segal "Man, Woman and Child" film versi Indianya berjudul "Masoom" dikembangkan lagi dengan judul "Ayu dan Ayu" dalam sebuah adegan terlihat Danny Dahlan sedang membaca novel karya Segal itu. 


~sumber : MF 057/25 tahun V, 3-16 September 1988



Thursday, January 2, 2025

ROY RAYMOND BINTANG ANTAGONIS


ROY RAYMOND Bintang Antagonis Mantan Preman, begitulah judul dalam sebuah artikel di Majalah Film, atau juga di kenal dengan Raymond Rambing Lahir di Jakarta, 19 Mei 1964 yang besar di Surabaya ini sebelum terjun ke dunia film lelaki berperawakan tinggi besar ini sempat bergaul dengan para preman anak-anak pelabuhan. Kehidupan pelabuhan yang keras memaksanya unjuk kebolehan dalam ilmu bela diri. "Saya hanya membela teman yang mau di keroyok. Tetapi saya bukan mafia" kata Roy Raymon saat diwawancara oleh Majalah Film.

Begitu keras dan sadis ekspresi Roy Raymond di Sinetron laga Deru Debu Part II dan II tayangan SCTV sebagai musuh utama Willy Dozan. Roy mampu membangun konflik dendam hingga mencapai puncak pertarungannya dengan Willy yang sekaligus menyutradarai  sinetron tersebut. Dengan guratan ekspresinya penuh dendam karena sang adik tewas di tembak Willy ketika sedang merampok bank. Roy membalasnya dengan membunuh Betharia Sonatha lewat seorang anak buahnya.

Bukan hanya itu, Roy juga bertekad untuk membunuh Willy tapi disisi lain, Willy juga berjanji untuk membalas dendam atas kematian isterinya yang sedang hamil muda. 

Sebenarnya Roy sudah sejak lama di incar Willy untuk jadi lawan mainnya di sinetron Deru Debu part I. Tapi Roy ketika itu sedang sibuk suting sinetron Si Buta Dari Gua Hantu, hingga dia tidak ikut main mendampingi Yoseph Hungan yang juga mendapat peran antagonis. 

Bagi Roy, sinetron Deru Debu adalah pertemuanhya yang kedua main bersama dengan Willy Dozan setelah film Pusaka Penyebar Maut. Tampil jadi penjahat di film film laga klasik maupun modern, Roy kerap terkena pukulan dan tendangan lawan mainnya. "kecelakaan di lokasi suting seperti jatuh dari sling, terkilir dan luka sudah langganan", Bahkan saya pernah di lempar penonton dengan botol sehingga kepala saya terluka, Masih ada bekas lukanya nih," Tutur Roy yang pernah aktif olahraga ilmu bela diri Karate Kyoksinka (Kala Hitam) di Surabaya. Dia juga menggeluti dunia Kick Boxing dan Tinju. 

Antara tahun 1989 - 1995 Roy aktif sebagai atlet Tinju amatir dan menjuarai beberapa kali turnamen tingkat daerah Jawa Timur dan Nasional. Tahun 1995 dia menjuarai turnamen Panco Se Indonesia. Roy yang sebelum terjun ke film suka nongkrong di pelabuhan di Jawa Timur hingga setelah berapa lama luntang lantung di pelabuhan kapal, dalam satu kesempatan turnamen tinju tahun 1986 di semarang Roy bertemu dengan sutradara Dasri Yacob dan mengajaknya main film eksyen klasik Siluman Clurit Perak. dari situlah Roy terus meriting karir sebagai bintang laga. 

Menekuni dunia film khususnya eksyen yagn beresiko tinggi apalagi Roy mengaku tidak pernah memakai stuntman sekalipun itu adegan paling berbahaya. Masalah resiko bantingan, terkilir, patah tulang, jatuh dan luka udah makanan sehari hari saya di lokasi suting" kata Roy. Termasuk juga ketika dia membintangi film laga klasik Pedang Naga Sakti, Roy terjatuh dari ketinggian karena tali sling putus saat dia meluncur. "Tangan dan kaki saya terkilir. Terpaksa scene ditunda beberapa hari.  

Tampang yang keras juga dilirik beberapa perusahaan untuk jadi bintang iklan di televisi. Keperkasaanya pernah muncul di televisi lewat  iklan rokok Gudang Garam Merah, Sosok Pemuda tangguh melompat ke atas gerbong kereta api yagn sedang berjalan kencang untuk menyelamatkan kereta api dan penumpang dari kecelakaan yang mengerikan karena rel terputus. Selain itu, Roy  juga membintangi iklan minuman Panther dan iklan TV 3 Jepang. 

Sumber : MF No. 282/249 tanggal 5 - 18 April 1997

Thursday, June 20, 2024

DAFTAR PEMENANG FESTIVAL FILM INDONESIA 1977

 


Berikut Daftar Pemenang Festival Film Indonesia Tahun 1977

PIALA CITRA

Film Cerita  : Tidak Ada

Film Non Cerita  : Kasodo

Penyutradaraan : Sjumandjaja(Si Doel Anak Modern)

Skenario  : Sjumandjaja (Si Doel Anak Modern)

Pemeran Utama Pria : Benyamin S (Si Doel Anak Modern)

Pemeran Utama Wanita : Christine Hakim (Sesuatu Yang Indah)

Pemeran Pembantu Pria : Rachmat Hidayat (Apa Salahku)

Pemeran Pembantu Wanita : Widyawati (One Way Ticket/Semoga Kau Kembali)

Penyuntingan : Wim Umboh (Sesuatu Yang Indah)

Tata Kamera : H. Sjamsudin Jusuf (Ateng Sok Tau)

Tata Musik : Idris Sardi (Sesuatu Yang Indah)

Tata Artistik : H. Suyono (Mustika Ibu)


HADIAH-HADIAH KHUSUS 

Plakat H. USMAR ISMAIL untuk Sutradara Muda Yang Punya Harapan : Ismail Soebardjo (Remaja 76)

Plakat DJAMALUDIN MALIK untuk pemain muda Penuh Harapan : Roy Marten (Sesuatu Yang Indah)

Piala PWI JAYA untuk Pemain Anak Anak : Bagus Santoso (Mustika Ibu)

Piala Majalah TEMPO untuk film Dokumenter Sejarah : Ki Hajar Dewantara

Piala-Piala Akademi Sinematografi LPKJ Untuk Tata Musik Ke II : Sjaiful Bahri (Wulan Di Sarang Penculik)

Penyuntingan Terbaik ke II : Janis Badar (Si Doel Anak Modern)

Tata Kamera ke II : F.E.S Tarigan (Si Doel Anak Modern)

Tata Artistik Ke II : Rieska Ristendi (Ranjang Siang Ranjang Malam)

Piala H. ANTEMAS untuk film laris 1976-1977 : ATENG SOK TAU

Wednesday, October 11, 2023

KASET SOUNDTRACK FILM "SI ROY"

 

Kaset Soundtrack SI Roy

Si Roy adalah film remaja yang tayang di bioskop pada tahun 1989 . dengan Sutradara  Achiel Nasrun dengan dibintangi oleh Ryan Hidayat, Margie Dayana, Monica Gunawan , Ade Giulino, James Sahertian.

Ceritanya sendiri adalah berkisah tentang  Roy (Ryan Hidayat) adalah ketua senat yang penuh dengan dedikasi. Pada suatu kesempatan, untuk mengurangi jurang antara si kaya dan simiskin dikampusnya, Roy dan kawan-kawan melakukan kegiatan kemah. Sebagai ketua senat, Roy mengkoordinasikan dengan teman-teman tentang keberangkatannya.  Salah satu pesertanya adalah mahasiswi Novi (Margie Dayana) yang merupakan anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup enak.  Novi menarik perhatian sendiri bagi Roy. Hingga di suatu malam didalam perkemahan Roy bercerita pada Tiwi (Monica Gunawan) tentang perasaannya pada Novi. Roy tidak tahu kalau Tiwi sebenarnya diam-diam juga mencintai Roy namun selalu dipendamnya. selengkapnya dapat KLIK DISINI

Penampakan dalaman kaset

Tapi kali ini kita ngomongin tentang Soundtrack Film Si Roy ya. Soundtrack Film Si Roy di Produksi oleh PT. Gema Nada Pertiwi. Ada 10 lagu dalam Soundtrack ini, lima diantaranya di nyanyikan oleh penyanyi remaja Anggun Cipta Sasmi. Anggun menjadi salah satu nyawa dengan lagu-lagunya dan juga kehadiran Dolf Wemay tentu saja membawa suasana kian semarak. Juga ada suara Lady Avisha dan Aji Indra dalam kaset yang istimewa ini

SIDE A :

1. SI Roy - Anggun C Sasmi

    Ciptaan Arang Widodo

2. Kamu Hey Kamu - Anggun C Sasmi

    Ciptaan : Areng Widodo

3. Dosa Dosaku  - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo

4.  Okay - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo dan Coki Batubara

5. Dumolit - Anggun C Sasmi

    Cipt. Areng Widodo


SIDE B

1. Tawur - Dolf Wemay

    Cipt. Mehong

2. Inikah Cinta - Dolf Wemay

   Cipt. Mehong / Bobon Lephes

3. Jati Diri - Aji Indra

    Cipt. Andy Julias/Januar Iskandar

4. Lagi-Lagi - Dolf Wemay

    Cipt. Tommy Marie

5. Hadir Dalam Cintaku - Lady Avisha

    Cip. Areng Widodo

Lirik Soundtrack FIlm Si Roy


Dan mari kita simak lirik lagu Si Roy yang di nyanyikan dengan apik oleh Anggun C Sasmi

Si Roy - Anggun C Sasmi

Cipt. Areng Widodo

Bukan berat ku banding-bandingku adalah dia (Si Roy)
Cowok masa kini diantara kami, Si Roy, Si Roy, Si Roy...

(*)
Diantara mereka aku memilih si Roy
Sahabatku semua juga naksir si Roy...

Cowok yang menawan dalam penampilan
Selalu jadi rebutan, semua teman-teman...

Repeat: (*)

Cowok masa kini, tak pernah sok gengsi
Tidak juga sok tinggi owh.. bikin gemas hati...

Tak kusangka-sangka semua terjadi
Si Roy jatuh cinta dengan temanku sendiri
Tapi masih ada satu harapan
Sikapnya padaku selalu penuh perhatian...

Reff:
Dialah idola semua remaja
Tak kusangka-sangka kini sedang jatuh cinta
Didalam bersaing selalu jujur
Lawan jadi pusing semuanya mundur
Takut..!! (Si Roy Si Roy Si Roy...)

[Interlude]
Back to: (*)

Dalam persaingan tidak kelihatan
Tapi tiba-tiba dia malah yang mendapatkan...

Back to: Reff

Diantara mereka oh idolaku si Roy
Teman-teman semua idolanya juga Roy
Cowok masa kini diantara kami (Si Roy)
Tak pernah sok tahu dan tak pernah gengsi
Kalau ingin kenal bisa lewat aku disini
Tapi jangan lupa aku minta komisi...


Selamat Bernostalgia


Monday, February 25, 2019

BALADA "SI ROY"

Si Roy

JUDUL FILM        : SI ROY
SUTRADARA       : ACHIEL NASRUN
PRODUSER          : RAMESH KS, MADHU S MATHANI
PRODUKSI           : ANDALAS KENCANA FILM
TAHUN PROD    : 1989
JENIS                     : FILM REMAJA
PEMAIN               : RYAN HIDAYAT, MARGIE DAYANA, MONICA GUNAWAN, ADE GIULIANO, YUNITA YUNIANI, JAMES SAHERTIAN, AGUS ZULKARNAEN

SINOPSIS :
Roy (Ryan Hidayat) adalah ketua senat yang penuh dengan dedikasi. Pada suatu kesempatan, untuk mengurangi jurang antara si kaya dan simiskin dikampusnya, Roy dan kawan-kawan melakukan kegiatan kemah. Sebagai ketua senat, Roy mengkoordinasikan dengan teman-teman tentang keberangkatannya.  Salah satu pesertanya adalah mahasiswi Novi (Margie Dayana) yang merupakan anak orang kaya yang sudah terbiasa hidup enak.  Novi menarik perhatian sendiri bagi Roy. Hingga di suatu malam didalam perkemahan Roy bercerita pada Tiwi (Monica Gunawan) tentang perasaannya pada Novi. Roy tidak tahu kalau Tiwi sebenarnya diam-diam juga mencintai Roy namun selalu dipendamnya. 

Pada setiap kesempatan, Novi yang sudah menarik perhatian Roy selalu dicari jika tidak ada. Suatu hari, rombongan kemah pergi kesebuah kawah.  Novi yang tidak terbiasa jalan jauh akhirnya berpisah dengan rombongan bersama Iwan (Ade Giuliano). Mengetahui salah satu anggotanya tidak dalam rombongan, akhirnya Roy mencari keberadaan Novi dan Iwan. Ketika menemukan Novi, Roy dan kawan-kawan pun kaget karena Novi jatuh kejurang dan diselamatkan oleh Roy. Roy yang memang sudah menaruh hati pada Novi akhirnya mengungkapkan perasaannya di kebun binatang Ragunan.  Atas dasar balas budi, akhirnya Novi menerima Roy meski dengan setengah hati. Sementara itu, mengetahui Novi jadian sama Roy, temen-temen Novi menertawakannya demikian juga teman-teman Roy juga tidak setuju jika Roy jadian sama Novi yang terkenal matre dan Roy yang terkenal miskin, namun dasar cinta, Roy tidak menghiraukannya.

Akhirnya Novi selingkuh dengan Iwan. Namun perbuatannya diketahui Roy ketika mau mengantarkan surat dari ayahnya yang setelah diketahui sebenarnya adalah atasan dari ayah Novi. Novi pun selalu menghindar dari Roy karena sebenarnya Novi tidak suka pada Roy karena menganggap Roy bukan orang kaya dan tidak akan bisa mengajak ketempat-tempat yang biasa dikunjungi Novi. Mengetahui Novi dan Iwan ada hubungan akhirnya Roy dan Iwan berkelahi. Sementara itu Tiwi yang cintanya bertepuk sebelah tangan akhirnya pergi keluar negeri dan menitipkan kaset untuk Roy dengarkan. Setelah mendengarkan kaset, akhirnya Roy tahu kalau Tiwi suka padanya namun sayang sekali sekarang sudah berada diluar negeri. 

Sementara itu mengetahui hubungan Roy dan Novi tidak terlalu bagus dan menganggap rendah Roy, Suli, temen Novi mendekati Roy.  Namun kedekatan Suli dan Roy diketahui oleh Linda yang segera memberitahukan pada Novi.  Suli dan Roy sering jalan berdua. Ketika sedang berada di café, Roy teringat dengan Tiwi yang suka akan lagu yang sedang di lantunkan oleh penyanyi café tersebut. Tentu saja hal ini tidak disukai oleh Suli. Apalagi ketika Roy curhat tentang Tiwi yang dianggapnya sahabat yang paling baik. Suli pun berniat mengungkapkan perasaanya pada Roy, tapi akhirnya di urungkan ketika Roy malah menanyakan Novi. 

Melihat kedekatan Suli dan Roy apalagi sering jalan berdua, akhirnya membuat Novi cemburu. Novi melabrak Suli untuk tidak dekat-dekat dengan Roy. Namun Suli juga tidak mau kalah karena Novi dianggap sudah putus hubungan dengan Roy dan lebih menyukai Iwan. 

***
Iwan yang masih menaruh dendam pada Roy akhirnya berhasil membalaskan dendamnya pada Roy. Namun perbuatan Iwan diketahui Novi, dan segera menolong Roy. Novi akhirnya tahu siapa Roy. Roy adalah anak dari atasan papa Novi. Diakhir kisah Novi dan Roy balikan lagi menjadi kekasih.